Senin, 19 November 2012

DP : Dewan Peninjau, Dewan Penguji, Dewan Pembantai (1)

,
Hari ini, Sabtu 17 November 2012, ceritanya LKM pekan ke dua nih...
Nah, ceritanya juga untuk LKM tahun ini aku jadi DP (Dewan Penguji), dan ini tahun ke empat aku ikuti LKM. Hahaha. Yeah, untuk tahun pertama di LKM aku jadi pesertanya ( lihat juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) ), tahun kedua aku jadi panitiannya, tahun ketiganya aku jadi apa ya? Dibilang pengawas bisa, dibilang pengarah bisa, dibilang apapun bisa deh.hehehe tapi gak masuk dalam kepanitiaan. Riweh? Pasti. Kebetulan anak P3K atau medis kalau ada apa-apa nanya ke aku juga selain ke teh Devi.
Seminggu yang lalu, 10 November 2012, LKM pekan pertama diadakan. Materinya sih tentang sidang gitu. Disini agak gimanaaaa gitu. Ngerti sih,, tapi aku masih belum bisa mengeluarkan taring. Lho? Ditambah DP yang hadir sangat sedikit. Gak rame deh. Merasa bersalah terhadap panitia, karena tugas sebagai DP tidak terlaksana. Mungkin ini karena banyaknya alumni yang datang juga. Dan mereka lebih banyak juga lebih semangat dalam sidang, jadi hampir semua dibabat sama alumni dalam hal pengujian. Huhu. Tapi sempet ada yang buka-bukaan segala nih, ada panitia yang keceplosan saat sidang, bilang DP ke peserta, tapi katanya, untung ada panitia lain yang mengalihkan arti DP itu sendiri, jadi DP itu Dewan Peninjau katanya... hahahaha ada-ada aja nih. Ya, sebagai Dewan Penguji tidak terlaksana, tapi sebagai Dewan Peninjau dalam sidang, terpenuhi. Hehehe
Dari awal sidang sampai akhir alumni dominan banget. Ada sih DP lain yang perannya dominan tapi kalah saing sama alumni. Alhasil, DP minggu pertama hari pertama, GAGALà menurut aku. Chaosnya bener-bener chaos. Dan emosinya emang emosi beneran nih. aku sih berusaha tuk jadi gak pro kemana-mana, tapi kalau yang salah, ya harus diluruskan. Disini pihak panitia dan DP sama-sama salah juga sih. Jadi bahan evaluasi juga, biar hari kedua gak ada masalah lagi antara DP dan Panitia, terutama untuk LKM pekan dua nanti, karena DP pasti sangat dibutuhkan. Jadi dari sekarang masalah harus diselesaikan dan jadi bahan evaluasinya. Terlihat aku pro ke panitia ya? Ya karena aku juga ngerti kalau aku jadi pihak panitia gimana, tapi aku juga ngerti gimana perasaan temen-temen seperjuangan saat LKM dulu alias temen seangkatan (karena yang jadi DP hampir semua angkatan 2009). Aah, bingung deh. Hahaaha
Nah, di hari kedua, saatnya Aksi. Isunya tentang Statuta UPI (lihat juga Save Statuta UPI!!! ) Setelah ngobrol-ngobrol sama panitia kemarin malem, jadi DP mau gak mau harus ngerti juga tentang statuta UPIbiar nyambung sama peserta aksi juga biar ada bahan buat ngujinya juga. Ya udah, malem sebelum aksi, aku sms tuh ke semua DP dan ngeshare artikel tentang Statuta UPI lewat grup berharap pada baca.hehe
Alhamdulillah, ternyata mereka baca. Hahaha dan yang dateng untuk aksi lumayan banyakan dari pada hari kemarin, alumni yang dateng sedikit dan ga jadi dominan untuk sekarang. Jadilah aku, Prisla, Nasrul tuk jadi pihak birektoratnya untuk nanti jalani adegan lobbying sama peserta aksi.
Dari jam 1 sampai jam 3 kami nunggu di kantin Jica. Lamaaaaaaaaaa banget kan? Disini kami diskusi tentang statuta UPI. Pokoknya bagaimana caranya kita adu argumen ke peserta, disini kami pro Statuta, meski dari lubuk hati yang dalam kontra banget sama draf statuta yang udah dibuat waktu 8 Oktober lalu. Sebelum kesana, kami bahas yang dasar-dasarnya dulu, dari pengertian Statuta, siapa kami, siapa perancang Statuta UPI, ini buat modal awal untuk mengalahkan peserta. hehehe
Setengah empat kurang, akhirnya mereka datang juga. Aku sih asyik minum, pokoknya kami pasang muka santai, gak langsung muka sangar ato galak dulu, karena pada dasarnya kami bermuka baik. Hahahaha. Dua orang laki-laki seorang perempuan. Mereka datang-datang langsung memperkenalkan diri terus langsung mengutarakan tuntutan mereka. Udah panjang lebar mereka bicara, kami patahkan tuh mental mereka dengan kalimat “kalian mau ke siapa?” nada lembut. Ahhahaha, mereka diam terpaku, bingung mau jawab apa. Terus ada adegan mengulangi adegan datang kerena mereka gak sopan ketika datang. Akhirnya 15 menit pertama kami lawan mereka dengan kata “siapa”. Mereka mau bertemu siapa, kami siapa, siapa yang mengurusi tuntutan mereka, ada berapa Pembantu Rektor (PR), tugas PR apa aja, yang ngurusin masalah ini PR berapa, dan lain-lain. Lumayan nih ngasih kuliah tebak-tebak masalah peran-peran atasan di UPI.
Sebenarnya, ada kalimat peserta yang hampir mengalahkan kami : “dalam keanggotaan MWA, disebutkan 9 orang dari masyarakat. Kami mau bertanya, memangnya siapa saja 9 orang itu, dan apa pengaruh 9 orang itu dalam MWA ini?” waw seketika aku berfikir keras untuk cari jawaban yang sesuai lah, ternyata Nasrul pun begitu, karena kami emang gak tau dan belum diskusi sampai kearah sana. Tapi dengan cepat dan cerdas Prisla bertanya balik “sebenarnya, kalian kesini untuk menyampaikan tuntutan atau bertanya? Kalau hanya untuk bertanya gak usah ada aksi-aksi seperti ini, mengganggu saja. Kalau mau menyampaikan tuntutan, langsung saja ke inti, apa tuntutan kalian?”. Yeah, akhirnya pertanyaan tadi lewat tanpa ada jawaban. Hahahaha dan kami, tetap menang.
Kecewa sih, karena selama nunggu mereka, kami berdiskusi terlalu jauh tentang Statuta juga dalam keanggotaan MWAnya sendiri, sedangkan materi yang dipelajari peserta masih yang dasar-dasarnya, jadi adu argumennya pun gak begitu sulit. Ada kalimat lucu yang dilontarkan peserta, kebetulan sedang membicarakan cara pemilihan mahasiswa untuk jadi anggota MWA. Jawabannya begitu idealis, tapi ada satu orang laki-laki menjawab : “caranya bisa lewat sidang yang diadakan oleh REMA” , aku tanya balik “ emangnya sidang apa?” dan dia jawab “lupa, sidang istimewa mungkin” jelas salah lah, terus mereka berfikir lagi, dan celetuk Prisla, Nasrul bilang “Sidang isbat??”“iya Pak, sidang isbat mungkin”. Hahahaha. Kocak banget !!! dan setelah setengah jam lebih berdebat, mereka kalah dan lobbying gagal. Yeaaaaaah.. kami menang !!! :D
LKM minggu pertama hari kedua cukup seru lah... tanpa ada nada naik, marah-marah, mereka kalah. Hahaha. Tapi ini sih berlaku untuk kami saja, aku Nasrul Prisla. Untuk DP yang diluar sana, teriak-teriak pastinya, juga muka judesnya pasti keluar. Hehehe.

0 komentar to “DP : Dewan Peninjau, Dewan Penguji, Dewan Pembantai (1)”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates