Selasa, 25 September 2012

Darah di Kampung Darah

,


25 September 2012.
Hari ini, tempat yang biasa ditogkrong oleh anak-anak yang punya bakat dan minat yang berbeda-beda, cukup ramai dengan darah. Perang darah di kampung darah, yang setiap orang berbondong-bondong ingin mendonorkan darahnya. Entah karena rasa kesukarelaannya untuk membantu sesama, atau karena ada iming-iming dapet hadiah bagi pendonor. Haha. Hadiahnya waktu itu flashdisk untuk 100 pendonor. Lumayan kan? Hehe, dan aku pun jadi pesertanya.

Percobaan sering dilakukan sebelum ada donor darah pada hari ini. Gagal di berat badan, kadang di tekanan darah,dan kadang di Hb. Tapi (tes tekanan darah dan Hb) tidak pernah terjadi, karena aku sudah gagal duluan, berat badan jadi faktor utama aku ditolak untuk donor darah. Kebetulan sebelum tiba hari ini, seminggu sebelumnya ada donor darah lagi yang diadakan oleh ormawa yang berbeda. Dan tetap gagal, ditolak. Syaratnya mulai menaik, berat badan minimal 47 Kg, persiapan dilakukan maksimal, makan yang banyak selama seminggu demi berhasilnya mendonor. Nah seminggu ini aku bekerja keras gimana caranya agar berat badan naik. Ya, seminggu naik 2 kilo lah.

Hari ini pun tiba, tapi sayang aku terserang batuk, tapi tidak makan obat. Dan apakah berat badan aku mencapai 47 Kg kah? Awalnya ragu dan malu, temen-temen gak ada yang daftar donor, padahal ingin ada teman. Akhirnya adik tingkat ngajak. Dan mulailah kecurangan terjadi. Hehe, milih timbangan yang rada kelebihan, dan sesuai rencana LOLOS!!! 47 Kg. hehe maksain sih, berpengaruh gak ya nantinya? Ah, tapi belum tentu juga tensi darah dan Hb memenuhi syarat. Tes berikutnya tensi darah, dan ternyata.... eh?? Lolos lagi??? Waaaaah.. mulai deg-degan nih. Hehe. Selanjutnya Hb, saat itu Hb aku 13,5 . aku nanya ke petugasnya, minimal berapa bu? 12,5 jawabnya. Berarti?? Yeaaaaaaaaaaaaay!!!! Akhirnyaaaa! Akhirnya setelah menunggu beberapa tahun, kesampaian juga untuk donor darah. tapi entah kenapa jadi deg-degan. Luar biasa gugup. Huhu.

Dan saatnya donor. Hem. Ngeri ternyata setelah tiduran ditempat darah kita dialirkan ke sebuah kantung yang kuotanya, mungkin 200cc kali ya? Hehe. oh.. ditengah darah disedot, terasa keram ternyata. Oh ini toh darah aku itu... merahnya gitu yaa.. ini pertama kalinya darahku diambil sebanyak ini, pernah sebelumnya tapi tidak sebanyak ini, hanya untuk uji lab. Darah yang dulu pernah mengalir ke tubuhku, kini giliran aku tuk mengalirkan darahku untuk orang lain. Ah, rasanya senang!

Akhirnya aku dapat kartu donor juga!!! Yeaay, kartu warna putih untuk darah golongan A. Aku sampai lupa tuk ngambil konsumsinya. Padahal dulu waktu kecil yang aku incer adalah makanannya. Haha, tapi sekarang beda cerita. Nah, bonusnya, aku dapat Fd tuh. Ga semua pendonor dapat Fd. Jadi kita ngambil undian gitu, dan ternyata dapat. Ah, ini mah bonus pertama kalinya aku bisa donor darah. hehe.

Denger dari beberapa orang, yang donor darah bisa sampai pingsan. Aku sih dari dulu emang ga pernah ngerasain pingsan, apa mungkin sekarang aku bakalan pingsan gara-gara donor darah? dan ternyata itu gak terjadi. Sejam setelah donor, aku baru ngera efeknya. Pusing. Keringat dingin, tapi gak sampai pingsan sih. Alhamdulillah. Hehe 


-ditulis 11 Februari 2014

Minggu, 16 September 2012

Jadi Artis di Diklat Keuangan Ormawa, Nih !

,


Bismillahirrohmannirrohiim

Dua hari ini, Sabtu Minggu, 15-16 September ada Diklat keuangan gitu deh.
Ceritanya, hari pertama khusus untuk himpunan dan hari kedua untuk UKM. Di hari pertama, tempatnya di UC (Universitas Center). Bicara tentang tempat, jadi teringat bagaimana perjuangan cari tempat. Lebay sih kedengarannya, hehe, tapi ya itulah kenyataan. Aku sih sebenernya ga jadi panitia, SC lah bisa disebutnya. Tapi ikut turun ke teknis juga. Nah untuk cari tempat ini ada cerita tersendiri, perjuangan Nana (ade tingkat aku sejurusan), aku, juga Dewi, bolak balik nanya tentang tempat. Yang lebih heboh sih Nana. Asalnya itu himpunan hari Minggu, dan UKM hari Sabtu, untuk UKM sengaja cari tempat yang lebih kecil karena kemungkinan yang datang sedikit. Untuk himpunan, cari tempat yang lebih gede. Dikarenakan UC dipakai hari Minggunya, kosongnya Sabtu, jadi ditukerlah jadwal diklatnya, jarkom ulang deh. Dan yang lebih “wew” itu, berarti tampilnya dipercepat dunk??

Tampil? Emang tampil apaan?
Jadi di diklat keuangan ini acaranya selain pembukaan seperti tilawah dan sambutan-sambutan, ada juga materi tentang keuangan. Sub babnya tentang arus masuk keluar keuangan. Kenapa UKM dan himpunan dipisah??? Ya karena beda isi dan beda apa yang harus dibahasnya.
Untuk himpunan ini diisi oleh Dewi saat menyampaikan materi arus masuk keluar keuangan himpunan, ada tentang pajak juga, lalu diisi oleh aku saat workshop pembuatan APBO dan SPTB.
Apa tuh APBO?
Apa tuh SPTB?
APBO singkatan dari Anggaran Pengeluaran Belanja Organisasi, diajukannya sebelum uang IUK dicairkan. Dan kita bikin APBO sesuaikan dengan uang akan diterima. Emang berapa??? Uang yang diterima itu sebesar jumlah mahasiswa dikali Rp. 152.000
Jadi kalau jurusan “apaadanya”(contoh) jumlah mahasiswanya 100 orang, berarti akan dapat uang 100 X Rp.152.000 = Rp. 15.200.000
Kan gak tau nih jumlah mahasiswanya?? Ya tanya donk ke bagian departemen organisasi himpunan, kalau gak tau juga, tanya ke jurusan, kalau gak tau juga tanya ke bagian fakultas, kalau ga tau juga tanya ke bagian akademik di BAAK.
Lanjut, nah, buat tuh APBO sebesar Rp. 15.200.000
Formatnya? (dibuat tabel ya)


APBO himpunan “apaadanya”
Periode Januari –Desember 2012
No.     Nama kegiatan                     Anggaran             Tanggal Pelaksanaan       Penanggung Jawab            TTD                                 

Nama kegiatan ini diisi sama proker yang sudah disyahkan di raker, anggarannya juga, tanggal pelakasanaannya juga, penanggung jawab pasti ada Pjnya lah, ttd deh.
Yang perlu jadi perhatian, kegiatan yang ditulisnya yang terjadi di bulan januari – desember 2012 ya.
Jadi kalau kegiatanya dilaksanakan tahun 2013, gak syah.
Untuk kepengurusan yang menganut kaya semesteran sekolah, berarti kegiatan bulan dimulai dilantik sampai Desember 2012.
Saran sih, ngambilnya jangan kegiatan yang diakhir Desember, jadi maksimal kegiatan yang ditulis di APBO itu awal desember, biar gak repot dalam menyerahkan SPTBnya.
Nah, SPTB, apa?
SPTB singkatan dari Surat Pertanggungjawaban Belanja. Sebenernya kaya nyalin bukti pengeluaran kaya kwitansi, nota, memo, struk belanja, dll, ke tabel.
Yang penting sih si bukti pengeluaran ada unsur :
Nama toko/ penjual
Tanggal belanja
Belanja apa?
Berapa harganya?
Ada NPWP ga? (itu lho, no pajak, biasanya suka ada kalo disupermaket gitu, no NPWPnya muncul distruk) klo ga ada, ya udah tinggal tulis ga ada
Harus ada ttd penjualnya/penjaga tokonya, kecuali klo disupermarket yang motanya berbentuk struk belanja.

Nah pengeluaran 250rb-1 juta pakai materai 3000
Pengeluaran diatas 1 juta pakai materai 6000 jga kena pajak juga

Nah, seperti itu aku ngejelasin panjang lebar, sampe sejam kalau gak salah. Semoga aja pada ngerti. Hehehe. Bahasanya yang agak.. yaaa semoga bikin mereka cepet ngerti. Dan maaf deh, kalau kecepetan.
Oke, dilanjut dengan talkshow antara himpunan jurusan ilkom dan manajemen bisnis. Mereka diundang sebagai himpunan yang suka sukses bikin acara, dan tembus tuh proposalnya, keren dah. Jadi sharing gitu deh gimana dengan uang yang dikit bisa surplus gede.
Dilanjut acara pengumuman reward untuk datang yang paling pagi dari Imaksi, dan yang paling partisipasi dalam penarikan iuk mala gel.1 yaitu dari HMK, himpunan Kimia (yeeee! ^o^) karena paling banyak yang bayar sampai 4 angkatan. Lalalalalala yang lainnya jangan kalah yaaaaa
Dilanjut pencairan iuk mala deh.... yang belum, pencairan bisa dilakukan mulai senin, 17 September di sekre PKM

Hari keduanya bagian UKM, di Ilkom. Yang ngisi Urlim dan Dewi. Asalnya untuk soal SPTB mau sama aku lagi,, tapi takut ditanya macem-macem ah, jadi sama Dewi aja. Hehehe, pastinya sebelumnya penyamaan presepsi dulu agar sama.
UKM ini lebih cepat nih, talkshownya dari Hipmi, sama, dipilih karena dia ukm yang bisa ngundang sponsor banyak dan acaranya sukses.
Huaaaaaaaaaaaa... tapi perjuangan masih belum cukup, ini hanya satu langkah dalam pencerdasan dalam administrasi keuangan,, untuk selanjutnya mungkin road to fakultas untuk pelatihan keuangan yang skala orangnya lebih kecil lagi jadi biar kejamah semua (begitulah saran dari beberapa himpunan)
Udahnya?? Evaluasi kegiatan, terus Foto-foto deeeeeeeeeeeeeeeeeh :D

masih rapi...ah urlim ga kompaaaaaak nih ><
dari atas kiri--> Fitri(staf internal),Eka,Anggun,Nurul (staf eksternal),
bawah kiri-->Aku (dir. internal) ,Dewi (menteri keuangan),Urlim(dir.eksternal)
setelah pakai jakeeeet....
ceritanya disamakan gayanya, tapi dewi jutex amet ya?
mana gayanyaaaaaaaa????? + Nova(bendahara kementrian dalam negeri)


Ingin A Juga Dooooooooonk....

,
Bismillahirrohmanirrohiim.


Ceritanya aku baru pulang dari kampus nih, sekitar jam 7an malam. Saat itu mamah bapak lagi kumpul. tergeletaklah majalah tentang mobil di meja depan TV. Aku yang biasanya langsung ke kamar, untuk saat ini sih mejeng dulu di depan TV dengan perlengkapan masih kumplit, tas masih digendong, sarung tangan masih nempel ditangna, pokoknya masih kumplit deh! singkat cerita (pending beberapa menit lah untuk cerita sampai detail aku ngapain aja) piring udah di tangan, makan ceritanya. Makan sambil baca majalah mobil, asik juga tuh.
"mah tingal, ieu nu gaduh mobil sami-sami angkatan 2009, saangkatan sareng teteh, tapi mukana leuwih tuaan ieunya, pedah anak ITB kitu?"------->Mah, lihat, ini yang punya mobil sama angkatan 2009, seangkatan dengan teteh, tapi mukanya lebih tua ini, karena anak ITB gitu?
Kebetulan itu majalah mobil yang ada komunitasnya di bandung. rata-rata komunitasnya kelahiran 91.
Bapa yang duduk di kursi di belakang aku (aku duduk di bawah beralaskan karpet dengan mamah) tiba-tiba bilang
" teh, nambut KTP kanggo mobil " --------> Teh, pinjam KTP untuk mobil
" Naha kudu ngangge KTP teteh, Pak?"-----> Kenapa harus pakai KTP teteh, Pak?
" Mobilna atas nama teteh"
" Bade meser mobil deui??? Kanggo teteh?? hehehe"---> Mau beli mobil lagi?? untuk teteh?? hehehe (waktu bener-bener seneng banget deh, kalau beneran beli mobil untuk aku. hahaha tapi gak mungkin, nyetir aja gak bisa, trus mau disempen dimana??? garasi sempit gitu gak akan masuk mobil dua. Ah paling cuma candaan bapak aja kali ya...

Bapak pun ke masjid. Tinggallah mamah dan aku berdua. Eh mamah tiba-tiba melanjutkan perbincangan tadi.
"Teh, diajar atuh kana mobil.."-----------> teh, belajar atuh ngendarai mobil

hem.. kayanya mau tuker tambah deh. asa sayaaaaaaaang banget kalau diganti.
dan wew. tumben udah ada lampu hijau buat ngulik dunia mobil. hehe
pernah waktu itu setelah pulang dari manaaa gitu, lupa, kan sampai rumah garasi masih dikunci, nunggu mamah buka kunci rumah, iseng minta bapa buat aku aja yang masukin ke garasinya, pengen nyoba gitu.. tapi hasilnya?? GAK BOLEH. huhuhu

hampir sama dengan cerita aku bisa sampai diizinin belajar motor juga sih.
waktu SMP, pernah aku bilang kalau gak mau belajar motor. ingin dibonceng aja. tapi setelah SMA, pikiran itu berubah drastis. hehehe, sejak kapan ya?? mungkin mulai membangun niat tuk belajar kelas 1 SMA. tapi gak kesampaian, sampai suatu saat temen sepermainan aku sejak SD belajar motor dengan bapanya. kabitalah aku. hahaha. ingin belajar jugaaaaa.. tapi terkendala motornya, kebetulan waktu kelas 1 SMA kena musibah kemalingan motor, jadi harus nunggu ada motor lagi. tapi dapetnya mobil, hehehe tapi ya gitu lah, mobil jaduuuuuuuuuuuuuuul. terus akhirnya beli motor yang bagusan dikitlah. bagus denk,hehehe.-->harus bersyukur.
Nah, entah berapa lama ya? lumayan bentar sih, untuk bisa seimbangin motornya, karena ada dasar aku bisa sepeda juga, jadi gak begitu sulit.
awal latihan sih selalu gigi 1. hahahaha.parah ya? jadi tangan dan kaki belum bisa bekerja secara bersamaan.
belajar ngerem, dan selalu pakai rem tangan
belajar nyalain lampu
belajar ngerem pakai kaki
belajar pindah gigi
belajar menyatukan itu semua. hoho
dan alhasil, lebih cepat perkembangan belajarnya daripada temen aku yang ngabibita aku itu.hehe

kelas 3 udah agak lumayan, dan setiap pagi selalu kesekolah pakai motor sejauh 300 meter dari rumah (jadi rumah ke jalan raya itu kira-kira 700-800 meteran lah) nah sisanya jalan kaki, terus ngangkot deh. lha?? motornya??? ada ade aku yang bawa kembali ke rumah. jadi ade aku udah lebih jago, masih kelas 6 SD sih, tapi laki-laki. hari demi hari makin mendekati jalan raya naik motornya..
300 meter
400 meter..
pokoknya sambil belajar juga, tetep belajar, belajar nyelip, rem ketika depan ada mobil (kebetulan jalan nya masuk mobil juga, jadi kaya miniatur jalan raya juga sih, bedanya gak ada polisi, adanya polisi tidur.hehe)

sampai lulus pun, aku tetep gak boleh bawa motor ke kampus. haduuuuuuuuuh
tahun pertama sih ngangkot. kalau sekolah pagi, minta anter. manja deh, tapi kasian juga ngerepotin ortu.
akhirnya saat SP di tahun pertama, temen yang selalu bareng ngangkot kalau pulang, kini bawa motor. jadi aku nebeng deh, kadang juga aku nyoba yang nyetir. eh sebelumnya sih pernah nyoba juga naik motor ami, temen SMA yang kuliahnya juga satu fakultas beda jurusan. dia main kerumah buat minta ajarin sesuatu, terus keupinya bareng, dan hal yang paling berani, aku minta ke Ami tuk ngendarai motornya sampai UPI. pertama kalinya turun ke jalan deh. belum punya SIM. hahaha. entah apa yang dirasakan Ami, kayanya takuuuuuuuut banget. hehehe. ternyata perjalanan ke UPI makan waktu 1 jam, untuk pertama kalinya. cuma ngirit setengah jam ternyata, dari naik angkot.

singkat cerita lagi, aku suka cerita-cerita ke ortu tentang pengalaman aku naik motor ke jalan. dan alhasil,, disaat umurku 19 tahun, ortu ngasih hadiah tuh,, bikin SIM C. horeeeeeeeey!!!! motornya?? pakai yang ada aja. bergigi. tapi alhasil, ortu jadi gak pake motor, jalan kaki, malah naik ojek. hiks. kasian juga sih..
beberapa bulan setelah dapat SIM, tepatnya Oktober, munculah si Beat Pink menuhi garasi rumah. hhehehe
bersyukur banget lah, kebetulan setahun lalu bapak ganti mobil juga yang rada bagusan. alhamdulilah...

Dan sekarang... dompet aku, bakal kedatangan SIM A kah???
Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya..
semoga... suatu saat nanti

Incaran bapak (katanya) aamiiin... semoga :D


Jumat, 14 September 2012

Mahasiswa Tingkat Akhir, kah???

,
Bismillahhirrohmanirrohiim

Hari ini gak ada kuliah Seminar, tapi gantinya ada ekspos KBK yang diadain sama jurusan kerjasama dengan BEM HMK. dilaksanakan di E406 jam setengah 1, jarkomnya mah, tapi banyak yang telat ternyata. aku juga telat, hehe tapi karena ke bank dulu sebelumnya.lanjuuuuut

Apaan tuh KBK??
Kelompok Bidang Kajian
Emang ada apa aja?
Nah, selama kurang lebih dua jam setengah, dapatlah info kalau KBK di pendidikan kimia itu ada 10 .
1. Inovasi pembelajaran
2. Pembelajaran berbasis ICT
3. Pembelajaran Kontekstual
4.Assessment
5.Praktikum berbasis inquiry
6. Strategi pembelajaran kooperatif
7.Pembelajaran kimia ideal
8.Pembelajaran pemecahan masalah
9.Pembelajaran intertextual
10. Pembelajaran sains berfikir tingkat tinggi berbasis IT (kalau gak salah, hehhe)

normalnya tuh, tiap KBK 10 orang kuota, jadi semua kebagian. tapi ternyata masing masing KBK beda-beda kuota. malah yang banyak peminatnya (mungkin karena dirasa gampang, atau menarik, atau dosen pembingbingnya baik-baik, dll) kuotanya sedikit. hanya 6 orang kalau tidak salah. wew. pokoknya kebanyakan kuotanya dibawah 10.
yang kuotanya 10 hanya no 2.
no 5 kuotanya 20 orang.

kebetulan akhir dari acara ini pembagian kelompok, maksudnya kita pilih kelompok mana buat payung skripsi nanti.
nyebelinnya pengisiiannya di depan, otomatis anak-anak yang di belakang pada maju. belum juga MC bilang peraturan cara pengisiiannya, eh, udah diserbu aja tuh kertas. beuh... aku mau ikut-ikutan, tapi da males pasedek-sedek. tapi takut gak kebagian KBK juga nih. incaran aku sih KBK no 1,2,6, atau 7.

nah, ditengah-tengah keributan ini, ada yang sempet-sempetnya foto. beuuuuuh.. ada beberapa yang langsung ambil kertas terus dibawa kabur kesuatu tempat, dan diisi disana. ada yang main sikut. heboh deh. kertas yang pertama dilihat KBK intertextual, tapi ternyata udah gak ada kuota lagi. ya udah aku langsung cari kertas lain yang didepan.

bertemulah dengan Ridla, Sarin, Uwi, ngisi apa mereka? saat dilihat... MEDIA
bentar, MEDIA disini KBK no berapa??
ternyata no 2 kawan!!! dan itu masih 3 orang peminatnya.. busyeeeet deh. langsung diisi deh. heran juga sih, ko KBK ini sepi ya??? beda dengan yang lain sampai parebut-rebut.
ungkin dah jodohnya aku di MEDIA. jadi dipermudah tanpa ada saling rebut-rebutan.
dan orang-orangnya?? lho? dari matkul WEB, Pembuatan Video, metlit yang bidang media, ketemunya ya sama mereka-mereka lagi, Uwi,Ridla. hahahaha tetep istiqomah di media yaaa :D
semoga ini yang terbaik deh :D

kalakuan yaaaaa... hahahaha
sampai dibawa ke bawah. ckckckck
_________________________________________________________________________________

pulangnya langsung ke sekre tuh, beuuuh.. bawaan klo ke sekre itu, tiba-tiba kepala asa beraaaaaaaaat banget. bingung tingkat tinggi, beban selain kuliah, dilengkapi disini.

akhirnya setelah rapat buat diklat keuangan besoknya, pulang tuh bada magrib. tapi gak langsung pulang.
aku mampir ke Gr*ya Pahlawan.
mengenang saat SMA dulu, suka main kesini
belanja lah makanan. sifat konsumtifnya keluar deh. beeeuh.. terus naik lantai 2, liat jaket bagus-bagus, sepatu juga. waaaaaaaaah jadi ngiler.. harus nabung berapa bulan ya?? hahahha
lanjut ke lantai 3, lihat makanan. lho?? akhiirnya aku labuhkan tujuan akhirku di tempat makan yang lumayan mahal. mau icip tujuannya, sambil melepas stress sejenak, tapi uang melayang yang ada. hehe lagian waktu SMA, mana mungkin bisa jajan disini. uang bekelnya ga cukuuuuuuup :D tapi mending makan di 5*u sih

banyakan yang di kampus ah

tapi enak juga.. malem-malem kesini.. ngerjain tugas disini.. hahahaha ------> jam 8 malam ini teh

jam setengah 9, akhirnya aku pulang deh ke rumaaaaaah.. siap-siap buat besok pagi
hehehe.. sengaja duduk deket kaca. lalalalla kegambarlah yaaa... ruangnya kaya gimana

Molecular Structure of Nucleic Acids

,

Molecular structure of nucleic acids

A structure for deoxyribose nucleic acid
We wish to suggest a structure for the salt of deoxyribose nucleic acid (D.N.A) this structure has novel features which are of considerable biological interest.

A structure for nucleic acid has already been proposed by pauling and corey. They kindly made their manuscript available to us in advance of publication. Their model consists of three intertwined chains, with the posphates near the fibre axis, and the bases on the outside. In our opinion, this structure is unsatisfactory for two reasons:
1.        We believe that the material which gives the x-ray diagrams is the salt, no the free acid. Without the acidic hydrogen atoms it is not clear what forces would hold the structure together, especially as the negatively charged phosphates near the axis will repel each other.
2.      Some of the van der waals distances appear to be too small.

Another three-chain structure has also been suggested by fraser (in the press). In his model the phosphates are on the outside and the bases on the inside, linked together by hydrogen bonds. This structure as described is rather ill-defined, and for this reason we shall not comment on it.

We wish to put forward a radically different structure for the salt of deoxyribose nucleic acid. This structure has two helical chains each coiled round the same axis (see diagram). We have made the usual chemical assumptions, namely, that each chain consists of phosphate diester groups joining β-D-deoxy-ribofuranose residues with 3’, 5’ linkages. The two chains (but not their bases) are related by a dyad perpendicular to the fibre axis. Both chains follow right-handed helices, but owing to the dyad the sequences of the atoms in the two chains run in opposite directions. Each chain loosely resembles furberg’s model no 1 : that is, the bases are on the inside of the helix and the phosphates on the outside. The configuration of the sugar and the atoms near it is close to furberg’s ‘standars configuration’, the sugar being roughly perpendicular to the attached base. There is a residue on each chain every 3 4 A in the z-direction. We have assumed an angle of 36’ between adjacent residues in the same chain, so that the structure repeats after 10 residues on each chain, that is, after 34 A. The distance of a phosphorus atom from the fibre axis is 10 A. As the phosphates are on the outside, cations have easy access to them.

The structure is an open one, and its water content is rather high. At lower water contents we would expect the bases to tilt so that the structure could become more compact.
The novel feature of the structure is the manner in which the two chains are held together by the purine and pyrimidine bases. The planes of the bases are perpendicular to the fibre axis. They are joined together in pairs, a single base from one chain being hydrogen-bonded to a single base from the other chain, so that the two lie side by side with identical z-co-ordinates. One of the pair must be a purine and the other of pyrimidine for bonding to occur. The hydrogen bonds are made as follows: purine position 1 to pyrimidine position 1; purine position 6 to pyrimidine position 6.

If it is assumed that the bases only occur in the structure in the most plausible tautomeric forms ( that is, with the keto rather than the enol configurations) it is found that only specific pairs of bases can bond together. These pairs are : adenine (purine) with thymin (pyrimidine), guanine (purine) with cytosine (pyrimidine).
In other words, if an adenine forms one member of a pair, on either chain, then on these assumptions the otheeer member must be tymine : similarly for guanine and cytosine. The sequence of bases on a single chain does not appear to be restricted in any way. However, if only specific pairs of bases can be formed, it follows that if the sequence of bases on one chain is given, then sequencce on the other chain is automatically determined

It has been found experimentally 3,4 that the ratio of the amounts of adenine to thymine, and the ratio of guanine to cytosine, are always very close to unity for deoxyribose nucleic acid
It is probably impossible to build this structure with a ribose sugar in place of the deoxyribose, as the extra oxygen atom would make too close a van der waals contact.

The previously published X-ray data 5,6 on deoxyribose nucleic acid are insufficient for a rigorous test of our structure. So far as we can tell, it is roughly compatible with the experimental data, but it must be regerded as unproved until it has been checked against more exact results. Some of these are given in the following communications. We were not aware of the details of the results presented there when we devised our srtucture, which rest mainly though not entirely on published experimental data and stereochemical arguments.

It has not escaped our notice that the specific pairing we have postulated immediately suggest a possible copying mechanism for the genetic material
Full details of the structure, including the conditions assumed in building it, together with a set of co-ordinates for the atoms, will be published elsewhere.

We are much indebted to Dr. Jerry Donohue for constant advice and criticism, especially on inter-atomic distances. We have also been stimulated by a knowladge of the general nature of the unpublished experimental results and ideas of Dr. M. H. F. Wilkins, Dr. R. E. Franklin and their co-worker at king’s collage, london

Medical research council unit for the Study of the molecular structure of biological systems, Cavendish laboratory, cambrige.

_________________________________________________________________________________

hahaha.. kerjaan matkul bioteknomogi nih!! ngeresume ginian,, karena bentuknya pdf gak bisa di copas, akhirnya diketik ulang demi ditranslet ke si google translet.. hehehe. ternyata ngetiknya lamaaaaaa banget
 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates