Bismillah.
Sekarang aku mau cerita apa ya? hehehehe.
Sekarang aku mau cerita apa ya? hehehehe.
Pernah mengalami
suka terhadap lawan jenis? Pasti pernah lah ya... tidak mungkin tidak, karena
itu wajar, fitrah setiap manusia. Namun, bagaimana sikap kita menangani hal
tersebut jika rasa itu membuat kita jauh, jauh dari dekapan-Nya. Aku nulis
ginian sambil dengerin lagu melow-melow biar kerasa gitu.. hehehe.
Oke, aku mulai
merasakan suka terhadap seseorang, yah, bisa dibilang lawan jenis, mulai SD
kelas 4 –kelakuan bocah polos-. Kebodohan akan hal ini terjadi lagi saat SMP
kelas satu. yang kata orang, rasa itu wajar, lagi masa-masanya. Haha. Dan karena
ketidak-akuran dengan orang tersebut membuat aku suka. Aneh kan... dan ketika
mengungkapkan rasa suka tersebut yang ada ingin menjauh. Tuh, kan... ini bukan
rasa suka yang seharusnya!! Namun, hal konyol itu aku anggap sebagai
pembelajaran dimasa aku masih polos. Ceilaaa. Dimana aku belum baligh, aku
hanya merasakan hal itu sebagai kesenangan belaka. Melihat wajahnya, menuliskan
surat padanya –waktu dulu aku gak punya HP, hahaha-, memberikan sesuatu padanya
juga mendapatkan sesuatu darinya, dan ternyata itu berlanjut sampai kelas tiga
SMP, dimana aku mulai mengerti. Ini salah.
Hal konyol dilakukan
ketika kelas satu SMA. hahahha. Bodoh memang. Ini masa dimana masa pubertas
memuncak. Gila gue!! Tapi ini aku hentikan segera pastinya. Hehe, meski
dampaknya sampai aku lulus pun masih terdengar ejekan-ejekan dari teman-teman
yang lain. Tapi aku tutup hati selama SMA ini, hanya selama kelas satu aku eror
dan itu pun hanya 6 bulan. Tapi lama juga ya. Hahahaha
Parahnya sih saat
masa-masa kelulusan. Di sini bukan masanya merasakan hal itu untuk p***r*n,
tapi malah ke jenjang serius. You know what laaahh... ini karena teteh aku,
bukan teteh asli sih, dia nikah muda di umur 20 tahun. Tapi kan aku masih 18
tahun coy!! Kenapa bisa mikir ke hal sana ya? Hahaha. Dan orang-orangnya pun
memang mendekati untuk mengarah kesana –yang gak ngerti, belajar mengerti lah-.
Tapi pastinya orang tua blum mengizinkannya lah, meski anaknya udah mau ngikut
tetehnya. Hahahaha. Oke, untungnya aku berfikiran untuk n***h muda hanya 4
bulan. Lama ya? Hoho. Aku mulai tersadarkan ketika aku disibukkan aktivitas
kuliah. Mantaps!!
Tahun 2010, dimana
tahun insyaf dimulai. Hehe. Hal-hal konyol yang dilakukan masa lalu, biarlah
berlalu. Itu hanya masa lalu. Perasaan suka sesaat. Tapi demi Allah!! Belum pernah
bersentuhan secara sengaja dengan lawan jenis!!. Cius deh! Karena aku ngerti,
mereka belum halal buatku. Lagian, kenapa juga ada yang suka sama aku? Heran deh,
sampai nganteri gitu. Hahahha! Pada gak percaya da. Jangan percaya, percaya
sama Allah aja. :D
Ya, dimulai tahun
2010, tahun dimana duniaku teralihkan dari perasaan-perasaan konyol itu. Perasaan
yang harusnya aku jaga. Tahun ini aku mulai cuek secueknya dengan hal-hal yang
berurusan dengan hati, maksudnya perasaan gituan lah. Ternyata, semakin aku
ingin menjaga, semakin banyak cobaan juga ya. Tidak mudah ternyata. Meski kita
sudah menjaga, tapi kalau pihak satunya tidak, ya jadi pengganggu semedi kita. Ketika
aku lengah dan penggoda mulai masuk, untungnya aku masih bisa tersadar. Tak mau
terulang ketika masa-masa labil dulu.
“Cie”, doa mujarab
itu menghampiri. Sempat aku roboh dan hampir roboh ketika tahun berikutnya. Intensitas
salah satu faktor robohnya benteng aku. Bisa tertangani meski pengganggunya
atas lingkungan dan daya hayalku yang berlebihan. Bukan dari orang itu. Dingin.
Usaha bersikap dingin, mungkin salah satu solusi.
Tahun berikutnya,
dimana lingkungan begitu keras mengganggu. Padahal diri sudah terbiasa dengan
keadaan “kosong”. Dan parahnya, ortu sudah mulai gimanaaaa gitu. Hadeuh. OMG!!!
Bisa gak sih, gak ngomongin gituan??? Tapi parahnya mah keluarga ortu sih. Aku anak
siapa, kenapa yang riwehnya mereka??? Sibuk nanyain ini itu. Gak percaya kalau
aku belum punya seseorang. Emang belum mas broooo.
Tahun ini, aku ingin
sedingin es, sekuat baja, secuek bebek –emang bebek cuek ya?- menjaga minimal
sampai ada yang datang kerumah. Siapa? tukang pos. Ya bukan lah! Tapi yang
datang juga tahu waktu lah... minimal kalau aku udah beres nyelesaiin skripsi dan
sidang. Hehehe, tapi kalau datang sekedar minta minum mah, sok aja, gak usah
nunggu aku skripsi dulu. Hahhaa. Intinya jangan ganggu semedi aku di tahun ini.
Tapi niatan untuk menyempurnakan sebagian amanah hidup, pasti ada. Memperbaiki diri
dulu deh, sebelum itu. Eh, ini teh yang disebut resolusi ya? Yaaa apapun itu,
targetan yang harus dicapai, LULUS dulu deh. Dan gak bikin beban pastinya. Beban
ortu maupun negara. Dan untuk mu, wahai calon pendamping, hehhehehe. Aku ini
keras lho, galak, pelit, jelek-jelek deh. Manusia diciptakan untuk
berpasang-pasangan. Dan mereka saling melengkapi. Jadi, aku berharap, kamu, hai
pendampingku, bisa melembutkanku dan bisa membuatku bersama-sama arungi jalan
hidayah-Nya. Minimal itu deh. Hehehe. Minimalnya berat ya.. hehehe. Ucapan itu
doa, kalau ucapan diurai jadi tulisan, itu juga masih suatu doa. Jadi, semoga
tahun ini, benar-benar bisa mencapai targetan ku diatas. Aamiin




