baca dulu 56 Jam di PUSDIKAJEN part 1
Akhirnya aku dan Winda memilih untuk cuci muka di masjid saja. Jarak antara barak ke masjid mungkin sama dengan tower masjid Alfurqon ke BNI tapi gak nanjak. Wah... suasana malam disini dingin dan sepi ya? Sudah pada tidur, gitu? Di masjid ketemu rombongan Rinda, Asri dan lupa. Hehe. Mereka menuju barak. Kira-kira pukul 00.30 WIB aku dan Winda beres tuh dari kamar mandi masjid. Tempatnya lumayan bersih jika dibandingkan dengan WC barak. Sesampainya di barak, ternyata masih ada yang belum tidur dan masih mejeng di tempat makan. Di ranjang kami ternyata ada Ii (nama panggilan) yang sepertinya sudah tidur. Yaaaah,, padahalkan itu tempat Nuy, ya sudahlah gak apa-apa. Sudah jam 1 nih! Perlengkapan tidur disiapkan. Dari mulai pakai jaket, syal, kaos kaki dan sarung tangan. Agak lebay sih... tapi yakin kok, beberapa jam kemudian akan semakin dingin dibanding sekarang. Sudah siap posisi untuk tidur. Lho kok? Sarung tangan satu lagi mana? Aku cari-cari tuh, di kasur, sampe Winda bangun lagi, di kolong, di lemari. Gak ada. Aneh. Padahal tadi ada lho! Ya sudahlah sudah malam pula. Jadinya tidur tanpa sarung tangan. Hanya perlu beberapa menit hingga aku pergi ke dunia lain.
Akhirnya aku dan Winda memilih untuk cuci muka di masjid saja. Jarak antara barak ke masjid mungkin sama dengan tower masjid Alfurqon ke BNI tapi gak nanjak. Wah... suasana malam disini dingin dan sepi ya? Sudah pada tidur, gitu? Di masjid ketemu rombongan Rinda, Asri dan lupa. Hehe. Mereka menuju barak. Kira-kira pukul 00.30 WIB aku dan Winda beres tuh dari kamar mandi masjid. Tempatnya lumayan bersih jika dibandingkan dengan WC barak. Sesampainya di barak, ternyata masih ada yang belum tidur dan masih mejeng di tempat makan. Di ranjang kami ternyata ada Ii (nama panggilan) yang sepertinya sudah tidur. Yaaaah,, padahalkan itu tempat Nuy, ya sudahlah gak apa-apa. Sudah jam 1 nih! Perlengkapan tidur disiapkan. Dari mulai pakai jaket, syal, kaos kaki dan sarung tangan. Agak lebay sih... tapi yakin kok, beberapa jam kemudian akan semakin dingin dibanding sekarang. Sudah siap posisi untuk tidur. Lho kok? Sarung tangan satu lagi mana? Aku cari-cari tuh, di kasur, sampe Winda bangun lagi, di kolong, di lemari. Gak ada. Aneh. Padahal tadi ada lho! Ya sudahlah sudah malam pula. Jadinya tidur tanpa sarung tangan. Hanya perlu beberapa menit hingga aku pergi ke dunia lain.
03.15 WIB
panitia udah
bersiap-siap untuk sholat tahajud. Udaranya dingin banget! Godaan untuk tidur
lagi menggerayang. Akhirnya dengan setengah sadar aku pergi ke WC barak. Entah
kenapa, suasana WC begitu ramai dibanding waktu siang. Oke, saatnya pergi ke
masjid! Sebelumnya pake peralatan perang dulu nih, melawan dinginnya Lembang. Gak
sedingin subuh di rumah, jadi gak kuat nih. Pakai kaos kaki rangkap dua, syal
yang menggulung di leher, dan sarung tangan. Lho?? Sarung tangan ku yang
beberapa jam yang lalu hilang telah kembali! Tiba-tiba ada di bawah ranjang. Hoho,
mungkin terselip di jaket atau di baju kali ya :D
Kami para panitia dan peserta sholat tahajud
masing-masing, saat aku datang ke masjid, ternyata putra lagi dengerin sepatah
dua patah kalimat yang dilontarkan Pak Presiden, kang Hamdan. Wah, mereka
bangun lebih awal sepertinya. Setelah tahajud, nunggu beberapa menit kemudian
dlanjut sholat subuh. Efek dingin di sini menyebabkan hidung pilek, mampet nih.
Mungkin karena sebelumnya daerah Bandung musim panas, jadi hidungnya sedikit
telat beradaptasi. Haha
05.30 WIB
“Para evaluator! Siap-siap olahraga ya! Peserta udah
rapi tuh!” seru panitia bagian acara. Yeah, setelah berevaluasi malam kemarin,
akhirnya memutuskan kalau evaluator harus selalu bareng dengan peserta dalam
hal makan, pun dalam aktivitas yang melibatkan peserta. Jadi Evaluator ini
serasa jadi peserta namun tugasnya double
gitu deh!
Ada yang saltum nih! Haha. Salah satu evaluator yang
merupakan salah satu Dirjen di kementrian yang berkutik di bidang UPI banget,
yang inisial huruf awalnya R, selanjutnya I, selanjutnya S, selanjutnya K, dan
huruf terakhir A, :D ini memakai gamis, gamisnya baru dibeli pula, terlihat
anggun saat ia memakainya. Wah, mau ke kondangan atau olahraga? :D . Kalau saltu
atau salah sepatu sih banyak. Kaya aku nih, pakai sepatu putih transparan terbuka
atasnya yang baru dibeli (beuh) dan pakai kaos kaki putih pula, lari-larian di
lapangan rumput yang masih dihinggapi embun, otomatis kaos kakinya langsung
kotor kena cipratan embun ditambah tanah. Olahraga yang awalnya dipandu sama
kepala suku evaluator, Yusuf, diganti oleh peserta PLKM, dikarenakan urutan
gerakan pemanasannya gak beraturan atau kacau. Dari dinamis ke statis, terus ke
dinamis lagi. Haha. Ketauan gak pernah olahraga nih. :D
Setelah bercape-cape
ria olahraga dan permainan yang menuntut badan ini bergerak, akhirnya peserta
dikondisikan untuk sarapan awal, maksudnya sarapan tahap pertama yaitu minum
makanan bergizi. Bagian yang enak, para evaluator gak bisa nyicip nih, bisa
nyicip pun kalau ada yang nyisa. Hiks. Nah, dilanjut ke makan setelah peserta
udah rapi bersiap mau nerima materi. Oya, mundur beberapa menit dulu, penting
gak penting sih, tapi nanti ada hubungannya dengan cerita lain. Hehe. Jadi aku
patut dirinya di kamar mandi yang pojok kanan dari arah pintu, aku pilih sana
karena yang lain penuh, terus ada peserta yang keluar dari sana dan menawarkan
untuk disana, tapi gak ada kunci (bahasa dia ngobrol ke aku kaya yang ke
sepantaran. Mungkin muka aku serasa anak 2011 kali ya? Haha.. :D ) dari yang
asalnya rame tuh kamar mandi, saat aku keluar, udah sepi aja. Tinggal aku
seorang yang ada di area sana. Wah... kayanya aku kelamaan. Haha. Lanjut ke
sarapan ya... Evaluator ikut makan bareng peserta nih, serunya merasakan menu
makan yang sama dengan peserta (karena biasanya menu panitia lebih sedikit
dibanding peserta. hehe). Tapi yang bikin gak enaknya, kami juga harus
menyelesaikan makannya sama dengan peserta. Haduuuh...
08.00 WIB-an (ditambah beberapa menit hehe)
Masuk ke materi ketiga. Tentang Isu Kampus. Mulai bertugas
nih! Hanya beberapa menit saja untuk bisa fokus apa yang pemateri sampaikan,
selanjutnya, ngantuk menghadang! Cari angin segar dulu ah. Sebagian peserta
(yang terlihat) pada tidur, tapi tidur was-was gitu, merem melek. hehe! Mungkin
ada sebagian lagi diambang batas, antara
sadar dan gak sadar. Karena tadi malam kurang tidur, aku dan Riska coba-coba
tidur sambil duduk menghadap lapangan dengan kepala tertunduk. Eh, ternyata
tidur beneran. Berapa menit ya? Yang pasti itu tidur yang efektif lha! Karena setelah
bangun langsung seger, tapi yakin, tadi tidurnya gak sampai sejam. Anehnya,
para peserta yang kondisinya memprihatinkan, ketika sesi tanya jawab, mereka
begitu bersemangat mengacungkan tangannya. Wah... apa-apaan ini?? Tidak mendengarkan
tapi hanya mau berbicara. >_< , mungkin emang cara mereka nyerap materi
seperti itu kali ya? Hha... atau mungkin saja mereka begitu banyak pertanyaan mengenai
isu kampus ini.
Materi keempat, tentang manajemen organisasi. Pematerinya
kocak!. Baru kali ini nih, aku ikut sampai full. Keren abis lha! Haha. Materinya
sih kebanyakan tentang pengalaman kepemimpinan dia dari mulai SD sampai
sekarang. Sebenernya lebih ngasih motivasi. Karena materinya itu kebanyakan
tersirat. Tapi gue suka gaya lo!! :D..
12.00 WIB-an (lagi lagi ditambah beberapa menit)
Waktunya istirahat sholat makan nih. Dan lagi-lagi
kami para evaluator makan bareng dengan peserta. :D. Masuk materi lagi. Kali ini
ruangannya ditata ulang. Awalnya ruangan ini kaya ruangan kelas dengan meja
yang terlalu tinggi, jadi enak untuk bermalas-malasan. Tapi sekarang disetting
tanpa meja. Jadi tinggal kursi yang berjejer rapi. Jadi kalau bukan orang ahli,
gak mungkin bisa tidur di kursi tanpa ada penyangga dan tanpa ketahuan orang. Kebetulan
materi ini bukan sembarangan materi. Tapi aplikasi materi tentang isu kampus. Jadi
isu kampus yang akan diangkat adalah RUU PT, pengalihan status universitas
tercinta ini. Awal-awal sih berjalan gak heboh, karena anak-anak sebelumnya
belum dapat materi bahasannya. Tapi setelah ada info dari beberapa peserta yang
up to date tentang isu kampus, anak-anak yang lain mulai berkoar-koar deh. Nah ini
dia yang bikin ribet. Saking banyaknya yang ngacung, para evaluator sedikit
kesulitan untuk menilai. Sebagian evaluator aja mungkin ya? Hehe. Anak-anak
kelompok aku, kayanya mereka tau, kalau mereka dinilai, ya sudah, pakai jurus X
aku keluar dari gerombolan evaluator lain yang sibuk menilai. Aku sembunyi,
pokoknya jangan sampai kelihatan anak-anak tapi aku masih bisa melihat mereka. Dan
terlihat mereka kaya yang nyari-nyari aku gitu deh. Haha.
Bada ashar, dilanjut materi lagi. Haduh, pematerinya
itu lho.. haha. Cut aja deh adegan
ini mah, hhe. Nah, mulai dari ashar, aku sholatnya jarang di masjid lagi, lebih
sering sholat di barak. Biar lebih “hangat”. Meskipun harus cari celah yang
lumayan gede antara ranjang yang satu dengan yang lainnya, dan ternyata dapat,
berada ditengah-tengah.
Bada isya, dilanjut materi lagi. Kalau yang ini,
lebih baik dicut juga.hehe. jadi
pemateri ini terlalu meluas materinya. Mending moderatornya deh yang jadi
pemateri, meski selalu diawali dengan apersepsi yang terlampau banyak, tapi
penyiratan materi yang ia sampaikan sangat bagus menurut aku mah. Moderatornya siapa?
Salah satu Menteri BEM REMA UPI yang bergelut dibidang Pendidikan. Hehe. Nah,
karena pemateri ini terlalu panjang lebar, jadi bawaannya ngantuk. Ini berefek
ke materi selanjutnya, materi spiritual motivasi, dari bang Kemas. Awalnya sih
aku berpikiran bakalan ada adegan nangis-nangisan. Tapi karena pesertanya
sepertinya udah 5 watt (sebagian) jadi beliau memberhentikan materinya. Yaaah. Gak
asyik nih! Tapi selain peserta, panitia juga pada tepar semua (sebagian sih). Ada
hal yang konyol! Salah satu panitia dengan gaya tidur yang unik, sempet
ngelantur ketika bang Kemas ngasih materi. Entah ngelantur, atau bang Kemas
lagi menghipnotis dia. Kebetulan saat itu bang Kemas suruh tepuk tangan satu
kali. Dasyatnya ni panitia ikut tepuk tangan, oh mungkin dia sudah bangun. Eh ternyata
matanya masih merem!! Dan ketika ditanya, dia gak sadar kalau udah tepuk
tangan. Haha. Parah-parah! XD
00.00WIB
Selamat datang hari ketiga! Oke, para evaluator gak langsung tidur
nih! Langsung disuruh kumpul untuk rekap data. Di masjid udah standby gitu deh,
ngebahas tentang nilai. Lumayan alot nih, yang tadinya ngantuk, jadi gak
ngatuk. Ada suplemen sih! Martabak haha. Kira-kira sampai jam 2 dini hari kami
ekstra keras ngolah nilai, akhirnya dilanjut beberapa jam kemudian. Kami kembali
ke barak. Semua sudah terlelap ternyata. Ii juga sepertinya sudah terlelap.”esok
bangun jam berapa nih?” tanya aku ke Winda yang merupakan evaluator juga, “jam
3 teh” tiba-tiba jawab Ii. Wew. Kaget. Dikira sudah tidur, ternyata belum tidur
tho. Akhirnya hanya beberapa menit aku dah pindah ke dunia lain. Dan, uuuuhh,,
berisiknya, ada apa sih?




