Minggu, 16 September 2012

Jadi Artis di Diklat Keuangan Ormawa, Nih !

,


Bismillahirrohmannirrohiim

Dua hari ini, Sabtu Minggu, 15-16 September ada Diklat keuangan gitu deh.
Ceritanya, hari pertama khusus untuk himpunan dan hari kedua untuk UKM. Di hari pertama, tempatnya di UC (Universitas Center). Bicara tentang tempat, jadi teringat bagaimana perjuangan cari tempat. Lebay sih kedengarannya, hehe, tapi ya itulah kenyataan. Aku sih sebenernya ga jadi panitia, SC lah bisa disebutnya. Tapi ikut turun ke teknis juga. Nah untuk cari tempat ini ada cerita tersendiri, perjuangan Nana (ade tingkat aku sejurusan), aku, juga Dewi, bolak balik nanya tentang tempat. Yang lebih heboh sih Nana. Asalnya itu himpunan hari Minggu, dan UKM hari Sabtu, untuk UKM sengaja cari tempat yang lebih kecil karena kemungkinan yang datang sedikit. Untuk himpunan, cari tempat yang lebih gede. Dikarenakan UC dipakai hari Minggunya, kosongnya Sabtu, jadi ditukerlah jadwal diklatnya, jarkom ulang deh. Dan yang lebih “wew” itu, berarti tampilnya dipercepat dunk??

Tampil? Emang tampil apaan?
Jadi di diklat keuangan ini acaranya selain pembukaan seperti tilawah dan sambutan-sambutan, ada juga materi tentang keuangan. Sub babnya tentang arus masuk keluar keuangan. Kenapa UKM dan himpunan dipisah??? Ya karena beda isi dan beda apa yang harus dibahasnya.
Untuk himpunan ini diisi oleh Dewi saat menyampaikan materi arus masuk keluar keuangan himpunan, ada tentang pajak juga, lalu diisi oleh aku saat workshop pembuatan APBO dan SPTB.
Apa tuh APBO?
Apa tuh SPTB?
APBO singkatan dari Anggaran Pengeluaran Belanja Organisasi, diajukannya sebelum uang IUK dicairkan. Dan kita bikin APBO sesuaikan dengan uang akan diterima. Emang berapa??? Uang yang diterima itu sebesar jumlah mahasiswa dikali Rp. 152.000
Jadi kalau jurusan “apaadanya”(contoh) jumlah mahasiswanya 100 orang, berarti akan dapat uang 100 X Rp.152.000 = Rp. 15.200.000
Kan gak tau nih jumlah mahasiswanya?? Ya tanya donk ke bagian departemen organisasi himpunan, kalau gak tau juga, tanya ke jurusan, kalau gak tau juga tanya ke bagian fakultas, kalau ga tau juga tanya ke bagian akademik di BAAK.
Lanjut, nah, buat tuh APBO sebesar Rp. 15.200.000
Formatnya? (dibuat tabel ya)


APBO himpunan “apaadanya”
Periode Januari –Desember 2012
No.     Nama kegiatan                     Anggaran             Tanggal Pelaksanaan       Penanggung Jawab            TTD                                 

Nama kegiatan ini diisi sama proker yang sudah disyahkan di raker, anggarannya juga, tanggal pelakasanaannya juga, penanggung jawab pasti ada Pjnya lah, ttd deh.
Yang perlu jadi perhatian, kegiatan yang ditulisnya yang terjadi di bulan januari – desember 2012 ya.
Jadi kalau kegiatanya dilaksanakan tahun 2013, gak syah.
Untuk kepengurusan yang menganut kaya semesteran sekolah, berarti kegiatan bulan dimulai dilantik sampai Desember 2012.
Saran sih, ngambilnya jangan kegiatan yang diakhir Desember, jadi maksimal kegiatan yang ditulis di APBO itu awal desember, biar gak repot dalam menyerahkan SPTBnya.
Nah, SPTB, apa?
SPTB singkatan dari Surat Pertanggungjawaban Belanja. Sebenernya kaya nyalin bukti pengeluaran kaya kwitansi, nota, memo, struk belanja, dll, ke tabel.
Yang penting sih si bukti pengeluaran ada unsur :
Nama toko/ penjual
Tanggal belanja
Belanja apa?
Berapa harganya?
Ada NPWP ga? (itu lho, no pajak, biasanya suka ada kalo disupermaket gitu, no NPWPnya muncul distruk) klo ga ada, ya udah tinggal tulis ga ada
Harus ada ttd penjualnya/penjaga tokonya, kecuali klo disupermarket yang motanya berbentuk struk belanja.

Nah pengeluaran 250rb-1 juta pakai materai 3000
Pengeluaran diatas 1 juta pakai materai 6000 jga kena pajak juga

Nah, seperti itu aku ngejelasin panjang lebar, sampe sejam kalau gak salah. Semoga aja pada ngerti. Hehehe. Bahasanya yang agak.. yaaa semoga bikin mereka cepet ngerti. Dan maaf deh, kalau kecepetan.
Oke, dilanjut dengan talkshow antara himpunan jurusan ilkom dan manajemen bisnis. Mereka diundang sebagai himpunan yang suka sukses bikin acara, dan tembus tuh proposalnya, keren dah. Jadi sharing gitu deh gimana dengan uang yang dikit bisa surplus gede.
Dilanjut acara pengumuman reward untuk datang yang paling pagi dari Imaksi, dan yang paling partisipasi dalam penarikan iuk mala gel.1 yaitu dari HMK, himpunan Kimia (yeeee! ^o^) karena paling banyak yang bayar sampai 4 angkatan. Lalalalalala yang lainnya jangan kalah yaaaaa
Dilanjut pencairan iuk mala deh.... yang belum, pencairan bisa dilakukan mulai senin, 17 September di sekre PKM

Hari keduanya bagian UKM, di Ilkom. Yang ngisi Urlim dan Dewi. Asalnya untuk soal SPTB mau sama aku lagi,, tapi takut ditanya macem-macem ah, jadi sama Dewi aja. Hehehe, pastinya sebelumnya penyamaan presepsi dulu agar sama.
UKM ini lebih cepat nih, talkshownya dari Hipmi, sama, dipilih karena dia ukm yang bisa ngundang sponsor banyak dan acaranya sukses.
Huaaaaaaaaaaaa... tapi perjuangan masih belum cukup, ini hanya satu langkah dalam pencerdasan dalam administrasi keuangan,, untuk selanjutnya mungkin road to fakultas untuk pelatihan keuangan yang skala orangnya lebih kecil lagi jadi biar kejamah semua (begitulah saran dari beberapa himpunan)
Udahnya?? Evaluasi kegiatan, terus Foto-foto deeeeeeeeeeeeeeeeeh :D

masih rapi...ah urlim ga kompaaaaaak nih ><
dari atas kiri--> Fitri(staf internal),Eka,Anggun,Nurul (staf eksternal),
bawah kiri-->Aku (dir. internal) ,Dewi (menteri keuangan),Urlim(dir.eksternal)
setelah pakai jakeeeet....
ceritanya disamakan gayanya, tapi dewi jutex amet ya?
mana gayanyaaaaaaaa????? + Nova(bendahara kementrian dalam negeri)


0 komentar to “Jadi Artis di Diklat Keuangan Ormawa, Nih ! ”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates