Rabu, 15 Agustus 2012

Kado Terindah

,
Hari ini, em... mungkin hari yang biasa menurut orang-orang.
15 Agustus, hari dimana mamah berjuang mati-matian untuk kontraksi agar perut buncitnya mengecil kembali. Dimana mamah menghadapi saat-saat sulit dengan pilihan dokter, kontraksi atau operasi. Ya, 21 tahun yang lalu, dini hari, pukul 2 pagi, mau tidak mau mamah harus bisa merasakan mules yang biasa dirasakan seorang wanita yang mau melahirkan. Pilihan lain, operasi, mungkin yang dimaksud, operasi belah perut kali ya. Tapi tepat pada jam itu, akhirnya perut itu mengecil tanpa ada goresan pisau di perut.

 Pagi ini, seperti biasa bangun sebelum jam 4, kami sahur bersama. Aku harus tetap ke kampus meski KKN telah usai. Menjalani tugas sebagai bendahara MOKA-KU tahun ini. Hari ini, tidak ada yang istimewa. Seperti biasa, aku meng-hide tanggal lahir di FB dari beberapa tahun kemarin, hingga wall ku ga penuh dengan ucapan-ucapan. Hehehe. Meski itu doa, tapi aku hanya ingin doa yang tulus, tidak harus menunggu bertapatan dengan tanggal lahir kan, untuk mendoakan sodaranya? Meski begitu, aku cukup senang karena masih ada yang ingat tanggal lahirku, dan memberi ucapan lewat SMS. Orangnya? Ada yang aku kira karena dia selalu memberi ucapan tiap tahunnya, ada orang yang baru karena memang baru kenal, tapi, sesaat sedih juga, orang yang harapkan ternyata tidak mengucapkan. Hehe. Tak apa.

Perayaan ulang tahun, perlukah? Itu adat kaum lain, dan aku gak mau masuk dalam bagiannya. Dan keluargaku juga gak pernah merayakannya. Dari kecil sampai sekarang. Kadang aku berfikir, ingatkah mereka dengan tanggal lahir aku? Dulu, kira-kira umur 8 tahun, itu pertama kalinya aku mendapat kue ulang tahun. Dan itu pemberian dari bibi dan itu dibuat sendiri. Dulu aku masih belum mengerti, yang aku tau, kue memang harus ada. Namun berjalannya waktu aku mengerti.

Sebenernya hari ini aku mau menceritakan kejutan yang terjadi. Entahlah, ketika kelas 3 SMA. sebenernya sebelum-sebelumnya pernah mendapat hadiah dari beberapa teman. Namun kelas 3 SMA itu, mereka membuat aku nangis di hari itu. Hem.. jujur, aku nangis bukan karena kejutannya, aku nangis karena aku gak mau memerankan putri salju. *makin bingung aja nih*. jadi waktu itu, ketika ada tugas B. Inggris, harus memainkan drama, dan aku di pilih jadi putri salju. Aku gak mau, tapi mereka memaksa. Andai yang jadi pangeran bukan dia, aku mau. Andai putri salju itu bisu, aku mau karena aku ga fasih berbahasa inggris. Andai, ya hanya andai. Tapi mereka memaksa. Anehnya, paksaan mereka kenapa begitu nusuk dalam hati? Kenapa mereka begitu? Mulai deh, mata panas. Mereka yang juga sahabatku, kecewa, dan meninggalkan aku di kelas sendiri. Beberapa saat, aku ikut keluar tapi malah terkunci. Dan kata mereka, kalau aku tetap gak mau, akan terus di kunci di kelas sampai sore. Akhirnya aku paksa membuka pintu dan ternyata... “selamat ulang tahun!!!!!” terlihat teman-teman bawa kue saat ku buka pintu. Dan... banjir deh!

Ketika kuliah, kejutannya tidak seekstrim sebelumnya ternyata. Karena mereka (teman kuliah) tidak bisa akting sepertinya. Dua tahun, hanya pemberian kado saja, tanpa apapun. Dan itu terkesan formalitas. Tak apa.

Orang yang aku harapkan di tahun ketiga aku kuliah ini, ternyata ia tidak mengucapkan. Mungkin karena sebelumnya aku pun, sempat lupa mengucapkan. Dia, orang yang selalu memberi kejutan terindah. Mulai dari tengah malam dia telepon, dan menyanyikan lagu ultah, dengan datang pagi-pagi ketika aku lagi mengepel teras dan beri aku kado, indah. Sangat indah. Terimakasih buku metamorfoselfnya, boneka dino yang aku kira itu boneka kodok, haha, dan kenangan indah selama 15 tahun ini.

Hari ini, seperti biasa orang-orang sibuk dengan kerjaannya. Lalu lalang masuk dan keluar sekre. Dan aku pun, demikian. Pak Sopandi, memanggilku, untuk masalah pencairan uang MOKA-KU. Aku masih belum berani, orang yang aku tunggu untuk menemani, ternyata sibuk. Okelah, ini tugasku, kenapa harus merepotkan orang lain? Ku langkahkan kaki sendiri ke Isola lantai 3, berharap ini hari baik. Dan percakapan lumayan alot, akhirnya aku dan Pak Sopandi pergi ke BAUK. Sebelumnya juga pernah, aku bernegosisasi dengan direktur keuangan, yaa, meski sempet beliau marah karena aku terus ngeyel. Dilempar ke bagian ... apa ya? Lupa, yang pasti aku dihadapkan ke bapak berbadankan dua dan bermata 4. Dan akhirnya aku dilempar kembali ke bagian anggaran, tapi tak sempat bertemu.

Sekarang, aku langsung di bawa ke bagian anggaran, karena anggaran yang aku ajukan, mereka hanya mengabulkan setengahnya, dan aku gak terima. Di sini, aku temukan sosok yang rupanya tidak asing lagi, tapi ini pertama kalinya aku bertemu, Pak Agus. Akhirnya aku jelaskan maksud dan tujuan aku. Kami, aku, Pak Sopandi dan Pak Agus berdiskusi dan menghitung anggaran kembali. Akhirnya setelah memakan waktu yang cukup panjang, dana yang akan diterima naik sepuluh juta dari dana awal. Dan pada hari ini juga, uang itu cair. Yah... pertama kalinya aku melihat hampir dua rim kertas berwarna merah berukuran 7x15cm. Dan aku pun harus menghitung kembali kertas itu.Wah, ini benar-benar kado ulang tahun yang tidak pernah kusangka sebelumnya, meski kertas ini bukan milik aku, tapi hasil lobbying sehingga naik sepuluh juta, itu merupakan hal yang luar biasa.

Tahun ini, tradisi makan dan beri kado yang biasa dilakukan teman-teman, sudah dihapuskan. Terasa lega juga. Tidak ada beban karena aku tau, itu salah. Yang pasti, aku senang ketika dapat ucapan yang bukan karena bagian dari tugas, tapi dari hati tulus, memberi doa pada sodaranya. Dan aku pun senang, ketika diberi hadiah tapi bukan karena tradisi yang menjadi keharusan, tapi karena tulis ingin memberi. Tahun depan, kejutan apa lagi ya? Berharap sih bunga. :D

1 komentar:

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates