Selasa, 25 September 2012

Darah di Kampung Darah

,


25 September 2012.
Hari ini, tempat yang biasa ditogkrong oleh anak-anak yang punya bakat dan minat yang berbeda-beda, cukup ramai dengan darah. Perang darah di kampung darah, yang setiap orang berbondong-bondong ingin mendonorkan darahnya. Entah karena rasa kesukarelaannya untuk membantu sesama, atau karena ada iming-iming dapet hadiah bagi pendonor. Haha. Hadiahnya waktu itu flashdisk untuk 100 pendonor. Lumayan kan? Hehe, dan aku pun jadi pesertanya.

Percobaan sering dilakukan sebelum ada donor darah pada hari ini. Gagal di berat badan, kadang di tekanan darah,dan kadang di Hb. Tapi (tes tekanan darah dan Hb) tidak pernah terjadi, karena aku sudah gagal duluan, berat badan jadi faktor utama aku ditolak untuk donor darah. Kebetulan sebelum tiba hari ini, seminggu sebelumnya ada donor darah lagi yang diadakan oleh ormawa yang berbeda. Dan tetap gagal, ditolak. Syaratnya mulai menaik, berat badan minimal 47 Kg, persiapan dilakukan maksimal, makan yang banyak selama seminggu demi berhasilnya mendonor. Nah seminggu ini aku bekerja keras gimana caranya agar berat badan naik. Ya, seminggu naik 2 kilo lah.

Hari ini pun tiba, tapi sayang aku terserang batuk, tapi tidak makan obat. Dan apakah berat badan aku mencapai 47 Kg kah? Awalnya ragu dan malu, temen-temen gak ada yang daftar donor, padahal ingin ada teman. Akhirnya adik tingkat ngajak. Dan mulailah kecurangan terjadi. Hehe, milih timbangan yang rada kelebihan, dan sesuai rencana LOLOS!!! 47 Kg. hehe maksain sih, berpengaruh gak ya nantinya? Ah, tapi belum tentu juga tensi darah dan Hb memenuhi syarat. Tes berikutnya tensi darah, dan ternyata.... eh?? Lolos lagi??? Waaaaah.. mulai deg-degan nih. Hehe. Selanjutnya Hb, saat itu Hb aku 13,5 . aku nanya ke petugasnya, minimal berapa bu? 12,5 jawabnya. Berarti?? Yeaaaaaaaaaaaaay!!!! Akhirnyaaaa! Akhirnya setelah menunggu beberapa tahun, kesampaian juga untuk donor darah. tapi entah kenapa jadi deg-degan. Luar biasa gugup. Huhu.

Dan saatnya donor. Hem. Ngeri ternyata setelah tiduran ditempat darah kita dialirkan ke sebuah kantung yang kuotanya, mungkin 200cc kali ya? Hehe. oh.. ditengah darah disedot, terasa keram ternyata. Oh ini toh darah aku itu... merahnya gitu yaa.. ini pertama kalinya darahku diambil sebanyak ini, pernah sebelumnya tapi tidak sebanyak ini, hanya untuk uji lab. Darah yang dulu pernah mengalir ke tubuhku, kini giliran aku tuk mengalirkan darahku untuk orang lain. Ah, rasanya senang!

Akhirnya aku dapat kartu donor juga!!! Yeaay, kartu warna putih untuk darah golongan A. Aku sampai lupa tuk ngambil konsumsinya. Padahal dulu waktu kecil yang aku incer adalah makanannya. Haha, tapi sekarang beda cerita. Nah, bonusnya, aku dapat Fd tuh. Ga semua pendonor dapat Fd. Jadi kita ngambil undian gitu, dan ternyata dapat. Ah, ini mah bonus pertama kalinya aku bisa donor darah. hehe.

Denger dari beberapa orang, yang donor darah bisa sampai pingsan. Aku sih dari dulu emang ga pernah ngerasain pingsan, apa mungkin sekarang aku bakalan pingsan gara-gara donor darah? dan ternyata itu gak terjadi. Sejam setelah donor, aku baru ngera efeknya. Pusing. Keringat dingin, tapi gak sampai pingsan sih. Alhamdulillah. Hehe 


-ditulis 11 Februari 2014

0 komentar to “Darah di Kampung Darah”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates