Hari ini ceritanya mau PLKM. Acara
apaan itu??? Singkatannya sih Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa. Jadi
acara apa itu? Yaaa... bisa simpulkan sendiri ya, dari singkatannya. Jadi sejenis
LKM lagi tapi tingkat universitas. Nah, tahun ini bukan jadi peserta, tapi
panitia.
Hari pertama, Jumat, 22 Juni 2012.
Panitia disuruh kumpul tuh jam 6 di PKM. Tapi... hehe, aku baru datang jam 7. Langsung
deh menghampiri para panitia lainnya. Para peserta PLKM sedang dikondisikan,
diabsen dan sejenisnya. Tiba nih kumpul dengan evaluator, agendanya untuk perkenalan gitu deh. Aku jadi
evaluator kelompok 2. Ternyata kelompok 2 anggotanya sedikit. Hanya 4 orang
yang sudah hadir. Oke. Kita kenalkan mereka. Dari kanan aku, ada Febby dari
kampus daerah cibiru, selanjutnya ada Intan dari... haha lupa, selanjutnya ada
Mutiara dari PKK kalau tidak salah, selanjutnya dan sekaligus yang terakhir ada
Cahyo dari,, lupa juga. Hehe. terus ada tambahan Rina yang gabung siang. Mereka ternyata asyik-asyik, dan untuk sementara
aku tempatkan diri sebagai kakak pemandu atau pendamping mereka, bukan sebagai
evaluator (penilai). Singkat cerita, kira-kira pukul 9 berangkatlah peserta
juga panitia ke tempat tujuan. Aku nyusul, karena nganter Dewi dulu. Jadi aku
minta Afif untuk nunggu, agar bareng berangkatnya. Dan taukah kalian??? Di jalan
itu kami serasa pabalap-balap. Tepatnya aku ngejar dia yang pergi jauh entah
kemana. Tapi untungnya selalu kekejar (itu juga karena ada mobil didepan Afif,
jadi mau gak mau dia diperlambat
lajunya). Lumayan lelah ngejar bocah ini. Akhirnya sampai juga deh di
PUSDIKAJEN. Tempatnya sejenis apa ya? Pokoknya tempatnya tentara deh! Tempat ini
berlokasi di .. dimana ya?? Yang pasti dari bunderan pasar Lembang, kalau mau
ke Cikole belok kiri, nah ini mah lurus aja. Ternyata peserta dan panitia udah
sampai duluan.
Kurang lebih pukul 10 pagi,
pembukaan PLKM, ada sambutan-sambutan dari berbagai jabatan. Tapi ada juga beri
sambutan serasa beri materi, panjang banget sodara! Nah, tiba waktunya sholat
Jumat untuk laki-laki, dan perempuannya keputrian. Tapi aku gak ikutan, hehe. Aku
langsung kabur ke barak putri dengan nama baraknya Tangkuban Perahu. Lihat-lihat
ruangan gitu deh, bersama Syifa. Ruangannya berbentuk persegi panjang, kurang
lebih 20 x 5 meter. Di bagian timur ada 3 pintu menuju ruangan yang masih belum
jelas ruangan apa, juga ada 2 taman yang memisahkan ketiga pintu tersebut. Ternyata
setelah pintu dibuka, dibalik pintu itu ada sebuah ruangan lagi, kurang lebih dengan
panjang 15 meter dan lebar 5 meter dan ujung dari ruangan ini ada pintu lagi. Wah...
harum ruangan yang sudah lama tidak ditempati. Ruangan ini berisikan ranjang
bertingkat dari ujung ke ujung disetiap dua sisinya. Kurang lebih ada sekitar
10-15 ranjang tiap sisi, alias ada 20-30 ranjang di ruangan ini. Gelap. Lembab.
Aku masih belum berani membuka ada apa dibalik pintu yang berada diujung
ruangan berranjang ini. Ruangan berranjang hanya dibuka 2 pintu. Ceritanya ini
tempat tidur peserta putri dan panitia putri. Pintu satunya lagi? Entah apa
isinya. Lanjut keruangan 20x 5 meter ujung sebelah kanan dari pintu utama
terdapat meja, kursi, lemari, gas, lemari es, layaknya kantin atau tempat makan
tapi tidak dipergunakan lagi. Aku ngoprek lemari esnya, dan ternyata masih bisa
digunakan. Dan frezernya masih ada es-nya. Oh berarti tempat ini sebelumnya
pernah dipakai dan jarak waktunya tidak lama. Akhirnya setelah bosan ngoprek
sana sini, menuju masjid deh, ternyata sholat Jumatnya sudah selesai. Kembali lagi
ke barak. Ternyata pintu paling ujung dari ruangan berranjang itu sudah dibuka.
Ada apa ya? Hehe. Aku bersama.. siapa ya? Lupa. Lihat-lihat ruangan lagi. Jalan
15 meteran dari ujung ke ujung melewati beberapa ranjang dengan kondisi gelap. Kalau aku bersugesti yang
aneh-aneh, mungkin aku gak akan berani tuh. Tapi, beranikan saja, dengan tidak
melihat kanan kiri, langsung lurus kedepan (masih ada 3 hari 2 malam lagi
sodara! Jangan mikir yang aneh aneh dulu deh di ruangan ini T-T) ternyata
dibalik pintu yang bercahaya itu tembus ke luar dan depannya berbaris rapi WC-WC.
Tapi... bukan WC yang layak nih! Tanpa air di setiap baknya. Haduh. Jadi yang
berfungsi hanya ada 6 kamar air besar dengan bak yang besar tanpa ada
klosetnya, pintunya pun gak ada kunci, hanya bermodalkan gayung saja.
13.00 WIB
Ceritanya materi pertama dimulai
nih. Tapi sedikit ngaret sih. Akhirnya sebagai evaluator beraksi juga nih! Tapi
hanya bertahan 10-15 menit. Ngantuuuuk!! Lapar pula. Ya udah, aku, Nuy, Syifa
pergi cari makan. Yang penting, ketika sesi pertanyaan kami sudah ada di aula lagi.
Jalan- jalan tuh cari kantin. Waah..indahnya tempat ini. Banyak tamannya. Tapi tidak
untuk sekitar barak ~.~. akhirnya sampai juga di kantin. Kami bingung mau makan
apa. Eh, ada soto! Akhirnya aku mesen soto deh. Isi sotonya hanya bihun, kol,
daging meski sedikit, dan kuah. Aku pesen ditambah nasi, hanya Rp. 7.000 saja! Mau???
lho? -__- . Beberapa menit kemudian, datanglah rombongan lain yang mau makan
juga. Karena kami dikejar tugas sebagai evaluator, jadi kami duluan kembali ke
aula deh. Ternyata eh ternyata masih materi. Huaa... ngantuk. Keluar aula deh. Nongkrong
di luar. Melihat rumput hijau yang tertanam rapi seluas kurang lebih 15 x 15
meter, membuat pikiran fresh sejenak. Ya, hanya sejenak, karena rumput hijau
itu dikelilingi juga ruangan yang gak jelas gitu deh! Hehe. Dreeeeeeet dreeeet
kira-kira seperti itulah bunyi HP yang disilent.
Ternyata ada SMS dari Latifah
Bismillah
Wajib hdir kpd tmen2 yg
xxxxxxxxxxxx sensor ^^xxxxxxxxxxxxx.
Sore ini jm3 sore. Jgn telat yah.. qt semua bw nama BEM, nuhun
Isi SMSnya
intinya aku harus kembali ke kampus untuk kumpul. Bagaimana ini? Akhirnya setelah
tugas sebagai evaluator beres untuk materi pertama ini, jam 3 sore aku dan Nuy
langsung menuju TKP dengan si beat pink. Dengan ngebut, tapi gak ngebut banget,
akhirnya sampailah di kampus. Telah 30 menit nih! Setelah sholat dan lain-lain
akhirnya kami nunggu Ibu untuk beri arahan. Apa yang kami bicarakan??? Rahasia.
^^.
17.00 WIB
Akhirnya rampung juga pembicaraan yang seru ini. Aku
dan Nuy langsung kembali ke PUSDIKAJEN. Tapi sebelum itu, belanja dulu aaah...
buronan belanja aku sih, kaos kaki dan sarung tangan. Tapi di sepanjang
gerlong, gak ada yang cocok. Diperjalanan, sambil nengok kanan-kiri aku dan Nuy
mencari-cari orang yang jualan kaos kaki dan sarung tangan. Tapi karena bikin
kagok orangyang dibelakang motor aku, jadi belanjanya di pasar Lembang saja. Dan
akhirnya ketemu tuh buronan aku. Jadi merepotkan Nuy, maaf ya. Magrib tiba. Akhirnya
kami kembali dengan selamat. Langsung ke barak, siap-siap untuk sholat magrib. Bada
magrib, para evaluator ditarik ke aula untuk rapat dadakan. Disana lebih ke
pemberitahuan kembali cara beri nilai, posisi duduk evaluator, dan lain-lain
yang sempet bikin heboh. Ba’da Isya, waktunya makan. Nah, konflik mulai terjadi
nih. Panitia yang mendadak membeludak malam ini (dibanding dengan tadi pagi
atau siang, jauh banget lah! Mungkin bertambah 100% jumlah panitianya) membuat
ruangan barak putri ramai dan penuh. Peserta yang sudah dikondisikan untuk diam,
malah panitianya yang gak diam. Akhirnya seluruh panitia disuruh keluar,
termasuk evaluator. Jadi panitia makannya diakhirkan setelah peserta.
sebenarnya jika ada ruangan khusus untuk panitia tidak akan terjadi seperti
ini. Tapi, mahal lagi kalau nyewa ruangan lagi, karena di sini disewa
perruangan. Agendanya setelah makan peserta langsung diskusi bersama evaluator.
Tapi ngaret. Setelah diburu-buru makannya oleh anak acara, akhirnya para
evaluator muncul di aula dan siap untuk menemani diskusi peserta.
Diskusi ini membahas tentang essay yang dibuat
peserta sebagai syarat mengikuti PLKM. Gak jauh beda dengan tugas tahun kemarin
sih! Hanya beda tema. (lihat juga Pengaderan yang Tercemar )Tema sekarang karakter pemimpin ideal. Setelah diskusi
kelompok, hasil dari diskusi ini dibawa ke diskusi semua peserta dengan
dipimpin oleh Azzam. Untuk awal-awal sih masih bisa dikendalikan, namun ketika
pukul 22.00 WB, terjadi pemberontakan peserta yang melihat agenda acara, kalau
pukul 22.00 WIB waktunya tidur. Setelah didiskusikan akhirnya dilanjut sampai
pukul 23.00 WIB. Saatnya EVALUASI. Berkumpul tuh para panitia. Kami membicarakan
kesalahan-kesalahan yang terjadi seharian dan dibahs juga solusinya.
00.00 WIB
kami kembali ke barak. Tiba di barak, aku dan Winda janjian
mau tidur deketan dan pilih ranjang deh. Akhirnya karena yang lain sudah terisi,
kami pilih ranjang yang kelima dan keenam (digabung) dari pintu, alias paling
akhir diantara panitia-panitia yang lain. Kami cari satu orang lagi buat tidur
di ujung, dan kami ngajak Nuy. Jadi Winda tidur ditengah dan aku dipinggir
satunya lagi deket teman-teman yang lainnya. hehe. Winda ingin buang air kecil
dan minta antar ke aku, sekalian mau cuci muka juga siih. Waduh. Ngelihat pintu
menuju WC udah ditutup dan gelap pula. Bagaimana ini???



