Kamis, 03 Januari 2013

Masa-Masa itu...

,

Bismillah.

Sekarang aku mau cerita apa ya? hehehehe.
Pernah mengalami suka terhadap lawan jenis? Pasti pernah lah ya... tidak mungkin tidak, karena itu wajar, fitrah setiap manusia. Namun, bagaimana sikap kita menangani hal tersebut jika rasa itu membuat kita jauh, jauh dari dekapan-Nya. Aku nulis ginian sambil dengerin lagu melow-melow biar kerasa gitu.. hehehe.
Oke, aku mulai merasakan suka terhadap seseorang, yah, bisa dibilang lawan jenis, mulai SD kelas 4 –kelakuan bocah polos-. Kebodohan akan hal ini terjadi lagi saat SMP kelas satu. yang kata orang, rasa itu wajar, lagi masa-masanya. Haha. Dan karena ketidak-akuran dengan orang tersebut membuat aku suka. Aneh kan... dan ketika mengungkapkan rasa suka tersebut yang ada ingin menjauh. Tuh, kan... ini bukan rasa suka yang seharusnya!! Namun, hal konyol itu aku anggap sebagai pembelajaran dimasa aku masih polos. Ceilaaa. Dimana aku belum baligh, aku hanya merasakan hal itu sebagai kesenangan belaka. Melihat wajahnya, menuliskan surat padanya –waktu dulu aku gak punya HP, hahaha-, memberikan sesuatu padanya juga mendapatkan sesuatu darinya, dan ternyata itu berlanjut sampai kelas tiga SMP, dimana aku mulai mengerti. Ini salah.
Hal konyol dilakukan ketika kelas satu SMA. hahahha. Bodoh memang. Ini masa dimana masa pubertas memuncak. Gila gue!! Tapi ini aku hentikan segera pastinya. Hehe, meski dampaknya sampai aku lulus pun masih terdengar ejekan-ejekan dari teman-teman yang lain. Tapi aku tutup hati selama SMA ini, hanya selama kelas satu aku eror dan itu pun hanya 6 bulan. Tapi lama juga ya. Hahahaha
Parahnya sih saat masa-masa kelulusan. Di sini bukan masanya merasakan hal itu untuk p***r*n, tapi malah ke jenjang serius. You know what laaahh... ini karena teteh aku, bukan teteh asli sih, dia nikah muda di umur 20 tahun. Tapi kan aku masih 18 tahun coy!! Kenapa bisa mikir ke hal sana ya? Hahaha. Dan orang-orangnya pun memang mendekati untuk mengarah kesana –yang gak ngerti, belajar mengerti lah-. Tapi pastinya orang tua blum mengizinkannya lah, meski anaknya udah mau ngikut tetehnya. Hahahaha. Oke, untungnya aku berfikiran untuk n***h muda hanya 4 bulan. Lama ya? Hoho. Aku mulai tersadarkan ketika aku disibukkan aktivitas kuliah. Mantaps!!
Tahun 2010, dimana tahun insyaf dimulai. Hehe. Hal-hal konyol yang dilakukan masa lalu, biarlah berlalu. Itu hanya masa lalu. Perasaan suka sesaat. Tapi demi Allah!! Belum pernah bersentuhan secara sengaja dengan lawan jenis!!. Cius deh! Karena aku ngerti, mereka belum halal buatku. Lagian, kenapa juga ada yang suka sama aku? Heran deh, sampai nganteri gitu. Hahahha! Pada gak percaya da. Jangan percaya, percaya sama Allah aja. :D
Ya, dimulai tahun 2010, tahun dimana duniaku teralihkan dari perasaan-perasaan konyol itu. Perasaan yang harusnya aku jaga. Tahun ini aku mulai cuek secueknya dengan hal-hal yang berurusan dengan hati, maksudnya perasaan gituan lah. Ternyata, semakin aku ingin menjaga, semakin banyak cobaan juga ya. Tidak mudah ternyata. Meski kita sudah menjaga, tapi kalau pihak satunya tidak, ya jadi pengganggu semedi kita. Ketika aku lengah dan penggoda mulai masuk, untungnya aku masih bisa tersadar. Tak mau terulang ketika masa-masa labil dulu.
“Cie”, doa mujarab itu menghampiri. Sempat aku roboh dan hampir roboh ketika tahun berikutnya. Intensitas salah satu faktor robohnya benteng aku. Bisa tertangani meski pengganggunya atas lingkungan dan daya hayalku yang berlebihan. Bukan dari orang itu. Dingin. Usaha bersikap dingin, mungkin salah satu solusi.
Tahun berikutnya, dimana lingkungan begitu keras mengganggu. Padahal diri sudah terbiasa dengan keadaan “kosong”. Dan parahnya, ortu sudah mulai gimanaaaa gitu. Hadeuh. OMG!!! Bisa gak sih, gak ngomongin gituan??? Tapi parahnya mah keluarga ortu sih. Aku anak siapa, kenapa yang riwehnya mereka??? Sibuk nanyain ini itu. Gak percaya kalau aku belum punya seseorang. Emang belum mas broooo.
Tahun ini, aku ingin sedingin es, sekuat baja, secuek bebek –emang bebek cuek ya?- menjaga minimal sampai ada yang datang kerumah. Siapa? tukang pos. Ya bukan lah! Tapi yang datang juga tahu waktu lah... minimal kalau aku udah beres nyelesaiin skripsi dan sidang. Hehehe, tapi kalau datang sekedar minta minum mah, sok aja, gak usah nunggu aku skripsi dulu. Hahhaa. Intinya jangan ganggu semedi aku di tahun ini. Tapi niatan untuk menyempurnakan sebagian amanah hidup, pasti ada. Memperbaiki diri dulu deh, sebelum itu. Eh, ini teh yang disebut resolusi ya? Yaaa apapun itu, targetan yang harus dicapai, LULUS dulu deh. Dan gak bikin beban pastinya. Beban ortu maupun negara. Dan untuk mu, wahai calon pendamping, hehhehehe. Aku ini keras lho, galak, pelit, jelek-jelek deh. Manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan. Dan mereka saling melengkapi. Jadi, aku berharap, kamu, hai pendampingku, bisa melembutkanku dan bisa membuatku bersama-sama arungi jalan hidayah-Nya. Minimal itu deh. Hehehe. Minimalnya berat ya.. hehehe. Ucapan itu doa, kalau ucapan diurai jadi tulisan, itu juga masih suatu doa. Jadi, semoga tahun ini, benar-benar bisa mencapai targetan ku diatas. Aamiin


0 komentar to “Masa-Masa itu...”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates