Selasa, 24 Desember 2013

Episode Terakhir : The Moon that Embrased The DPM :D

,
Ada yang tau drama korea yang judulnya  The Moon Embrased That The Sun?
Hehe.. mungkin dah pada tau dan nonton kali yaaaa
Yaaa perjuangan si Raja mencari Ratu hatinya yang meninggal saat masih remaja dan kini muncul lagi, tapi dengan ingatan yang berbeda.

Tapi kali ini bukan membahas drama korea yang itu. Hehe
Ini sebuah cerita sang Raja yang sakit dan meninggalkan singgasananya, sehingga para dayang (?) dan jendral (?) mengurusi apapun kejadian yang terjadi di kerajaan.
Kerajaan ini bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa. Hehe

Nah, berawal dari sebuah perang yang akan mengkudeta raja kami, pada hari ini, 22 Desember 2013. Perang Sidang Umum.
Hari ini, hari terakhir (mungkin) aku jadi pengurus dikerajaan ini, DPM. Hehe.
Oke, kembali normal.

Yup. Ceritanya hari ini mau pembacaan laporan akhir pengawasan di SU. Sebelumnya siberitakan kalau pembacaan dilaksanakan hari Sabtu, tanggal 21. Eh Busyet. Belum kelar nih laporan. Alhasil kebut-kebutan tuh ngerjain. Dan selesai malam karena nunggu laporan dari tiap bendahar komisi dan badan.

Nah, langsung ke peristiwa hari minggu, aku langsung ke sekre tuh nyubuh jam 7. Hehe. Dan belum ada yang datang. Katanya kumpul jam segini, gimana nih!  Aku juga harus ambil kwitansi buat difotokopi nih, tapi ga ada kunci. Akhirnya aku menyelusuri jalan buat menemukan kunci. Maksudnya ke kosan orang-orang. Lumayan menghabiskan waktu lama, akhirnya jam setengah 9 nyampe sekre lagi, dan ternyata sekre dah dibuka. Aaaapaaa????? Ah, tau gitu tapi aku ga usah ke kosan orang-orang buat nyari kunci.

Mulai tuh bergegas milihin kwitansi yang mau dikopi. Isu, pembacaan Laporan akhir dipending sampai jam 1. Okelah. Nyantai-nyatai dulu. Menuju jam 1 kami dah siap-siap tuh ke FPTK. Sejam nunggu, aku mulai nyadar tuh, lampiran keuangan yang tabel ko belum ada. Nanya deh ke Dini, udah di print atau belum. Dan ternyata, belum lah. hwaaaaaaaaaaaa. Ya udah buru buru diprint dan di perbanyak. Sampai jam 2 , belum juga dipanggil. Busyet. Sekitar jam setengah 3, akhirnya dipanggil. 

Dan itu ga langsung pembacaan, masih ada konflik tentang ketua. Intinya sampai SU ditutup jam 5 lebih, pembacaan Laporan akhir dipending sampai besok. Olalalala.. hari ini yaa... bener dah... menghabiskan waktu dikampus dan itu ga jadi pembacaannya. Huhu... 2 rencana gagal terlewatkan. Tapi mungkin ini yang terbaik.

Pulangnya aku bereskan urusan keuangan dulu biar besok nyantai.jam setengah 9, akhirnya pulang deh ke rumah. Seenggaknya besok pagi aku ga riweh. Soalnya aku juga ada bimbingan dulu, jadi ga mungkin ikut dari pagi.

23 Desember 2013

Ah... pagi yang menyeramkan setelah malam kemarin aku mimpi aneh. Mimpi saat pelaporan. Hahaha. Sebegitu takutkah?
Nyampe deh jam setengah 8 di sekre. Ternyata anak-anak belum dateng padahal SU dimulai jam setengah 8. Lagian peserta sidangnya pun belum mencapai forum. Karena lama, dan aku juga mau bimbingan, ya udah aku langsung ke Jica.

Dan ternyata belum ada bapanya. Nunggu tuh. Hampir sejam nunggu, ternyata bapa datangnya lewat tangga sebelah kanan. Sedangkan dari tadi kami selau lihat ke arah kiri sekali-kali melihat ketika denger suara langkah kaki. Alhasil, kami diserobot sama mahasiswa entah berantah yang kami tak mengenalinya. Hiks. Sekitar sejam lebih mereka bimbingan, dengan kata lain, dua jam lebih kami menunggu. Dan akhirnya, waktunya dipanggil. Dan ketika bimbingan, di waktu yang sama Pembacaan Laporan dimulai. Ya ampuuuuuun. Hilang tuh konsentrasi saat bimbingan. Pengen cepet udahan. Tapi adaaaaaaaa aja gangguan. Setengah 12 baru beres bimbingan tuh. Aku lari. Beneran lari. Dan ternyata cape. Hehe. Sampai di PKM aku langsung duduk dengan kondisi nafas ga karuan. Sesak banget.

Bada ashar, waktunya tanya jawab. Dan grogi tuh. Hehe. Yaaa sekitar sejam akhirnya beres juga tanya jawabnya. Dan, memutuskan bahwa ketua DPM, pada detik itu, didemisionerkan. Hiks. Terhura. Kata-kata terkahir disampaikan Dini. Karena dia tipe melow, nangis lah ia ketika memberikan kata-kata indahnya. Yaaa aku juga sempat hanyut sih. Hehe. Tapi masih bisa menahan. Haha.

Peluk senyum bahagia dan juga sedih kamu kumpulkan setelah sampai sekre. Luar biasa, anak-anak pada menumpahkan isi hatinya dengan nangis. Ditambah lagi telepon dari Alfian, Ketua DPM 2013 kami, dia mengucapkan terimakasih, dan beberapa paragraf (saking panjangnya, hahaha) pesan dan kesannya. Huhu terharu. Karena dia pun sampai nangis di telepon... tapi yang bikin aku ketawa,  Alfian sosok anak jalanan, maksudnya suka jalan keluar memegang toa untuk aksi selama di BEM tahun lalu, dan sampai demisioner pun, sampai dia sakit pun, masih setia pakai toa ketika nelpon. Haha.

Yaaaa... aku sedih juga. Bukan karena demisionernya, tapi iya juga sih, tapi karena mungkin tidak ada lagi yang mau ngebantuin untuk bikin SPTB keuangan yang belum beres. HUAAAAAAAAAAAA T.T
Sidang di hari pertama



Sidang di hari kedua

0 komentar to “Episode Terakhir : The Moon that Embrased The DPM :D”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates