Bismillahirrohmannirrohiim
Dua hari ini, Sabtu Minggu, 15-16 September ada Diklat
keuangan gitu deh.
Ceritanya, hari pertama khusus untuk himpunan dan hari kedua
untuk UKM. Di hari pertama, tempatnya di UC (Universitas Center). Bicara tentang
tempat, jadi teringat bagaimana perjuangan cari tempat. Lebay sih
kedengarannya, hehe, tapi ya itulah kenyataan. Aku sih sebenernya ga jadi
panitia, SC lah bisa disebutnya. Tapi ikut turun ke teknis juga. Nah untuk cari
tempat ini ada cerita tersendiri, perjuangan Nana (ade tingkat aku sejurusan),
aku, juga Dewi, bolak balik nanya tentang tempat. Yang lebih heboh sih Nana. Asalnya
itu himpunan hari Minggu, dan UKM hari Sabtu, untuk UKM sengaja cari tempat
yang lebih kecil karena kemungkinan yang datang sedikit. Untuk himpunan, cari
tempat yang lebih gede. Dikarenakan UC dipakai hari Minggunya, kosongnya Sabtu,
jadi ditukerlah jadwal diklatnya, jarkom ulang deh. Dan yang lebih “wew” itu,
berarti tampilnya dipercepat dunk??
Tampil? Emang tampil apaan?
Jadi di diklat keuangan ini acaranya selain pembukaan
seperti tilawah dan sambutan-sambutan, ada juga materi tentang keuangan. Sub babnya
tentang arus masuk keluar keuangan. Kenapa UKM dan himpunan dipisah??? Ya karena
beda isi dan beda apa yang harus dibahasnya.
Untuk himpunan ini diisi oleh Dewi saat menyampaikan materi
arus masuk keluar keuangan himpunan, ada tentang pajak juga, lalu diisi oleh
aku saat workshop pembuatan APBO dan SPTB.
Apa tuh APBO?
Apa tuh SPTB?
APBO singkatan dari Anggaran Pengeluaran Belanja Organisasi,
diajukannya sebelum uang IUK dicairkan. Dan kita bikin APBO sesuaikan dengan
uang akan diterima. Emang berapa??? Uang yang diterima itu sebesar jumlah
mahasiswa dikali Rp. 152.000
Jadi kalau jurusan “apaadanya”(contoh) jumlah mahasiswanya
100 orang, berarti akan dapat uang 100 X Rp.152.000 = Rp. 15.200.000
Kan gak tau nih jumlah mahasiswanya?? Ya tanya donk ke
bagian departemen organisasi himpunan, kalau gak tau juga, tanya ke jurusan,
kalau gak tau juga tanya ke bagian fakultas, kalau ga tau juga tanya ke bagian
akademik di BAAK.
Lanjut, nah, buat tuh APBO sebesar Rp. 15.200.000
Formatnya? (dibuat tabel ya)
APBO himpunan “apaadanya”
Periode Januari –Desember
2012
No. Nama kegiatan Anggaran Tanggal
Pelaksanaan Penanggung Jawab TTD
Nama kegiatan ini diisi sama
proker yang sudah disyahkan di raker, anggarannya juga, tanggal pelakasanaannya
juga, penanggung jawab pasti ada Pjnya lah, ttd deh.
Yang perlu jadi perhatian,
kegiatan yang ditulisnya yang terjadi di bulan januari – desember 2012 ya.
Jadi kalau kegiatanya
dilaksanakan tahun 2013, gak syah.
Untuk kepengurusan yang
menganut kaya semesteran sekolah, berarti kegiatan bulan dimulai dilantik
sampai Desember 2012.
Saran sih, ngambilnya jangan
kegiatan yang diakhir Desember, jadi maksimal kegiatan yang ditulis di APBO itu
awal desember, biar gak repot dalam menyerahkan SPTBnya.
Nah, SPTB, apa?
SPTB singkatan dari Surat
Pertanggungjawaban Belanja. Sebenernya kaya nyalin bukti pengeluaran kaya
kwitansi, nota, memo, struk belanja, dll, ke tabel.
Yang penting sih si bukti
pengeluaran ada unsur :
Nama toko/ penjual
Tanggal belanja
Belanja apa?
Berapa harganya?
Ada NPWP ga? (itu lho, no
pajak, biasanya suka ada kalo disupermaket gitu, no NPWPnya muncul distruk) klo
ga ada, ya udah tinggal tulis ga ada
Harus ada ttd
penjualnya/penjaga tokonya, kecuali klo disupermarket yang motanya berbentuk
struk belanja.
Nah pengeluaran 250rb-1 juta
pakai materai 3000
Pengeluaran diatas 1 juta
pakai materai 6000 jga kena pajak juga
Nah, seperti itu aku
ngejelasin panjang lebar, sampe sejam kalau gak salah. Semoga aja pada ngerti. Hehehe.
Bahasanya yang agak.. yaaa semoga bikin mereka cepet ngerti. Dan maaf deh,
kalau kecepetan.
Oke, dilanjut dengan
talkshow antara himpunan jurusan ilkom dan manajemen bisnis. Mereka diundang
sebagai himpunan yang suka sukses bikin acara, dan tembus tuh proposalnya,
keren dah. Jadi sharing gitu deh gimana dengan uang yang dikit bisa surplus
gede.
Dilanjut acara pengumuman
reward untuk datang yang paling pagi dari Imaksi, dan yang paling partisipasi
dalam penarikan iuk mala gel.1 yaitu dari HMK, himpunan Kimia (yeeee! ^o^)
karena paling banyak yang bayar sampai 4 angkatan. Lalalalalala yang lainnya
jangan kalah yaaaaa
Dilanjut pencairan iuk mala
deh.... yang belum, pencairan bisa dilakukan mulai senin, 17 September di sekre
PKM
Hari keduanya bagian UKM, di
Ilkom. Yang ngisi Urlim dan Dewi. Asalnya untuk soal SPTB mau sama aku lagi,,
tapi takut ditanya macem-macem ah, jadi sama Dewi aja. Hehehe, pastinya
sebelumnya penyamaan presepsi dulu agar sama.
UKM ini lebih cepat nih,
talkshownya dari Hipmi, sama, dipilih karena dia ukm yang bisa ngundang sponsor
banyak dan acaranya sukses.
Huaaaaaaaaaaaa... tapi
perjuangan masih belum cukup, ini hanya satu langkah dalam pencerdasan dalam
administrasi keuangan,, untuk selanjutnya mungkin road to fakultas untuk
pelatihan keuangan yang skala orangnya lebih kecil lagi jadi biar kejamah semua
(begitulah saran dari beberapa himpunan)
Udahnya?? Evaluasi kegiatan,
terus Foto-foto deeeeeeeeeeeeeeeeeh :D
![]() |
| masih rapi...ah urlim ga kompaaaaaak nih >< dari atas kiri--> Fitri(staf internal),Eka,Anggun,Nurul (staf eksternal), bawah kiri-->Aku (dir. internal) ,Dewi (menteri keuangan),Urlim(dir.eksternal) |
![]() |
| setelah pakai jakeeeet.... |
![]() |
| ceritanya disamakan gayanya, tapi dewi jutex amet ya? |
![]() |
| mana gayanyaaaaaaaa????? + Nova(bendahara kementrian dalam negeri) |








