Ada yang tau drama korea yang judulnya The Moon Embrased That The Sun?
Hehe.. mungkin dah pada tau dan nonton kali yaaaa
Yaaa perjuangan si Raja mencari Ratu hatinya yang
meninggal saat masih remaja dan kini muncul lagi, tapi dengan ingatan yang
berbeda.
Tapi kali ini bukan membahas drama korea yang itu.
Hehe
Ini sebuah cerita sang Raja yang sakit dan
meninggalkan singgasananya, sehingga para dayang (?) dan jendral (?) mengurusi
apapun kejadian yang terjadi di kerajaan.
Kerajaan ini bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa. Hehe
Nah, berawal dari sebuah perang yang akan mengkudeta
raja kami, pada hari ini, 22 Desember 2013. Perang Sidang Umum.
Hari ini, hari terakhir (mungkin) aku jadi pengurus
dikerajaan ini, DPM. Hehe.
Oke, kembali normal.
Yup. Ceritanya hari ini mau pembacaan laporan akhir
pengawasan di SU. Sebelumnya siberitakan kalau pembacaan dilaksanakan hari
Sabtu, tanggal 21. Eh Busyet. Belum kelar nih laporan. Alhasil kebut-kebutan
tuh ngerjain. Dan selesai malam karena nunggu laporan dari tiap bendahar komisi
dan badan.
Nah, langsung ke peristiwa hari minggu, aku langsung
ke sekre tuh nyubuh jam 7. Hehe. Dan belum ada yang datang. Katanya kumpul jam
segini, gimana nih! Aku juga harus ambil
kwitansi buat difotokopi nih, tapi ga ada kunci. Akhirnya aku menyelusuri jalan
buat menemukan kunci. Maksudnya ke kosan orang-orang. Lumayan menghabiskan
waktu lama, akhirnya jam setengah 9 nyampe sekre lagi, dan ternyata sekre dah
dibuka. Aaaapaaa????? Ah, tau gitu tapi aku ga usah ke kosan orang-orang buat
nyari kunci.
Mulai tuh bergegas milihin kwitansi yang mau dikopi.
Isu, pembacaan Laporan akhir dipending sampai jam 1. Okelah. Nyantai-nyatai
dulu. Menuju jam 1 kami dah siap-siap tuh ke FPTK. Sejam nunggu, aku mulai
nyadar tuh, lampiran keuangan yang tabel ko belum ada. Nanya deh ke Dini, udah
di print atau belum. Dan ternyata, belum lah. hwaaaaaaaaaaaa. Ya udah buru buru
diprint dan di perbanyak. Sampai jam 2 , belum juga dipanggil. Busyet. Sekitar
jam setengah 3, akhirnya dipanggil.
Dan itu ga langsung pembacaan, masih ada konflik
tentang ketua. Intinya sampai SU ditutup jam 5 lebih, pembacaan Laporan akhir
dipending sampai besok. Olalalala.. hari ini yaa... bener dah... menghabiskan
waktu dikampus dan itu ga jadi pembacaannya. Huhu... 2 rencana gagal
terlewatkan. Tapi mungkin ini yang terbaik.
Pulangnya aku bereskan urusan keuangan dulu biar besok
nyantai.jam setengah 9, akhirnya pulang deh ke rumah. Seenggaknya besok pagi
aku ga riweh. Soalnya aku juga ada bimbingan dulu, jadi ga mungkin ikut dari
pagi.
23 Desember 2013
Ah... pagi yang menyeramkan setelah malam kemarin aku
mimpi aneh. Mimpi saat pelaporan. Hahaha. Sebegitu takutkah?
Nyampe deh jam setengah 8 di sekre. Ternyata anak-anak
belum dateng padahal SU dimulai jam setengah 8. Lagian peserta sidangnya pun
belum mencapai forum. Karena lama, dan aku juga mau bimbingan, ya udah aku
langsung ke Jica.
Dan ternyata belum ada bapanya. Nunggu tuh. Hampir
sejam nunggu, ternyata bapa datangnya lewat tangga sebelah kanan. Sedangkan
dari tadi kami selau lihat ke arah kiri sekali-kali melihat ketika denger suara
langkah kaki. Alhasil, kami diserobot sama mahasiswa entah berantah yang kami
tak mengenalinya. Hiks. Sekitar sejam lebih mereka bimbingan, dengan kata lain,
dua jam lebih kami menunggu. Dan akhirnya, waktunya dipanggil. Dan ketika
bimbingan, di waktu yang sama Pembacaan Laporan dimulai. Ya ampuuuuuun. Hilang
tuh konsentrasi saat bimbingan. Pengen cepet udahan. Tapi adaaaaaaaa aja
gangguan. Setengah 12 baru beres bimbingan tuh. Aku lari. Beneran lari. Dan
ternyata cape. Hehe. Sampai di PKM aku langsung duduk dengan kondisi nafas ga
karuan. Sesak banget.
Bada ashar, waktunya tanya jawab. Dan grogi tuh. Hehe.
Yaaa sekitar sejam akhirnya beres juga tanya jawabnya. Dan, memutuskan bahwa
ketua DPM, pada detik itu, didemisionerkan. Hiks. Terhura. Kata-kata terkahir
disampaikan Dini. Karena dia tipe melow, nangis lah ia ketika memberikan
kata-kata indahnya. Yaaa aku juga sempat hanyut sih. Hehe. Tapi masih bisa
menahan. Haha.
Peluk senyum bahagia dan juga sedih kamu kumpulkan
setelah sampai sekre. Luar biasa, anak-anak pada menumpahkan isi hatinya dengan
nangis. Ditambah lagi telepon dari Alfian, Ketua DPM 2013 kami, dia mengucapkan
terimakasih, dan beberapa paragraf (saking panjangnya, hahaha) pesan dan
kesannya. Huhu terharu. Karena dia pun sampai nangis di telepon... tapi yang
bikin aku ketawa, Alfian sosok anak
jalanan, maksudnya suka jalan keluar memegang toa untuk aksi selama di BEM
tahun lalu, dan sampai demisioner pun, sampai dia sakit pun, masih setia pakai
toa ketika nelpon. Haha.
Yaaaa... aku sedih juga. Bukan karena demisionernya,
tapi iya juga sih, tapi karena mungkin tidak ada lagi yang mau ngebantuin untuk
bikin SPTB keuangan yang belum beres. HUAAAAAAAAAAAA T.T
![]() |
| Sidang di hari pertama |
![]() |
| Sidang di hari kedua |





