Minggu, 27 Mei 2012

Sehari Menjadi Direktur Keuangan ^o^

,
bersama Nova (yang ditengah) dan teteh DPM bagian Dagri. lupa namanya. hehe

Hari ini ceritanya ada Training Advokasi gitu deh. Nah, 2 malam sebelumnya, di smsin tuh sama Nova, anak Dagri. “ teh, mau yah, bantuin di Travo jadi direktur keuangan??”. Ga ngerti sih, sebenernya tugasnya ngapain. Aku okein aja. Saat hari H-nya, kan disuruh kumpul tuh di UPI center, ya udah kesana pake motor, dan aku gak tau dimana harus nyimpen si beat. Haha. Soalnya di sekitar UPI center atau kita singkat aja ya, agar gak ribet, UC, nah di UC itu berjejer plang dilarang parkir. Karena kau orangnya taat aturan, hehe, ya sudah, parkirlah di LPPM. Haha. Eh ternyata banyak juga anak-anak panitia juga peserta Travo yang parkir di daerah UC. sial -_-
Nah, breafing dulu tuh... jadi ceritanya akan diadakan simulasi advokasi, yang sebelumnya udah dikasih materi. Gak tanggung-tanggung acara Travo ini diadakan 2 hari, agar mantap mungkin. Aku kebagian di pos 4 sebagai direktur keuangan UPI nih bersama Nova. Tepat direktur keuangan itu di sofa bagian depan, sedangkan Pembantu Rektor 3 yang diperankan Dudi yang ceritanya lebih tinggi dari pada Direktur Keuangan malah ditempatkan di tangga. Proteslah dia. Haha. “masa saya di tangga??” kurang lebih seperti itu lah protes yang Dudi lontarkan ke Yudi. Yudi yang merupakan staffnya Dudi (ceritanya, eh, nyatanya denk, Dudi ini Menteri Dalam Negeri.hehe), menuruti apa yang dimau Dudi. Haha carita apa sih aku ini??? -__-. Singkat cerita akhirnya Dudi sang Pembantu rektor 3 ditempatkan di sofa depan yang satunya lagi, jadi tempat kami bersebrangan. Pejabat-pejabat yang lainnya??? kurang tau dimana mereka. Hehe.
Dimulai tuh simulasinya. Isunya tentang beasiswa atau penangguhan ya? pokoknya untuk calon mahasiswa yang tidak mampu. Ada sekitar 400 siswa yang terancam gak bisa masuk UPI. (sebenernya secara detailnya aku lupa banget. Beneran deh. Lupa! Kalau ada yang mau bantu mengingatkan, alhamdulillah deh.. hehe). Nah, peserta ini diberi waktu untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara mengunjungi ke barbagai pihak yang terkait. Dikarenakan masalah ini berhubungan dengan uang, jadi pos 4 gak pernah sepi nih. Mereka beranggapan jalurnya ke direktur keuangan dulu.
 Untuk kelompok pertama yang berkunjung sih, dikasih senyum palsu gitu deh, gak terlalu banyak debat, disuruh keluar ruangan (ceritanya berada diruangan) nurut aja. Kelompok berikut-berikutnya agak dijudesin. Kalau untuk perang lidah, itu mah pasti. Yang pasti tugasnya para artis (para pemeran bapak ibu pejabat) itu membuat para peserta kebingungan, harus lari ke mana? Harus ke pos mana? Pokoknya dipingpong kemana-mana. Tapi, untuk kelompok yang sebelumnya merhatiin, terus ngerti, mungkin akan melewati jalur yang sebenernya. Ga ujug-ujug protes ke direktur keuangan atau malah langsung ke rektor. Hadeuh... dan ini terjadi pada 2 kelompok yang keukeuh sampai debat sama aku, mereka merasa yakin kalau jalurnya salah satunya ya ke direktur keuangan. Sempet kalah juga sih, tapi ya sepinter-pinternya kita untuk memutar balikkan omongan si peserta. sampe ditonton dan didengar sama kang hamdan pula. Haduh...
Jadi jalur yang benar?? Tidak ada kunjungan ke direktur keuangan pemirsa! Jadi yang pertama dilakukan itu ke DKM Alfurqon terlebih dahulu. Kalau semua persyaratan udah diurusi disana, langsung ke bagian Akademik di BAAK terus ke Kemahasiswaan terus ke Akademik lagi. Itu idealnya. Gak tau ya, realnya bagaimana, apakah dipingpong atau gak. Yang pasti pingpongnya simulasi ini gak seberapa jika dibandingkan dengan para pejabat asli UPI. Semangat aja ya!
Sekitar dzuhur akhirnya beres juga simulasi, tapi gak langsung minggat, download dulu. Hehe. Luar biasa, ngedownload di youtube pakai IDM kecepatannya 2MB/sec lho!! Kalau di Jica mungkin nunggu sampai menjelang magrib baru bisa cepet. Jadi pulangnya pun sampai anak-anak dagri rapat evaluasi (kecanduan download. Hehe)



Sabtu, 26 Mei 2012

Ketika Gebyar MengGebyarkan Raga

,
para (sebagian) atlit kimia 2009 B :D
Sabtu, 26 Mei 2012. Hari ini ceritanya ada gebyar gitu deh. Sebenernya dimulai dari kemarin magrib dengan lomba futsal. Gebyar kali ini gebyar ke 3 kalinya selama aku menjadi mahasiswa kimia. Ada kesan yang beda deh!!! Ko bisa? Yups, karena selama gebyar, hanya gebyar tahun ini saja aku berkeringat asli. Lho??
Jadi begini ceritanya, gebyar pertama saat tingkat satu, aku kan jadi panitia, jadi berkeringat karena aku untang anting, maksudnya pergi kesana pergi kesini gitu deh, tapi kalau tim atlit kelas kimia B 2009 lagi beraksi ya loncat-loncat kegirangan untuk menyemangati, hehe, jadi cape karena teriak-teriak gitu. Untuk tahun kedua, aku jadi pengawas, kerjaannya ya jadi penonton aja, dan tetep kalau tim atlit kelas kimia B 2009 lagi beraksi, aku melakukan hal yang sama seperti tahun kemarin.
Naaaaaah, untuk tahun sekarang, aku kan tidak ikut gebyar dari awal banget, hanya tengah-tengah sampai akhir saja, jadi dengan nyantai aku datang agak siang. Hehe. Dan kondisi udah rame gitu deh, sedikit kaget sih, hehehe. Terus waktu itu anak kimia B yang dateng hanya sedikit (heeeeeeeey, pada kemana kaliaaaaaaaaan >.< ) , jadi yang mengikuti lomba yang dateng aja. Tenk... giliran tim voli kelas 2009 B lawan kelas 2009 A, saat asyik-asyiknya nonton, “tim bakiak kelas 2009 B!!!” teriak panitia. Wah? Sekarang waktunya lomba bakiak? Gimana nih, orang-orangnya pada dinas semua (baca: main voli ). Yang tersisa, atau yang jadi penonton hanya ada aku, Anin, Nabil, Uwi, Elsa, dan.. tidak ada lagi.
Akhirnya kami kecuali Elsa jadi tim bakiak dadakan. Waw haha. Sebelum lomba kami latihan gitu deh. “kanan! Kiri! Kanan! Kiri! Kompak dalam berbicara, tapi tidak kompak dalam melangkah. Mungkin hati kita belum bersatu, lemnya habis sih, hehe. Awal-awal lama untuk menyesuaikan diri dengan si bakiak.  Setelah beberapa menit kami latihan menyatukan hati, beuuuuuh.. akhirnya kami putuskan untuk diangkat saja, tidak digesek. Pertandingan dimulai. Lawan 2010. Satu dua tiga (bacanya seperti orang yang menghitung dalam perlombaan ya, biar menghayati. Hehe ). Mulailah beraksi, tanpa dukungan siapapun karena orang-orang pada dinas semua. Heu, sedih. Baru beberapa langkah, tepatnya saat belokan pertama, jatuhlah kami. Karena udah pasrah pasti kalah, jadi kami melanjutkan main bakiak bukan karena ingin menang, tapi karena ingin main bakiak sampai melewati tali rapia. Hehehe. Jadi yaaaa.. sepanjang main bakiak dan ketika jatuh, kami malah ketawa-ketawa. Haha. Seru lah. Dan keluarlah pemenangnya anak 2010. Jarang-jarang mengalah pada anak muda. Hahaa.
Lanjut ke nonton voli, ye, menang!! Masuk semi final ceritanya. Sambil nunggu semifinal tiba, kami (baca: Aku, Anin, Nabil, Uwi) main bulu tangkis. Hwaaaaaaaa olah raga yang punya sejarahnya bagi aku, kenangan indah dan buruk nih bersama bulutangkis ini ketika SD. Haha. Awalnya satu lawan satu, akhirnya dua lawan dua deh, dan ternyata, bermain dua orang itu lebih susah ya, terutama dalam hal membagi jobdesk. Juga di sini dilatih unutk meredam keegoisan, jangan rebutan mainnya, pokoknya aturannya ribet deh, dan sepertinya aku bukan tipe pemain ganda deh. Hehe.
Saat semifinal tiba, kebetulan 2009 B lawan anak 2011. Awal-awal sih kita kedodoran, curiga bakal kalah. Ternyata... hoho 2-1. Kimia B 2009 menang! Aye! Masuk final! Juara 2 di tangan deh! Begitulah kata pemain-pemain voli kami. Udah langsung pesimis aja ya? Heu. Karena tim B, yang masuk semifinal kelas 2010 B dan 2010 C, yang tahun lalu saat semifinal sempet jadi lawan kelas kami dan kami kalah, jadi mungkin aja di final nanti dikalahkan lagi.
Ternyata tim 2010 B dan 2010 C seru! Sama- sama kuat. Calon lawan kelas kami nih! Akhirnya setelah 3 babak, 2010 B lah yang akan melawan kami di final nanti. Sebelum masuk final, lomba diseling dulu dengan perlombaan voli putra. Tapi, voli putra ini mainnya angkatan, bukan kelas. Lho? Ya iyalah. Main futsal saja, yang 5 orang, kadang kurang pemain. Apalagi voli?? Karena tidak semua orang bisa main voli, dan yang pasti, laki-laki di kimia ini sedikit. Satu banding tujuh. Hho
Pertandingan dipending dzuhur dan dilanjut angkatan 2008 dengan 2010. Nah kebetulan saat sesi ini, aku masih sholat. Jadi aku tidak tau segimana hebohnya pertandingan mereka. Saat sampai parkir utara, udah pada bubar, tinggal lomba antara angkatan 2009 dengan 2011. Tapi kata orang-orang sih rame banget. Hiks. Sedih tidak nonton. Nah, ternyata meski lombanya angkatan, tetep aja kurang orang. Kebetulan waktu itu angkatan 2009 laki-lakinya hanya berempat, Ana, Opik, Arif, satu lagi lupa. Hehe. Dibantu anak 2010, Herdi, jadi berlima deh. Pada kemana atuh 2009 teh... kalah ama 2008 nih T_T . Pertandingan lumayan alot. Tapi ga terlalu menghiraukan sih. Haha. Ga tega lihatnya juga, kalau ujung-ujungan kalah. Hehe
Akhirnya disaat angkatan 2009 main dengan 2011, aku dan Nabil nyoba main voli deh. Bukan maksud untuk pemanasan buat main di final nanti, hanya coba-coba saja. Voli ini mengingatkan aku semasa SD (lagi), waktu itu ada pertandingan persahabatan voli putri dengan SD Cikutra. Nah, aku berasal dari SD Cicabe 2. Guru aku, Pak Ape, ngajak anak Cicabe 1 dan Jatihandap 1 untuk gabung jadi satu tim voli putri. Kebetulan SD kami satu gedung . Jadi satu gedung (punya 3 lantai) ada 3 SD, ada 3 kepala sekolah, dan ada 3 karakter serta keahlian yang berbeda dari murid-muridnya (Cicabe 2 dalam akademik, Cicabe 1 dalam olahraga, Jatihandap 1 dalam pelaksanaan upacara ). Mau tau, kenapa beliau ngajak anak SD lain? Telah disebutkan tadi, SD aku juara dalam bidang akademik, untuk olahraga sekedar bisa, bukan ahli, dan mungkin Pak Ape meragukan tenaga kami karena anak-anaknya berbadan kecil semua jika dibandingkan dengan SD lain, tapi ada sih yang berbadan bongsor. Sebelumnya ada tes dulu, tes serven (tulisannya bener atau ga?). Nah, kebetulan kami latihannya di lapangan voli yang biasa orang dewasa main, jadi menurut anak SD, jarak antara tempat serven dengan net itu, jauuuuuuuuuuuuuh banget, jadi hanya anak-anak bertenaga kuatlah yang selalu sampai. Dan aku bukan termasuk kedalamnya. Alhasil aku tidak dipilih jadi tim voli. Dan ternyataaaa, ketika pertandingan dimulai (pertandingannya di lapang SD Cikutra), tim voli kami ketika serven selalu keluar lapang. Tahu kenapa??? Ternyata lapang yang dipakai untuk pertandingan, jarak antara tempat serven ke net tidak sejauh seperti lapangan voli kami. Coba kalau aku yang main, hhaha, sempet terpikir seperti itu.
Cukup nostalgianya, lanjut ke pertandingan voli 2012. Akhirnya untuk voli putra, dimenangkan oleh angkatan 2011 yang nanti akan tanding dengan angkatan 2008. Tiba final voli putri. Dan tanganku tiba-tiba, huaaaaaaaaaa sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiit. Bengkak, terus seperti salah urat atau semacamnya lah, pokoknya sakit, tidak bisa digerakkan. Huhu. Padahal tadi kan hanya coba-coba, tidak bener-bener main voli. Hiks.
Sambil mengurut tanganku yang cidera, aku nonton pertandingan voli antara kimia B 2009 dengan 2010. Suporter dari 2009 B sedikit, jadi tidak bersuara deh, percuma, tidak akan terdengar. Hehe. Nah suporter dari 2010 B banyakan, otomatis teriakan yang dominan dari mereka. Lucunya mereka teriak “ki-mi-a B  !! ki-mi-a B!! “dan mereka baru sadar, kalau lawannya dari kimia B juga, akhirnya ganti deh jadi “ se-pu-luh B!! Se-pu-luh B!!” haha. Kocak. Melihat 2009 tidak ada yang bersuara, akhirnya gerombolan anak-anak 2009 C yang masih ada di parkir utara, ikut gabung ke sekumpulan anak-anak 2009 B, meski beda kelas, tapi mereka bantu menyemangati 2009 B, ceritanya ini teriakan semangat dari sesama angkatan 2009. So sweet ^o^
Masih mengurut tangan, pertandingan begitu sengit. Dan terjadi 3 babak, untuk babak terakhir ini, menentukan mana yang akan juara 1. Yang awalnya pesimis untuk jadi juara 1, akhirnya di saat detik detik terakhir entah mengapa tim voli kami seperti ada “sesuatu”. Haha. Mungkin karena tekanan dari KM kami, “pokoknya uang kas kelas harus kembali” hoho, kebetulan lomba-lomba seperti ini biaya pendaftarannya dari uang kelas. Detik detik akhir (lagi) aku tidak berani untuk melihat apa yang terjadi di lapangan, hanya bisa memejamkan mata dan berdoa, semoga kimia B 2009 jadi juara 1. Dan... yeeeeeeeeeee!!!! Menang!!! Alhamdulillah.. akhirnya jadi juara lagi, tahun depan harus ikut lagi nih, sebagai terakhir kalinya, dan harus juara lagi!! Aamiin.
Lanjut ke voli putra final. Antara angkatan 2008 dengan angktan 2011. Kalau mau ngejagoin, aku sih pilih 2008. Alasannya agar tiap angkatan dapat hadiah. Hehe. Karena 2011 terlalu banyak dapat juara. Alasan lain, karena angkatan 2008 memang pada jago dalam bermain voli. Katanya sih itu juga. Pertandingan dimulai. Ternyata lebih seru nonton voli putra dibanding voli putri. Lho? Yo’i. Karena kalau voli putri bola melayang diudara maksimal satu menitan. Sedangkan putra, bisa lama, berbagai cara dikeluarkan agar bolanya tetap di udara. Keren deh. Yang paling keren menurut aku sih ketika aksi blocking, smash dan aksi tendang-tendangan. Hehe. Boli voli bagi laki-laki mungkin seringan bola bekel kali ya? Haha. Dan ini main volinya ko lama banget sih? Ternyata main 5 set. Ya ampun... dan akhirnya pemenangnya dari angkatan 2008. Selamat yaaa... haha
Akhirnya penutupan juga. Ko asa cepet ya? Dulu mah sampai berhari-hari gebyar itu. Nah kami disuruh baris gitu deh iap angkatan. Dan angkatan dengan orang terbanyak dari angkatan 2011. Apa kabar 2009?? Ternyata 2009 yang datang kurang dari 10 orang, lebih tepatnya 6 orang yang terlihat. Angkatan lain? Wuih, lebih dari 10 deh. Diumumkan tuh juara-juranya sama MC setelah sepatah dua patah kata ia lontarkan untuk mengawali penutupan ini.
Dari berbagai perlombaan yang diikuti, hanya voli saja yang mampu bertahan. Padahal dulu-dulu hampir semua permainan jadi juara. Faktor usia mungkin ya.. hehe. Jadi saatnya mengalah pada yang muda, tapi tidak untuk voli. Hehe. Seru banget deh!!! Apalagi angkatan 2008 datang, seenggaknya kami (angkatan 2009) tidak yang paling tua berada disini. Hhe, dan mungkin terakhir kalinya kami dan angkatan 2008 bermain seperti ini sebelum akhirnya melihat mereka memakai jubah hitam bertopi segi lima. Semangat semua!!! Ternyata dalam tampangnya yang penuh kekimiaan (baca: membosankan, sulit, susah dimengerti. Haha) ternyata tersimpan talenta-talenta untuk jadi atlit maupun seniman ya?? Haha.
 (foto-fotonya menyusul yaaaaa :D)

Kamis, 24 Mei 2012

Balon untuk Kimia..^o^

,
Ceritanya sekarang ada diesnatalis HMK.. perayaannya. Agak telat sih, tapi ini sudah diperhitungkan agar banyak yang datang karena bentrok sama liburan juga. Nah, sayangnya anak 2009 pada kuliah nih. Jadi diesnatalis ini dirayakan hari Kamis dari jam 7 sampai siang. Kebetulan jam 7 itu ada kuliah metlit untuk kelas pendidikannya (2009) gak tau tah kalau kelas C mah. Kuliahnya full, dilanjut sama biokim 2. Tapi ada jeda sekitar 50 menitan. Nah, yang asalnya sepi di audit Jica (maksudnya penontonnya jarang-jarang) mendadak rame dan penuh untuk beberapa saat. Karena rombongan  yang beres kuliah pada masuk. Lumayan, bisa nikmatin adegan potong tumpeng, dengerin temen sekelas aku nyanyi, sama nonoton video yang pembuatnya pasti bocah itu, adik tingkat angkatan 2010 yang emang suka bikin video semenjak dia aktif di himpunan, ada warna tersendiri lah.
Cerita adegan apa dulu nih?? Oia lupa, ketika masuk audit kebetulan dekan kita yang merupakan alumni kimia UPI juga lagi ngasih materi. Entah sebagai dekan, entah sebagai alumni, yang pasti isinya ada kritikan untuk HMK menjadi lebih baik lagi terutama masalah waktu pelaksanaan MUMAS, jangan terlalu lama, katanya. Setelah itu potong tumpeng sama ketua jurusan kita, Pak Mudzakir yang uuuuh.. subhanallah teliti banget lah orangnya. Kalau gak teliti gak mungkin jadi dosen kimia, haha. Nah, ketika beranjak ke hiburan, saatnya Dila beraksi. Sayangnya ketika dia nyanyi selalu lagu bahasa Inggris, mending kalau ada terjemahannya dibawahnya, minimal ada tulisan Inggrisnya deh, biar diartiin sendiri meski cape dua kali. Jadi karena gak tau artinya, cuma bisa ngikut iramanya saja, karena lagunya emang gak asing sih, lagu jadul, lagu bapak ibu kita lebih tepatnya. Hehe.
Saat nonton video, ini yang paling ditunggu-tunggu, semua mendadak hening gitu, mendalami ke video tersebut, terhipnotislah bahasa kerennya. Video awal disuguhi sama film laki-laki yang kehidupannya selalu begitu. Monoton. Tiap harinya itu lagi itu agi yang dikerjainnya. Sampai suatu hari dia ngelihat perempuan, dan mulai berubah deh hidupnya. Jadi intinya dia jatuh cinta sama tu perempuan. Cinta bisa merubah segalanya jadi lebih berwarna, seperti itulah kurang lebih pesan tersiratnya. Eeeh,, ternyata sampai video itu selesai, masih ada video satu lagi. Jadi ceritanya cuplikan video awal tadi cuma bikin narik perhatian orang-orang, video utamanya ya tentang HMK ini, pesan kesan warga terhadap HMK ini, juga cuplikan-cuplikan konyol ketika wawancara menanyakan  “HMK udah berapa tahun?” yang yang ditanya banyak yang jawabnya salah. Haduh,,, buka lagi buku merahnyaaaaa!!! Tapi... seru deh, meski cuma berpartisipasi 50 menit doank. Karena saat pelepasan balon juga gak ikutan karena lagi kuliah. Hiks sedih... JAYA TERUS HMK ku,,,


Selasa, 22 Mei 2012

40 Hari Mencari Kesan

,
Selasa, 3 April 2012, 21.00 WIB. Malam itu, aku lagi sibuk-sibuknya menyiapkan bahan materi untuk mengerjakan tugas, juga belajar untuk ujian besok. Satu paragraf, dua paragraf, tertulis di buku tugasku. Aku melirik handphone di sebelah buku tugasku yang dari tadi belum aku buka. Ternyata ada beberapa misscall dari nomor yang tidak dikenal. Semenit setelah itu, ternyata handphoneku bergetar lagi, panggilan masuk dengan nomor yang berbeda. Wah, perlu diangkatkah?
“Halo, assalamualaikum?”, “waalaikumsalam. Ini Santi?”, “iya”, “Ini teh Deti, Santi ikut daftar pengurus REMA kan?”, “Iya teh” , “gini, teteh dititip amanah dari kang Hamdan, nanya ke Santi untuk jadi Dirjend keuangan internal, bersedia?”, “oh, masuk di keuangan internal... iya Teh, terus Teh?”, waktu itu pikiranku masih fokus ke tugas, jadi tidak ‘ngeh’ apa yang dibicarakan oleh teh Deti. “iya, tadi itu kang Hamdan mau menyampaikan langsung ke Santi, tapi tidak enak malam-malam nelpon” , “wah, jangan-jangan yang tadi misscall itu kang Hamdan?”, “iya. Jadi bagaimana San, bersedia?”, “oh, iya, jadi staf keuangan internal kan Teh?”, “bukan San, jadi Dirjend”, “apa Teh? Dirjend?”, “iya, Dirjend”, “Dirjend? (mencoba mencerna kata tersebut) HAAH, DIRJEEEND???!” teriakku. Malam itu seperti ada sengatan listrik yang tiba-tiba menyerang syarafku. Percakapan berikutnya lebih ke mengapa aku dijadikan dirjend. Akhirnya keputusanku dipending sampai besok pagi. 
Tugasku yang sedari tadi melambai-lambai untuk cepat dikerjakan, bahan ujian yang sedari tadi menunggu setia untuk aku baca, tidak aku sentuh untuk 3 jam ke depan. Telepon tadi membuat aku bingung, bahasa kerennya, galau. Kubuka lagi web, membaca tugas-tugas  sebagai Dirjend. Merenung sejenak, mengerjakan tugas kampus terlebih dahulu. Semenit kemudian kembali merenung. Aku tanya yang berhubungan dengan ‘Dirjend’. Sms dikirim ke berbagai nomor yang sekiranya bisa membantu. Waktu menunjukan pukul 12, namun tidak ada yang menjawab, hanya teh Millati seorang. Semakin galau dengan jawaban teh Millati. Dibaca-baca kembali tugas sebagai Dirjend internal, setelah dihayati, tugasnya tidak jauh berbeda dengan yang biasa aku lakukan di himpunan. Paginya aku menjawab tawaran teh Deti, dan aku jawab iya.
4 April 2012, pelantikan pengurus, dan aku masih belum ‘ngeh’ kalau aku pengurus, menjadi Dirjend pula. Berakhirnya pelantikan, berakhirnya pula ujianku (baca: ujian tes unit). Karena bentrok ujian, jadi aku tidak mengikuti pelantikan di Tugu Pahlawan. Kudapati kesan pertama di hari pertama. Menjadi pengurus itu, bikin galau.
Jumat, 6 April 2012. Pertama kalinya berkumpul dengan Menteri keuangan, Dewi, dan Dirjend keuangan eksternal , Urlim. Sosok menteri yang terlihat bijaksana, menurutku. Dan saat itu kami mencoba mengenal lebih dekat satu sama lain sebelum bertemu staf di hari Seninnya. Aku masih sedikit canggung saat mengobrol dengan mereka. Urlim yang sudah berkecimplung di REMA, Dewi yang berlatar Akutansi, membuat aku menjadi orang yang tidak tahu apa-apa di antara mereka. Hehehe. Tapi kecanggunganku dan pemikiranku seperti ini hanya berlaku sehari itu saja. Kesan kedua di hari ketiga, menjadi pengurus, tidak ada yang tinggi, maupun rendah, semua sama dalam satu tujuan.
Senin, 9 April 2012. Pertama kalinya masuk sekre dengan perasaan tidak menentu. Deg-degan. Awalnya tidak berani masuk lewat pintu depan. Jadi, masuk pintu yang satunya lagi itu pun setelah disuruh masuk oleh Dewi. Sendiri. Ya, seperti orang autis yang hanya asyik dengan dunianya sendiri. Namun, keautisanku hanya beberapa menit, karena Dewi akan kuliah, sehingga aku menggantikannya mengurusi pembagian iuran kemahasiswaan ke ukm-ukm.
Saat itu, pertama kalinya mengobrol dengan orang yang tidak dikenal, dan ternyata dia presiden REMA, kang Hamdan (foto kampanye dengan aslinya, berbeda, jadi sedikit pangling. Hhe). Pertama kali juga bertanya ke orang yang tidak dikenal dan dijawab sedikit tidak mengenakan. Hehe. Dan baru kutahu, ternyata dia salah satu menteri. Pertama kali juga bertemu dengan teman-teman keuangan yang lainnya, yang akhirnya tahu, dominan dari FPEB, dan FPMIPA hanya aku seorang. Dua minggu lamanya, hal seperti ini menjadi rutinitas, pergi ke sekre (dan pastinya lewat pintu belakang dan merenung sejenak), jaga dan membagikan dana IUK, mengobrol dengan anak keuangan (kalau tidak ada anak keuangan, ya tidak mengobrol), dan satu persatu bertemu dengan pengurus REMA. Kesan ketiga, hal terberat itu, melawan rasa takut untuk memulai, memulai apapun, termasuk memulai masuk sekre. Hehe 
Aku mempunyai target dan target ini berlaku juga untuk anak- anak keuangan internal. Harus hafal nama dan wajah pengurus BEM REMA, minimal mengetahui para Menteri dan Dirjend sebelum rapat kerja dimulai. Masih ada waktu seminggu untuk mencoba mengenal mereka. Untuk pengurus perempuan, tidak begitu sulit, tapi tidak sedikit juga yang masih canggung ketika mengobrol. Untuk pengurus laki-laki terutama menterinya, aku kenal mereka dengan bertanya ke pengurus perempuan. Ternyata sosialisasi itu susah ya? Hhuwaaa
Yups. Untuk kali ini, bersosialisasi atau membaur dengan mereka memang susah, bagaimana tidak? Datang ke sekre memang sering, tapi masuknya lewat pintu belakang. Jadi, kadang orang-orang yang ada di depan, tidak sadar kalau ada aku di belakang sekre. Seperti adegan aku SMSan dengan Nuy, padahal sama-sama di sekre, hanya terhalang lemari. Terus, ketika DPM dari kimia, teh Millati melihat aku yang berkencan dengan laptop di belakang sekre sendiri, sedangkan yang lain ada di depan, “Santi, kenapa sendiri aja? Gabung atuh sama yang lain, jangan hanya ngobrol sama Indra dan Acha aja..” ,“lagi ngerjain tugas Teh” sanggahku. Hehe sebenarnya tugas hanya alibi, tapi tidak semua alibi kok. Hhoho. Kesan keempat, ternyata menjadi orang yang ‘gaib’ (baca: ada tapi tidak terlihat) itu tidak mengenakkan yah? Hhaha.
Konsultasi sering dilakukan, ngobrol dengan teh Gina, teh Nurani, teh Tri, pokoknya transfer ilmu dan pengalaman tahun kemarin. Kata yang menjadi artis saat itu adalah “tegas”. Baik teh Gina, teh Nurani, teh Tri, selalu bilang “San, nanti kamu harus tegas ya”, “San, dirimu yang pegang kendali dalam masalah uang, jadi harus tegas kalau ada yang minta uang”, “San, kamu bukan ATM, didekati karena ada butuhnya saja, kamu harus tegas dalam mengatur uang, sekali pun presiden yang minta uang, harus sesuai prosedur”, “San, harus kuat mental pokoknya mah”, “San,...”, “San,...” wah tekanan batin deh. Begitu mengerikankah di keuangan? Sampai tahun kemarin banyak kader yang hilang. Sempat terpikir, keluar saja gitu ya? Menyesal karena menerima jadi dirjend. Tapi, pikiran itu lenyap ketika melihat anak- anak keuangan, Dewi, Urlim, Nira, Fitri, Rizal, Keuis, Nurul, Eka, restu, Dea, dan Anggun yang begitu semangat dan kompak. Teringat saat menjadi staf keuangan di himpunan, dua tahun yang lalu, meski cape mengurus uang, mencari tambahan uang, tapi kami senang menjalaninya. Jadi, jalani sajalah, amanah akan tertembak pada orang yang tepat. Kesan kelima, menjadi pengurus BEM REMA itu, memang harus siap mental!
Karakter tegas coba aku terapkan, namun belum juga diterapkan, isu-isu tentang aku yang begitu galak, tegas, sinis, dan lain-lain menyebar begitu saja. Lho... kok? Tidak heran sih, muka aku memang menggambarkan itu semua, tapi aslinya baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung kok :D. Akhirnya beberapa orang segan berbicara padaku, dan ini terjadi sebulan pertama menjadi pengurus. Haha. Nasib jadi seorang aktris yang hebat seperti ini nih! :D . 
Sabtu-Minggu, 21-22 April 2012, Rapat Kerja dan Upgrading. Dua kegiatan yang berbeda kostum juga karakter.  Saat rapat kerja, orang-orang dengan jasternya terlihat begitu berwibawa, saat mempresentasikan program kerja maupun saat sesi tanya jawab. Namun, saat upgrading, sifat ‘kekanak-kanakannya’ muncul tapi hal itu lah yang membuat setidaknya bisa mendekatkan antar pengurus. Seru! Dan untuk seseorang yang kadonya jatuh ditanganku, kado yang bagus, alhamdulillah bermanfaat :D . Kesan keenam, kenali pengurus luar dalam itu lebih dasyat!
Piket! Ya, piket ini ku jadikan media sosialisasi dengan semua pengurus. Dan semua menteri (khususnya menteri laki-laki) satu persatu mulai berani bicara tentang keuangan denganku, biasanya kan, selalu ke Dewi. Hehe. Aku mulai memberanikan diri untuk mulai bergabung dengan yang lain, seperti diam di bagian depan sekre (tidak menyendiri di belakang sekre lagi), ngobrol, bercanda dengan yang lain, dan lain-lain deh. Dan aku pun, menginginkan anak-anak keuangan lainnya khususnya internal, bisa bersosialisasi juga dengan pengurus yang lain. Jangan mencontoh Dirjendnya deh! ‘galak’, ‘sinis’, ‘tegas’ saat menjalankan tugas saja, ketika orang minta uang, maksudnya. Untuk kesaharian, jadi diri sendiri saja! Kesan ketujuh, komunikasi sesama pengurus itu memang bisa mendekatkan ya..
Sampailah di hari ke 40, tepat setelah tugas piket telah dijalani. Selalu ada kesan tiap harinya baik saat di sekre, rapat kerja, upgrading, rapat pimpinan, rapat kementrian, rapat dirjend, saat ada tamu, sedih, senang, marah, gelisah, kecewa, gembira, pokoknya sejauh ini kesanku menjadi pengurus.... meminjam kata cherrybelle, ISTIMEWA! :D



Minggu, 20 Mei 2012

Jadi Grup Kosidahan Nih! -_-

,
Pemandangan dan objek fotonya bagus kaaaaaaaaaan ?? :D

Bismillah. Siapa sih yang gak mau nikah dalam hidupnyaaaaaa?? Pasti mau dunkk.. termasuk aku. Haha. Tapi tidak untuk sekarang. Masih ada hal lain yang mesti dipenuhi sebelum memikirkan ke arah sana. Lagian jodohnya pun belum dipertemukan. Semoga ada cerita ketika dipertemukannya, hehe. Nah, ngomong-ngomong masalah nikah, temen aku udah ada yang mau nikah lagi nih, sebelumnya sih Rini, dan sekarang Siti Supri, jodohnya ternyata sama orang kimia lagi. Haduuuuh, tradisi itu ternyata belum hilang. Siti itu kan orang Soreang, rumahnya di Soreang, otomatis nikahnya disana juga. Tapi sebelum hari H tiba, kami (baca: aku, Anin, Evi, Vera, Iin, Elsa,Uwi) mau pakai batik barengan kecuali Nabil. Yang belanja kain Anin sama Iin. Harganya lumayan mahal. Heu..

Untuk masalah desain, diserahkan masing-masing. Akhirnya grup satu, Anin dan Iin ngejait di mamahnya Anin, grup dua, Uwi dan Elsa ngejahit di mamahnya Nabil, aku, Evi, ngejait di tukang jait langganan masing-masing, Vera gak tau dijait gak tau gak, karena dia gak ikut ke nikahan Siti berhubung tanggal nikahan Siti itu kagok sama liburan dan besoknya langsung ujian Kimtik 3.

Hari H. Jadi nikahannya hari Minggu dan kebetulan pada naik angkot semua. Kumpulnya di UPI, tapi bapak gak bisa nganter nih, ya udah bawa motor sebari was-was nyimpen di kampu. Tapi ada Anin yang mau nemenin, maksudnya ada motor Anin yang mau nemenin motor aku. Hehe.
Berangkat 3 angkot, gak begitu pasedek-sedek sih, untuk angkot aku mah, 4-5. Kalau angkot yang lain 3-5 tapi bawa barang banyak. sekitar 45-60 menit perjalanan, sampailah di rumah Siti. Kami belum terlambat. Adegan yang paling bising itu ketika adegan sang calon Suami melepaskan calonnya, maksudnya ketika beres mengucapkan ijab qobulnya. Hhe. Semua berteriak senang dan alhamdulillah deh pokoknya. Siti jadi putri untuk sehari, dan mas-mas fotografernya keren tuh, haha. Saatnya ngantri makan! Kalau masalah ginian mah, jangan dilewatkan! Haha. Foto-foto bersama pengantin juga jangan sampai ketinggalan lhooo apalagi seragaman, kaya ibu-ibu kosidahan. Tapi gak hanya kami saja yang seragaman. Genk Dewi juga seragaman tapi beda warna, kaya ibu-ibu dinas gitu deh, hehe, terus Maria dan Salsa pakai kebaya samaan, terus ada lagi gaun samaan, pokoknya aneh aneh deh. Haha. Yaaah, perjalanan ini seru!!! Tapi gak serunya saat macet, beuh...
ini angkotnya (lha, kata siapa becak?)
dalam angkot (pemeran yang lain)



akhirnya sampai jugaaaaaaaaa (mulkan, berat ya kadonya??? hehe)
nunggu Akadnya beres nih.. udah ga kuuuaaaaaaaaaat (lapar)
pengantiiiiiinnyaaaaaa
ngantri mau makan salaman sama pengantin

Jadi, siapa nih berikutnya yang akan jadi putri sehari?????

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates