Hari ini, Sabtu 17 November
2012, ceritanya LKM pekan ke dua nih...
Nah, ceritanya juga untuk LKM
tahun ini aku jadi DP (Dewan Penguji), dan ini tahun ke empat aku ikuti LKM. Hahaha.
Yeah, untuk tahun pertama di LKM aku jadi pesertanya ( lihat juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) ), tahun kedua aku jadi
panitiannya, tahun ketiganya aku jadi apa ya? Dibilang pengawas bisa, dibilang
pengarah bisa, dibilang apapun bisa deh.hehehe tapi gak masuk dalam
kepanitiaan. Riweh? Pasti. Kebetulan anak P3K atau medis kalau ada apa-apa
nanya ke aku juga selain ke teh Devi.
Seminggu yang lalu, 10 November 2012,
LKM pekan pertama diadakan. Materinya sih tentang sidang gitu. Disini agak
gimanaaaa gitu. Ngerti sih,, tapi aku masih belum bisa mengeluarkan taring. Lho?
Ditambah DP yang hadir sangat sedikit. Gak rame deh. Merasa bersalah terhadap
panitia, karena tugas sebagai DP tidak terlaksana. Mungkin ini karena banyaknya
alumni yang datang juga. Dan mereka lebih banyak juga lebih semangat dalam
sidang, jadi hampir semua dibabat sama alumni dalam hal pengujian. Huhu. Tapi sempet
ada yang buka-bukaan segala nih, ada panitia yang keceplosan saat sidang,
bilang DP ke peserta, tapi katanya, untung ada panitia lain yang mengalihkan
arti DP itu sendiri, jadi DP itu Dewan Peninjau katanya... hahahaha ada-ada aja
nih. Ya, sebagai Dewan Penguji tidak terlaksana, tapi sebagai Dewan Peninjau
dalam sidang, terpenuhi. Hehehe
Dari awal sidang sampai akhir
alumni dominan banget. Ada sih DP lain yang perannya dominan tapi kalah saing
sama alumni. Alhasil, DP minggu pertama hari pertama, GAGALà menurut aku. Chaosnya bener-bener
chaos. Dan emosinya emang emosi beneran nih. aku sih berusaha tuk jadi gak pro
kemana-mana, tapi kalau yang salah, ya harus diluruskan. Disini pihak panitia
dan DP sama-sama salah juga sih. Jadi bahan evaluasi juga, biar hari kedua gak
ada masalah lagi antara DP dan Panitia, terutama untuk LKM pekan dua nanti,
karena DP pasti sangat dibutuhkan. Jadi dari sekarang masalah harus
diselesaikan dan jadi bahan evaluasinya. Terlihat aku pro ke panitia ya? Ya karena
aku juga ngerti kalau aku jadi pihak panitia gimana, tapi aku juga ngerti
gimana perasaan temen-temen seperjuangan saat LKM dulu alias temen seangkatan
(karena yang jadi DP hampir semua angkatan 2009). Aah, bingung deh. Hahaaha
Nah, di hari kedua, saatnya
Aksi. Isunya tentang Statuta UPI (lihat juga Save Statuta UPI!!! ) Setelah ngobrol-ngobrol sama panitia kemarin
malem, jadi DP mau gak mau harus ngerti juga tentang statuta UPIbiar nyambung
sama peserta aksi juga biar ada bahan buat ngujinya juga. Ya udah, malem
sebelum aksi, aku sms tuh ke semua DP dan ngeshare artikel tentang Statuta UPI
lewat grup berharap pada baca.hehe
Alhamdulillah, ternyata mereka
baca. Hahaha dan yang dateng untuk aksi lumayan banyakan dari pada hari
kemarin, alumni yang dateng sedikit dan ga jadi dominan untuk sekarang. Jadilah
aku, Prisla, Nasrul tuk jadi pihak birektoratnya untuk nanti jalani adegan
lobbying sama peserta aksi.
Dari jam 1 sampai jam 3 kami
nunggu di kantin Jica. Lamaaaaaaaaaa banget kan? Disini kami diskusi tentang
statuta UPI. Pokoknya bagaimana caranya kita adu argumen ke peserta, disini
kami pro Statuta, meski dari lubuk hati yang dalam kontra banget sama draf statuta
yang udah dibuat waktu 8 Oktober lalu. Sebelum kesana, kami bahas yang
dasar-dasarnya dulu, dari pengertian Statuta, siapa kami, siapa perancang
Statuta UPI, ini buat modal awal untuk mengalahkan peserta. hehehe
Setengah empat kurang, akhirnya
mereka datang juga. Aku sih asyik minum, pokoknya kami pasang muka santai, gak
langsung muka sangar ato galak dulu, karena pada dasarnya kami bermuka baik. Hahahaha.
Dua orang laki-laki seorang perempuan. Mereka datang-datang langsung memperkenalkan
diri terus langsung mengutarakan tuntutan mereka. Udah panjang lebar mereka
bicara, kami patahkan tuh mental mereka dengan kalimat “kalian mau ke siapa?”
nada lembut. Ahhahaha, mereka diam terpaku, bingung mau jawab apa. Terus ada
adegan mengulangi adegan datang kerena mereka gak sopan ketika datang. Akhirnya
15 menit pertama kami lawan mereka dengan kata “siapa”. Mereka mau bertemu
siapa, kami siapa, siapa yang mengurusi tuntutan mereka, ada berapa Pembantu
Rektor (PR), tugas PR apa aja, yang ngurusin masalah ini PR berapa, dan
lain-lain. Lumayan nih ngasih kuliah tebak-tebak masalah peran-peran atasan di
UPI.
Sebenarnya, ada kalimat peserta
yang hampir mengalahkan kami : “dalam keanggotaan MWA, disebutkan 9 orang dari
masyarakat. Kami mau bertanya, memangnya siapa saja 9 orang itu, dan apa
pengaruh 9 orang itu dalam MWA ini?” waw seketika aku berfikir keras untuk cari
jawaban yang sesuai lah, ternyata Nasrul pun begitu, karena kami emang gak tau
dan belum diskusi sampai kearah sana. Tapi dengan cepat dan cerdas Prisla
bertanya balik “sebenarnya, kalian kesini untuk menyampaikan tuntutan atau
bertanya? Kalau hanya untuk bertanya gak usah ada aksi-aksi seperti ini, mengganggu
saja. Kalau mau menyampaikan tuntutan, langsung saja ke inti, apa tuntutan
kalian?”. Yeah, akhirnya pertanyaan tadi lewat tanpa ada jawaban. Hahahaha dan
kami, tetap menang.
Kecewa sih, karena selama nunggu
mereka, kami berdiskusi terlalu jauh tentang Statuta juga dalam keanggotaan
MWAnya sendiri, sedangkan materi yang dipelajari peserta masih yang
dasar-dasarnya, jadi adu argumennya pun gak begitu sulit. Ada kalimat lucu yang
dilontarkan peserta, kebetulan sedang membicarakan cara pemilihan mahasiswa
untuk jadi anggota MWA. Jawabannya begitu idealis, tapi ada satu orang
laki-laki menjawab : “caranya bisa lewat sidang yang diadakan oleh REMA” , aku
tanya balik “ emangnya sidang apa?” dan dia jawab “lupa, sidang istimewa
mungkin” jelas salah lah, terus mereka berfikir lagi, dan celetuk Prisla,
Nasrul bilang “Sidang isbat??”“iya Pak, sidang isbat mungkin”. Hahahaha. Kocak banget
!!! dan setelah setengah jam lebih berdebat, mereka kalah dan lobbying gagal. Yeaaaaaah..
kami menang !!! :D
LKM minggu pertama hari kedua cukup
seru lah... tanpa ada nada naik, marah-marah, mereka kalah. Hahaha. Tapi ini
sih berlaku untuk kami saja, aku Nasrul Prisla. Untuk DP yang diluar sana, teriak-teriak
pastinya, juga muka judesnya pasti keluar. Hehehe.



