Minggu, 31 Maret 2013

RPP Reaksi Redoks pertemuan 3

,
Ini adalah format yang digunakan di sekolah tempat aku PPL, jadi jangan asal jiplak gitu aja, oke. ubah dulu formatnya.
semoga bermanfaat, disini ada beberapa yang dihilangkan seperti materi ajar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
 
1.        IDENTITAS  MATA PELAJARAN
  1. Nama Sekolah            : SMA Negeri 14 Bandung
  2. Kelas                           : X
  3. Semester                     : Dua (Genap)
  4. Program                      : Umum
  5. Mata pelajaran            : Kimia
  6. Jumlah Pertemuan      : 1 ( satu)
g.      KKM                          : 75        

2.        STANDAR KOMPETENSI 
3.      Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi.
3.        KOMPETENSI DASAR
3.2. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.dentifikasi sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.
4.        INDIKATOR
Memberi nama senyawa menurut IUPAC

5.        TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan proses pembelajaran melalui ekspositori dan latihan soal diharapkan peserta didik dapat:
·         Menuliskan nama senyawa biner menurut IUPAC
·         Menuliskan nama senyawa poliatom menurut IUPAC

6.        MATERI AJAR .
a.      Materi prasyarat
Penamaan senyawa (semester 1)
Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion
b.      Materi inti
Tata nama senyawa biner : unsur logam dan nonlogam, unsur-unsur nonlogam
Tata nama senyawa poliatom
7 . ALOKASI WAKTU        : 2 X 45 menit (2 JP)
8 . METODE , PENDEKATAN DAN STRATEGI .
       1. Metode        :  Ekspositori dan latihan soal
       2. Pendekatan  :  Konsep
       3. Strategi        :  Learning Cycle
9 . KEGIATAN PEMBELAJARAN
Rincian Kegiatan
Waktu
PBKB
Kegiatan Awal
a.       Siswa menjawab salam dari guru
b.      Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru dan guru mengkondisikan kelas
c.       Siswa mempersiapkan buku pelajaran kimia dan alat tulis.
Apersepsi+ motivasi
Guru: minggu kemarin belajar apa? Apa pengertian oksidasi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi? Apa pengertian reaksi reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi?sekarang kita akan melanjutkan materi selanjutnya
Guru menuliskan tujuan pembelajaran dan judul pembelajaran mengenai tata nama senyawa yang mempunyai biloks banyak menurut IUPAC

Kegiatan inti
Eksplorasi
a.       Siswa menyimak persamaan reaksi yang ditulis di papan tulis.
b.      Siswa maju ke depan menentukan biloks masing masing unsur dan menentukan mana yang termasuk oksidasi dan reduksi.

Elaborasi
c.       Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata cara penamaan senyawa.

Konfirmasi
d.      Siswa maju kedepan menuliskan contoh-contoh senyawa beserta namanya
e.       Guru dan siswa bersama-sama mengoreksi jawaban.

Penutupan
a.       Siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini,
b.      Guru membantu mengarahkan dengan pertanyaan
Bagaimana cara memberi nama senyawa?
Tugas:
Latihan memberi nama senyawa.



10 menit











20 menit






20 menit
30 menit


10 menit




Religius


Disiplin
Rasa ingin tahu 




Rasa ingin tahu 





Demokratis
Mandiri
Kreatif
Tanggung jawab

                                          
10 . PENILAIAN HASIL BELAJAR
 Prosedur Penilaian
                 Jenis Penilaian
1.Sikap
2.Lisan
3. Kuis
4. Ulangan Harian
           
                 Bentuk instrumen
1.    Observasi
2.    Uraian singkat,
3.    Uraian,
Pilihan ganda

 11. SUMBER BELAJAR
        a. Sumber        :  
Sunarya, Y.2009. Mudah dan Aktif belajar kimia kelas XI.Jakarta : Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional
Johari, J.M.C. 2009. Kimia 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta: Esis
a.      Alat Bantu  :  
Papan tulis

12. LAMPIRAN
Tuliskan tata nama senyawa-senyawa berikut.
a. Fe2(SO4)3 dan FeSO4
b. CuCl dan CuCl2
c. MnSO4, MnO2, K2MnO4, KMnO4
d. Cr2O3, K2CrO4, K2Cr2O7


PENILAIAN/ AUTENTIC ASESSMENT

A.  Kognitif
No
Nama
No Soal
Skor
Ket
a
b
c
d












Ket : Aspek yang dinilai                                              Skor
  1. Jawaban siswa yang kurang tepat                            5       
  2. jawaban siswa lengkap dan benar                            25

nilai= jumlah skor

A.  Afektif
Nama Siswa       :
Kelas                 :
No
Pernyatan/ Indikator
5
4
3
2
1
Skor
1
2
3
4

Bertanya
Membaca buku referensi
Maju kedepan
Menulis catatan






      Keterangan   : 5 = sangat baik                          Nilai  =    jumlah skor  x 100
                             4 = baik                                                           20
                             3 = cukup
                             2 = kurang
                             1 = sangat kurang

Mengetahui,                                                               
Guru Pamong,                                                            Praktikan,




Heru Ekowati , S.Pd                                                   Santi Nur Aisyah
NIP. 196512011988112001                                      NIM. 0905847

Sabtu, 30 Maret 2013

connected

,
Hari ini aku akan cerita yang mungkin akan merembet kemana-mana.. banyak topik yang akan terbahas atau tersentuh pada kali ini. meski ga begitu dalam ceritanya, semoga ada hikmah dari tulisan ini. hehe

Ada ga ya, temen yang beneran temen. kata orang, musuhmu, bisa jadi temanmu yang sebenernya, temanmu bisa jadi musuhmu yang sebenernya. masa iya?
entahlah.. mungkin karena akunya juga kurang baik sama mereka kali ya,,jadinya aku juga pantas mendapatkan ini. haaha, cerita apa aku ini??

kenapa persahabatan itu selalu dicemari dengan namanya jarak?? semakin jauh jarak antara A dan B, maka rasa sayang atau apapun itu yang ada dalam persahabatan, semakin berkurang juga. jadi ga perlu energi terlau banyak untuk sedikit mengabaikan atau bahkan melupakan.
ini sesuai teori energi ionisasi dalam atom sih. hehe, ada yang masih ingat? ini pelajaran kimia kelas X lhoo.. energi yang dibutuhkan ketika melepaskan elektron. analoginya kita itu sebagai inti atom, dan teman kita itu sebagai elektron. semakin jauh jarak antara elektron dan inti atom, maka energi yang dibutuhkan juga sedikit, begitu sebaliknya. ini akan pas banget kalo teman kita itu berperan sebagai ... ya kata anak muda zaman sekarang itu, sebut saja pacar. hei kalian yang punya pacar,,,, punya pacar yang jaraknya jauh dari kita, alhasil jarang ketemu, energi untuk melupakannya atau melepaskannya ke lain hati akan lebih sedikit dibanding orang yang dekat dengan kita kalau dalam atom-> elektron yang dekat dengan inti atom.(tapi beda cerita kalau keduanya punya sifat loyal, gak ke lain hati. haha.) tarikan antara inti atom dan elektron akan semakin kuat maka energi untuk melepas elktron pun besar, juga terjadi pada hubungan ini. kenapa?? rasa sayang, cinta dan sebagainya itu akan muncul ketika seseorang itu di dekat kita, sering bertemu dengannya, dll.
contohnya aja, orang tua jaman dulu, ga ada tuh istilah pacaran dulu sebelum nikah. tapi mereka pada akhirnya saling cinta kan? kenapa? ya karena setelah mereka menikah, maka pertemuan pun akan semakin sering dan akan lebih mengenal lebih dalam, dan ketika itulah dituntut untuk saling toleransi dan menghargai, juga akan mencoba segalanya yang baru. misal nonton bareng, makan bareng, segala bareng. beda lagi ketika hal "bareng" itu telah dilakukan ketika pacaran, ketika menikah apa jadinya? hal "bareng" itu tidak lagi baru untuk mereka, malah terkesan jadi membosankan. makanya ga aneh, ada yang pacaran yang sampai 7 tahun tapi nikah hanya 2 tahun bahkan 1 tahun. atau pacaran sama A, eh menikah sama B. dll deh, banyak ruginya.
rugi?? yup. sang pria harus membiayai biaya pacaran selama mereka pacaran, padahal belum tentu pacarnya itu jadi istrinya. atau kebalikannya sang wanita yang membiayainya---> wah kalau ini cowoknya matre tuh, ato emang kere.
kalau punya pasangan yang belum tentu itu pasangan kita, pasti seenggaknya ada rasa, ga mau orang yang disampingnya itu deket-deket sama wanita lain, atau pria lain, alhasil jika pada akhirnya mereka bukan jodoh, dan ternyata jodohnya orang yang ga boleh dideketin karena pasangan kita super pencemburu dsb, maka akan akan semakin lama tuh pencarian jodohnya. ngerti ga?
oke, lanjut.
 jadi? langung nikah aja. :D

lanjut, please... sensitif nihhhh

oke, tapi,, dengan adanya teori itu, seharusnya ya,, kita harus semakin cinta sama pencipta kita. kenapa? karena Dia tak pernah jauh dari kita. selalu dekat dan Dia pun selalu mencintai kita sebagai hambanya. ada salah satu riwayat, kalau keberadaanNya lebih dekat dari pada urat leher kita sendiri. itu saking dekatnya. lalu apa yang kita lakukan?? jawab dalam hati saja.. renungkan,, malah mungkin saja kita hampir melupakan keberadaannya,,,
astagfirullah..

oke, kembali ke persahabatan. ternyta persahabatan itu bisa menimbulkan rasa cemburu ya??
persahabatan itu luar biasa efeknya.
mencuri tabiat
maksudnya kebiasaan teman kita atau sahabat kita, kemungkinan bisa jadi kebiasaan kita.
dan katanya, siapa diri kita, lihat saja siapa teman kita. karena ga akan jauh beda.
terus yang ceritanya mau ngewarnai, itu gimana? jadi kita berteman dengan yang emang peru kita bantu dalam hal berbuat baik, oke, itu ga masalah selagi kita mampu tuk tidak diwarnai. jangan samapi niatan kita mewarnai orang, malah terwarnai. apalagi kalau warna merah jingga kuning hijau biru nila ungu, jadi pelangi tah. -appaaaa siih???!!-

dan hari ini aku cemburu sama sahabat sendiri, ,, sahabat sejak masih di bangku SD... sebenarnya terlalu lebay sih, hehe. tapi rasanya itu, .. bagai ngemut duri mawar sambil duduk diatas kulit durian. -bayangkan saja-
dan itu, karena jarak.
ya, karena jarak, semenjak lulus SMA, jarang bertemu tuh, makin lama makin jarang ketemu, tapi ga sampai melupakannya sih. tapi ikatannya ga sekuat dulu... malah mungkin sekarang sedang mengikat orang lain lagi yang emang berada di lingkungan kami masing-masing., jadi yang lama agak tersingkirkan tempatnya... karena hal ini, muncul lah kalimat-kalimat di atas. hehe
daaan,,, semenjak bertemu teman calon seKKN dulu, ceritanya dia bisa baca raut wajah seseorang, karakter orang dari wajah. -ini ada teorinya dari buku, bukan main dukun ya-
aku tertarik dari penilaian dia terhadap aku, salah satunya loyal dalam persahabatan. agak tertegun juga sih, iya gitu? loyal? tapi setelah aku mengingat kenangan dulu, hehe, ya, aku loyal, tapi kayanya ketika aku ngerasa nyaman deh. hehe
tapi entahlah, aku emang berusa jalin pertemanan yang baik, meski masih belajar, dan sangat sulit ketika tahap pertama -eaaa.. kaya yang mau audisi aja-.
dan semoga keputusan yang aku ambil hari ini, membuat jalinan persahabatan dengan mereka, yang berjuang bersama setahun yang lalu, semakin erat dan dapat membawa pengaruh yang lebih baik lagi. aamiin
nih, kalau mau gombal, semoga persahabatan ini bagaikan simpul awal. simpul yang berfungsi sebagai ikatan permulaan  untuk mengikat tali pada tiang/kayu yaa.. kita sebut saja ting/ kayu ini sebagai agama Allah.
dan, apapun latar belakangnya, persahabatn ini bagaikan simpul mati, simpul yang berfungsi menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin---> ya maksudnya kita punya tujuan yang sama (sama besar) dan ini dalam hal kebaikan (tidak licin, jadi gak tergelincir. :D ), nah dengan persahabatan ini bisa menyambungkan kita. :D
hehe, ga asyik ya, dikasih tau pesannya, ini dimaksudnya biar ga berkembang kesalahartian, jadi mending nulis pesan tersurat aja, hehe

simpul pangkal
simpul mati

Minggu, 24 Maret 2013

Minggu ke-9 : Di Luar Rencana

,


Udah masuk ke minggu ke 9 lagi nih. Minggu sekarang kebetulan anak kelas 3 lagi Ujian Sekolah. Jadi? Ya libur. Howreeeeee!!!! Tapi libur buat siswa kelas 1 sama kelas 2 aja sih tepatnya. Nah, sebagai “guru bantu”, kami tugasnya ikut ngebantu panitia Ujian Sekolah. Bantuannya berupa apa? Apapun itu yang penting halal. 

Berawal dari hari Senin. Hari ini bukan jadwalnya piket anak kimia buat bantu ngawas, jadi ya gak ke sekolah (seharusnya). Tapi dikarenakan nilai anak-anak yang kami ajar, harus masuk nilainya sebelum tanggal 20, maka, datanglah kami hari ini untuk melaporkan nilai-nilai mereka. Tapi ini tak sekedar lapor lho, untuk mendapatkan nilai itu, ya kita harus meriksa jawaban UTS anak-anak, juga tugas-tugas lain (kalau ada) kebetulan aku ngajar 5 kelas, kalau yang lain 4 kelas dengan 2 guru utama (guru yang emang harusnya ngajar ni kelas) dan kelas XI-nya ada 2 kelas. Nah aku, empat kelas X dan satu kelas XI. Kelas X ini dibagi 3, karena ada 3 guru utama, untuk kelas XA dan XB guru utamanya Bu Sri, untuk XC guru utamanya Bu Mimin, dan XG juga untuk kelas XI guru utamanya Bu Heru, berarti kami harus melapor tuh ke 3 guru itu. Tapi untuk kelas Bu Mimin dah dilaporkan Kamis minggu kemarin. Oke lanjut.

Tak sekedar nilai anak kelas X dan XI saja, kami juga melaporkan hasil nilai dari laporan praktikum Ujian Praktek anak kelas XII. Lumayan lah, satu orang meriksa kurang lebih 40 laporan. Dan ternyata laporan inilah yang menyita waktu banyak. Hahaha. Oh, ini tho,, perihnya jadi Asma (Asisten Mahasiswa), yang tugasnya ya bantuin dosen buat ngetest mahasiswa (biasanya yang dites adik tingkat) terus meriksa jurnal praktikum juga laporannya, terus masukin nilai juga pastinya. Tapi mereka mah kan digaji. Oke stop. Lanjut.

Jadi? Weekend kemarin diisi dengan nyontreng-nyontreng kertas pakai pulpen merah. Yaa.. harus meriksa jawaban UTS 4 kelas (yang 1 kelasnya mah udah ya), terus periksa laporan kelas XII, terus periksa jawaban remedial 3 kelas (diremed semua, satu kelas, hehe). Jikalau satu kelasnya 40 siswa, hem, emang 40 siswa sih, kebayang donk meriksa berapa rim kertas jawaban? Oke. Gak satu rim sih.

Oke, berakhir penderitaan setelah hari ini dilaporkan, inget lho, baru hari Senin. Beda lagi ceritanya kalau ada yang salah nilai dan disuruh periksa ulang jawabannya. Widiiiiih, ngajak aerobik itu mah!

Selasanya, aku sempatkan untuk kontrol gigi nih. Nah, baru 2 kali kontrol di hari Selasa tapi nunggunya asa lama banget. Banget banget. Biasanya semester kemarin kontrol setiap hari Kamis, dan itu gak selama ini. Tapi untungnya dapat kursi, jadi nunggunya gak sambil berdiri lah. untuk kontrol ini, amazing banget lah. Efeknya luar biasa linu, karena udah mulai pakai karet di taring dan geraham, jadi tarikannya luar biasa dari kebiasaannya. Super duper sakit! Akhirnya sampai sekarang aku nulis nih cerita, masih sakit bro!

Rabu, akhirnya bagian anak kimia yang piket untuk ngebantu panitia. Untuk hal ini, aku masuk ke salah satu kelas XII IPA. Untuk pelajaran matematika, masuk ke IPA  bagian 1, dan mata pelajaran ke 2, pelajaran bahasa jepang, masuk ke IPA  bagian 2. (jadi satu kelas dibagi 2. Jadi tiap ruang cuma ada 20 siswa). Untuk tes yang Matematika, gak masalah. Nah untuk tes yang bahasa Jepang, masalah banget. Kurang ajar banget lah nih anak. Aku juga sih hehe. Masalahnya kalau mau nyontek, yang rapi dunk, jangan biarkan aku mengeluarkan taring tuk negur kalian. Kalau yang pertama, negur masih dituruti, ngehargai, meski aku bukan guru di sekolah ini. Tapi untuk yang kedua, beuh... sampai ni anak bilang “bu, kalau lagi ulangan ga usah jalan-jalan terus lah!” (kebetulan yang ngomong itu tersangka kecurangan) ya aku jawab “ ya kalau lagi ulangan jangan tengok kanan kiri juga dunk” reflek aku ngomong gitu saking udah keselnya. Karena awalnya aku hanya liatin anaknya terus senyum yang berarti “jangan gitu” . tapi ini ga ngegubris sama sekali, ya udah aku ngedeketin tu anak dan diem di sebelahnya. Keluarlah percakapan tadi. Dan kebetulan,kan yang ngawas itu berdua, HARUSNYA 2-2nya guru tetap, bukan PPL kaya kami, tapi karena satu ga hadir, jadi diganti sama PPL, dan kebetulan guru tetapnya lagi kebelakang, dan berubahlah suasana kelas. Seakan-akan diawas ma PPL mah, boleh nyontek. >.<
Oke, sekian cerita ngawasnya. Pulangnya langsung ngeramen, hehehe.
Kamisnya, ga ada yang spesial.

Jumatnya, nah ini bisa dibilang terlalu spesial. Ceritanya disuruh ngebimbing anak-anak biat persiapan olimpiade. Harusnya kemarin sih, tapi aku ga bisa ikut. Jadinya sekarang. Dan karena salah komunikasi, jadi anak-anak ga ada yang datang. Ya udah akhirnya aku pulang lagi deh dan jadinya itu hari Sabtu. Dan hari ini, Sabtu maksudnya. Luar biasa semua diluar rencana.

Jadi, rencananya. Jam 08.30-10.00 ngajar les. Lanjut jam 10.00-12.00 ngebimbing anak-anak olimpiade. Lanjut jam 13.00- selesai ke kampus buat kuliah tambahan. Sisanya bisa nengok sekre. Hehehe. Tapi, semua berubah. Mendadak anak les aku ada acara paginya. Jadi lesnya sampai jam 09.15. sampai sekolah jam 09.30 tuh, dan anak-anak belum datang, ya iyalah da janjiannya jam 10.00. akhirnya nganggur dulu setengah jam. Trus ada sms dadakan kalau kuliah tambahannya jadi jam 12.30. otomatis saat waktu menunjukan pukul 11.30, bimbingan mau dihentikan, eh ternyata 15 menit kemudian ada sms lagi, kalau hari ini kuliahnya ga jadi. Huaaaaa. Akhirnya jadi diskusi ma anak-anak olimpiade tentang perkuliahan deh sampai setengah 1 kurang. Dan pulangnya, belilah ramen, ceritanya mengobati kekecewaan aku. Apa? RAMEN lagi?? Entahlah. Ngidam ramen. Hehe. Oke, sekian cerita minggu sekarang. Minggu depan, dah mulai ngajar lagi nih, huaaaaaaaaaaaa males. :D


Senin, 18 Maret 2013

Masih koma, Belum titik

,
 Orang yang terbiasa berkarya , dia akan terus berkarya sepanjang hidupnya, kalau pun ia berhenti, itu hanya sementara, tidak selamanya

Satu tahun, bahkan lebih...

,
Bismillah.


Kali ini aku akan sedikit berbanjir-banjir ria. Bukan maksud tuk nambah pekerjaan pemerintah, toh, ini hanya banjir di kamar sendiri.

Oke, ketika aku pergi ke suatu tempat. Dimana, disana hanya ruang kecil, ruang kecil yang penuh kertas yang jika dijual bisa cukup nraktir satu RT. Tapi Cuma nraktir krupuk yang limaratusan aja sih. :D  . namun, ruang kecil itu sungguh memberi ku suatu kesan. Bukan hanya satu, tapi beribu kesan. Selalu ada cerita tiap harinya, karena disana suasana takkan pernah sama. Meski yang kutemui orang itu lagi orang itu lagi. Tapi sekali lagi, meski ketemu orang yang sama, kesan itu selalu berbeda.

Kita sebut aja ruang kecil itu sekre. Emang nama aslinya deng. Sekre yang bertetanggaan dengan ruangan kuncennya PKM, pa Mumu, kadang menjadi tidak bebas untuk bicara yang sifatnya rahasia. –karena apapun yang kamu katakan, akan terdengar olehnya dan olehNya- :D 

Kapan nih banjirnya?? Sabar, ini baru intro. Coba mulai di nada C, ehm.

Aku ini orang asing, mungkin sebagian orang juga menganggap dirinya asing ketika masuk ke ruang kecil itu. –lha.. katanya udah ada nama buat ruang kecil, gimana sih?- , oke, ketika masuk ke sekre. –puas?- . butuh keberanian khusus untuk bisa memasuki sekre, apalagi seorang pemalu seperti aku. –WHAT???-. ya, aku ini pemalu, lebih tepatnya jaim sih. –jauh ya?-

Mereka, orang-orang hebat yang aku kenal... orang hebat, orang hebat, orang hebat –saking banyaknya-. Orang hebat yang pertama aku kenal adalah menteri aku, Dewi.sebut langsung namanya saja. Hehe. Siapa dia? (lihat juga Dewa Dewi Pemutilasi Anggaran

Sejak tiga bulan yang lalu, kami berpisah. Jarak yang sangat jauh membuat aku gak bisa... ah, ga bisa melakukan seperti apa yang biasa dilakukan. Apa yang kami lakukan? Lupa. Saking banyaknya itu teh. Yang pasti aku kangen sama ngebonceng dia. Ketika motornya belum lahir ke Bandung, masih di Bekasi maksudnya, kalau pulang dari PKM, pasti selalu bareng dia, nganterin dia sampai gang kosannya. Ada aja hari-hari untuk nge-hedon. Jangan salah, meski kami dari keuangan, tapi dalam hal belanja untuk perut, kadang kami sangat-sangat boros. –tipe pemakan segala dan banyak-. Lebih sederhananya gini, kami pelit dalam mengeluarkan uang orang, tapi tidak untuk uang pribadi. Sampai ngeganti uang yang entah berantah, pastinya kami rela untuk mengganti (T-T). Ketika kami punya motor pun, jalan-jalan tetap dilakukan. Ngeramen lebih seringnya. Gara-gara dia, aku dikenalkan berbagai ramen dari harga yang waw, sampai WAW!!. Aku juga pernah nginep bareng di kosannya, pun dia pernah nginep di rumah aku. Dan apa yang kami lakukan? Ngobrol sampai berbusa. Ya, busanya ga terlalu banyak sih, ga sampai kaya busa yang dihasilkan oleh iklan sabun yang di TV. Aku lebih sering jadi pendengar, dari pada pembicara. Gaya bicara dia kalau cerita begitu ekpresif!! Jadi denger dia bicara berjam-jam pun ga bosen dan ngantuk karena lucu lihat gerakannya. Hahaha. Oke, biar ga ngulang cerita, aku langsung lanjutkan kisah orang berikutnya.

Namanya... sebut saja ... apa ya? Nanti saja lah. Pertama ketemu saat ada perkumpulan penyambutan mahasiswa dari Padang, tahun 2011. Jadi, tiap himpunan ada dua orang untuk memperkenalkan himpunannya. Ramah. Begitulah kesan pertama. Padahal aku belum mengenal dekat dengannya, tapi sedah merasa nyaman. Malah Kabem aku, mungkin dah kenal duluan dengan orang ini. Wah, terkenal juga dia. Ternyata, dia ikut BEM REMA 2011, dan kini pun aku dengannya disatukan di BEM tahun berikutnya, namun beda kementrian. Entahlah, terbuat dari apa raganya. Sangat-sangat kuat. Sepertinya mengalahkan master limbat deh. Eh limbad. Ah, sama saja lah. dia tipe yang setia kawan, sepertinya. Hehe. Ketika suatu hari, aku kaget, dia bisa menceritakan sesuatu yang bisa dibilang itu pribadi. Wah? Kenapa bisa? Kenapa aku orangnya? Kenapa hanya aku yang tau ceritanya ? (orang yang di BEM) dari sanalah, berawal aku menjalin hubungan dekat dengannya. Aku selalu menjawab permasalah yang dia ajukan. Seperti kuis deh. Tanya jawab, kalau ga tau, ya jawab pass. Sampai suatu saat, suatu malam, malam yang begitu dingin namun hangat, disela acara yang merupakan salah satu proker BEM, akhirnya aku juga cerita padanya. Bocor deh tembok aku. Hahaha. Ya, aku kangen cerita-cerita dengannya lagi. Kangen ketika dia tanya ini itu. Kangen panggilannya “hey bro!” , hem,, bentar, kalimat ini sih banyak orang yang pakai. Pokoknya gitu deh. Ceritanya yang bikin aku harus berfikir keras untuk menjawab ini itu, bijak deh, padahal kalau aku jadi dia, belum tentu aku bisa sekuat itu hatinya.

Ada lagi, aku bertemu dengannya baru. Malah kesan pertama, aku masih ngerasa canggung dengannya, canggung benget. Bingung, dia angkatan 2008, 2009, atau 2010 ya? Tapi dilihat dari kepiawaiannya sepertinya dia pernah ikut kepengurusan BEM sebelum ini. Mulai deket ketika ribut KKN. Aku dan dia dah berencana tuk sekelompok bareng. Mungkin dari sini aku bisa lebih dekat dengannya, tapi ternyata masih canggung, begitu pun dengannya, ternyata dia juga mengakui, masih canggung. Waaah... mulai dekat ketika lepas dari bulan Agustus, perlahan namun pasti aku mulai dekat. Bareng-bareng ketika MOKA, Upgrading, cukup membuat aku kenal dia, tapi tidak menyeluruh. Tapi kenapa terasa dekat menjelang perpisahan??? Aku jadi sering bareng dengan dia ketika pulang, atau ini efek dari tidak adanya Dewi ya? Hehehe. Yang pasti, hanya dengannya aku bisa bicara bebas, sepuasnya yang aku mau. Malah, kenapa aku bisa terbuka banget ya? Tanpa sadar, ada kesamaan diantara kami yang bari kami sadari, dan akhirnya deket deh. Dengannya aku tidak hanya jadi pendengar, tapi pembicara juga. Meski ngobrolnya hanya beberapa menit saja, itu pun kadang-kadang, tapi aku bisa cerita padanya, cerita yang belum pernah aku ceritakan pada orang lain. Waaw. Aku juga gak sadar. Haha.

Orang yang berbeda lagi, aku mulai deket ketika aku konsultasi padanya tentang masalah yang dia pun memilikinya, dari sana aku merasa nyaman juga. Dan jika dilihat, dia gak begitu dekat dengan orang-orang yang dekat dengan ku. Tapi terlihat dia yang duluan yang deketin aku. Hahaha GR banget, tapi rasanya sih iya, dia yang duluan. Tapi karena dia jarang muncul, itu lah yang membuat aku kangen sama dia, lebih-lebih dari yang lain. Maksudnya gini, jangan pada marah dulu ya, hahaha, kalau dengan yang lain, aku selalu bertemu di sekre, tapi kalau dengan yang satu ini aku selalu ketemu di tempat yang gak diduga, di perpus lah, di jalan menuju perpus lah, di parkiran setelah perpus lah, ko? hahaha. Dan entah kenapa aku suka senang, senang banget ketemu dia. Beneran deh.

Lain orang. Aku ketemu dia ketika interview. Keibuan, awalnya gitu. Tapi... hahhaa bocah banget. Hehehe. Aku lebih sering berantem dengan dia, tapi itu lah yang buat aku kengen dengannya, sampai suatu saat, aku juga keceplosan. Oh my god!!!! Suatu permainan kata yang tanpa sadar aku mengatakannya. Huaaaaa!!! Hati-hati, hati-hati. Dia tipe pendengar, jadi aku lebih banyak bicara. Tapi berimbang laaah.. kalau akunya lagi males bicara. Dia tipe orang yang loyal,, sangat loyal. Ya, terlihat jelas da. Hehehe

Lain orang lagi. Dia keibuan. Ibu banget lah, dan sangat kaku. Entah mengapa, aku canggung kalau sama dia. Mungkin karena sama-sama kaku kali ya?? Hehe. Pertama ketemu juga ketika interview. Aku lebih sering dapat teguran secara gak langsung dari dia ketika aku salah. Segan, aku sangat segan, dan menghormatinya. Meski pernah dia melakukan hal yang terlihat bodoh, tapi kedewasaannya nya, tetap saja lebih dominan. Hehehe. Entahlah, meski tidak ada momen yang membuat aku lebih dekat mengenalnya, tapi aku suka dia, tegas. Kaka yang baik untuk ku.

Seseorang yang lain, dia terlihat sangat lebih kekanakan dari aku, tapi ketika dia mengeluarkan taring, wuiiiih,,, dasyat. Dewasa beud.-sangat alay gini-. Pemikirannya luar biasa. Yaaa tapi kalau sifat kekanakannya keluar, sudahlah, manjaaaa banget. Hahaha. Mandiri. Jelas. Baik. Tentu. Jarang deh menemukan ni orang. Hehhe

Kalau yang satu ini, aku tau dia dari semester satu. Makanya setelah masuk BEM ini, mungkin hanya nama dia yang sering aku sebut sebut karena baru dia kenalanku. Hahaha. Tapi berjalannya waktu, semakin banyak aku kenal orang, aku jadi jarang berkomunikasi dengannya, jadi canggung jatohnya. Mungkin karena ada sesuatu yang jalan pikiran kami ga searah, mungkin itu juga. Hehe. Tapi dia termasuk orang yang luar biasa juga. Luar biasa banget deh. Banget, hehe. Lebay sih, tapi kalau aku jadi dia, ga mungkin bisa seperti itu. Rasa kepedulian terhadap sesama sangat luar biasa. Hehehe. Mungkin karena dia lebih sering berhubungan dengan orang yang emosi kali ya, jadi ketika waktu itu aku emosi, dia terlihat sabar, santai cara bicaranya, ga tersulut juga. Luar biasa. Aku merasa ga enak sama dia.

Ada lagi, aku belum terlalu kenal dengannya. Tapi ko? Yang orang-orang yang aku ceritakan di atas kenal dia? Lebih dekat malah? Waduh, siapa sih? Aku mulai melihatnya ketika upgrading pertama, sama-sama pemotor juga. Canggung pasti, karena aku ga mungkin sok kenal dengannya ujug-ujug. Entah kapan, tiba-tiba deket aja. Ya ga langsung deket banget sih, yang pasti beberapa momen, yang akhirnya aku dan dia bisa kenal lebih dalam, ditambah lagi ketika aku baru punya account yang untuk berkicau itu lho, dia follow aku duluan. Awalnya ga tau ini siapa, karena nama asli dan nama panggilannya jauh berbeda. Hehhe

Next. Dia... hehehe. Unik. Puitis. Keren. Selalu berantem dengan orang yang aku tulis. Aku deket dengannya pun karena suatu acara. Jadi ceritanya tiap acara yang berbeda, pasti aja ada jalan dan cerita aku mulai mengenal orang-orang asing ini. Hehehe. Dia luar biasa, pintar juga. Ah... bingung mau menjelaskan apa lagi, kami tidak sampai kecurhat-curhatan, tapi aku menulis ini, karena dia salah satu yang aku kagumi sebagai orang hebat.

Terakhir, dia.. masih anak-anak. Hehehe. Kalau lagi kambuh itu juga. Aku kerjasama dengannya dibeberapa proker. Keras kepala, emang. Tapi ga sekeras batu juga laaah.. aku dekat dengannya saat kapan ya? Entahlah. Saat awal ketemu ketika rapat pimpinan, dia riang orangnya. Nyaman juga jadi temannya. Terakhir ketemu dia, saat makan ramen bareng, dan aku nganter pulang, kebetulan bareng, searah, hahaha. Dia sampai bilang “eh, aku pulang bukan sama ikhwan ya, saksi lho “ itu karena... hahaha..lucu deh

Yaaa.. mereka. Secara tidak langsung pernah mengisi hari-hari selama di BEM ini. Lebay? Emang, hahha. Sebenernya yang aku kangeni ke sekre itu, bukan masalah kerjaannya, tapi karena ketemu dengan mereka. Itu yang aku bisa bertahan di BEM ini. Bukan.. ini gak lagi menggombal, tapi emang benar adanya. Aku nyaman dekat mereka. Meski diantara mereka ada yang nganggap aku sebatas teman biasa, teman luar biasa, teman spesial, sahabat baik, sodara, apapun itu, aku senang, karena mereka bawa pengaruh baik untuk aku. Saling mewarnai ceritanya. Tapi dari beberapa orang yang aku ceritakan, gak semerta-merta kami selalu bareng. Kami juga punya pasangan masing-masing. Jadi diantara kami ini, pasti ada perasaan, “aku lebih nyaman sama ini” jadi kadang, rasa cemburu suka ada, Kesannya ko asa gimana gitu... ini efek dari sayang sesama sodara sist, bro, jangan berfikiran macem-macem dulu... hahaha. Karena kalau dari segi umur, mereka ada yang jadi kaka aku, juga ade aku.
Kini, berganti kepengurusan... aku pasti kangen sama mereka sangat teramat luar biasa deh. Kami semua ini dari berbeda jurusan. Berbeda fakultas. Yang peluang ketemunya sangat sedikit. Kenapa? Sejurusan aja, belum tentu ketemu tiap hari. Tempat yang pastinya kami ketemu ya tidak lain dan tidak bukan di sekre. Sekre, tempat yang mempertemukan aku dengan orang-orang hebat ini. Luar biasa. Ketika kami didemisionerkan, sebenernya luar biasa senang sekaligus sangaaaaaaaaaaat sedih luar biasa. Berhubung aku jaim, jadi aku baik-baik saja, tanpa ada tetesan air mata. Hehehe, tapi jujur, aku ingin merasakan air mata itu keluar bersama. Aku melewatkan momen nginep bareng terakhir. Hem,, benarkah itu terakhir? Aku berharap sih, itu bukan yang terakhir... tak hanya satu tahun,, bahkan lebih...pokoke,,, makasih banyak!! ^o^ lagu untuk kaliaaaaann T-T

Sherina -Lihatlah lebih dekat

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui
kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kuakan mengerti







 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates