Senin, 10 Februari 2014

Hanya Sekantung Darah part 1

,

Bismillah
10 Februari 2014

Hari ini hari yang ditunggu-tunggu. Kenapa? Karena hari ini saatnya donor darah! :D. Entah mengapa aku sangat tertarik akan donor darah sejak kecil. Dulu sekitar umur 9 tahunan, aku pernah diajak oleh bapa ke PMI yang ada di jalan Aceh. Aku gak melihat saat diambil darahnya sih, yang membuat aku tertarik karena setelah donor darah dapat makanan, dan saat itu aku yang memakan makanannya, :D . Semenjak itu, tertanamlah pada diriku, suatu saat nanti aku harus donor darah, agar dapat makanan. Haha. Selain itu, PMI selalu mengadakan gerak jalan sehat untuk para pendonor setianya, dan bapa salah satunya. Kesempatan ini tidak pernah terlewatkan. Seingat aku, aku ikut 2-3 kali gerak jalan sehat ini. Tapi buat seumuran aku, gerak jalan sehat ini hanya menyiksa kaki saja. Rutenya jauuuuuuuuh. Terus kenapa aku ikut? Tetep, karena ada makanan di akhirnya, :D.

Suatu saat, orang tua, mamah bapa mau mendonorkan darah untuk sodara, saat itu aku sudah SMP dan kebetulan ikut PMR juga, yah, ga ada hubungannya sih. Saat itu aku ingin ikut mendonorkan juga, tapi setelah baca persyaratannya, wah, masih jauh ternyata. Umur minimal 17 tahun. Hemm.. gagal deh dapat makanan. Berlanjut SMA, sudah beranjak remaja pertengahan, dan masa labil-labilnya. Jadi? Gak kepikiran tuh buat donor darah. Hehe. Padahal umur sudah mencukupi. Oke, akhirnya masuk dunia perkuliahan. Nah di sini tempat aku melakukan beberapa kali percobaan namun gagal. Yah, percobaan untuk donor. Entah berapa kali aku gagal. Umur? Sudah mencukupi. Berat badan? Nah, ini dia masalahnya. Berat badan aku tidak seperti orang kebanyakan. Hehe, dengan tinggi 158 cm (di pagi hari), dan menyusut jadi 157 cm ini, terbilang kurus dengan berat badan yang tak pernah melewati angka 45 Kg. Dulu, saat SMA, aku tak mempersalahkan dengan berat badan yang tak pernah lewat dari 44 Kg (ceritanya masuk kuliah naik sekilo), tapi sekarang, ini jadi masalah. Masalah karena aku jadi tidak bisa mendonorkan darah. Waktu itu syarat berat badan pendonor minimal 46 Kg. Entahlah, setiap tahun sepertinya berubah. Terakhir lihat, entah kapan, minimal 45 Kg, dan kemudian naik 46Kg. Akhirnya gagal pada tahap ini. Perjuangan gak berakhir disini saja, kiloan mampu dimanipulasi sebenarnya, hehe, tapi tahap selanjutnya masih ada tekanan darah dan Hb! Oh!

Kesempatan untuk donor darah selalu gagal, selain karena syarat, bentroknya dengan acara lain, atau agenda bulanan selalu terjadi. Nah, setelah donor darah pertama kali saat tahun 2012 (lihat Darah di Kampung Darah), akhirnya tahun ini, di bulan Februari ini aku lihat ada donor darah lagi di Jica. Sengaja tuh datang dari rumah untuk donor darah disana. Dan ternyata setelah sampai, keburu ditutup. Huaaaaaaaaa T-T. Karena masih penasaran, dan aku pun kangen dengan donor darah lagi, ya udah, aku pergi ke PMI yang ada di Aceh.

Berbeda rasanya ternyata donor di sini. Lebih nyaman. Pertama kali yang dilakukan pastinya ngisi formulir dulu, lalu petugas nyuruh timbang berat badan. Duh, deg-degan, bisa lewat dari 47 Kg ga ya? Atau pas 47Kg gitu... dan ternyata... 50 Kg!!!!! wah?? Hahaha. Jarang terjadi aku bisa mencapai angka 50 Kg! ah, mungkin efek pake jaket juga, haha. Lumayan lah nambah sekilo. Sebenernya bulan Desember pernah main ke rumah sodara dan di sana ada timbangan juga. Hasilnya 50 Kg juga pakai jaket, dan saat dibuka jaketnya, jadi 49 Kg, dan jaket dulu sama yang sekarang dipakai adalah jaket yang sama. Cuma dulu ga percaya, mungkin aja timbangannya rusak. Pertama kali juga aku bisa 49 Kg. hehe.

Oke, selanjutnya tensi darah. dan ternyata, normal! 120/90. Waaah.. tumben. Lolos! Entahlah Hb, tapi berdasarkan pengalaman kemarin Hb aku bagus. Dan saat cek Hb, ternyata Hb aku 12,3. GAGAL. Hiks. Ko bisa ya? Ah.. ternyata Hb pun bisa turun atau meningkat karena berbagai faktor juga. Makanan berpengaruh. Mungkin makanan pedas dapat menurunkan Hb? Hehe. Karena sebelum ke PMI, aku makan makroni basah, dan gak makan apa-apa lagi.
Akhirnya aku cerita deh ke bapa. Dan kata bapa suruh olahraga dan banyak minum. Oke, nanti dicoba. Kata petugasnya sih 3 hari lagi datang lagi ke PMI. Oke, pasti aku datang. Teng, 10 Februari 2014 akhirnya datang juga. Aku janjian sama Rinda buat ke PMI. Antisipasi takut tekanan darah kurang dan Hb kurang, aku olahraga tuh, makan juga yang banyak, minum, juga makan kacang ijo yang dapat meningkatkan Hb. Hehe. Ga boleh gagal deh.

Diperjalanan menuju PMI, saat nyari Rinda di mana, aku hampir saja tabrakan dengan mobil. Innalillahi.... masa berubah tujuan, yang targetnya donor darah, jadi akseptor darah T.T

Sampai tuh di PMI, biasa, isi formulir dulu, dan saat nimbang berat badan..... Apa????!!!!! 51 Kg!!!! hahahaah. Buka jaket deh. Dan benar, jadi 50 Kg. Busyet, dalam 3 hari naik sekilo. Apa mungkin efek baju juga kali yang ketebalan. Jadi berat bersih itu sebenernya 49 Kg. hahaha. Ah yang pasti aku senang. Intermezo bentar, dulu waktu SD, berat badan 20-25 Kg-an. Tapi menuju masuk ke SMP, mulai kepala 3 tuh, 30 Kg-an saat kelas 6, dan 35 Kg saat kelas 1 SMP. Nah, hal serupa mulai kepala 4 ketika mau masuk SMA, jadi SMP kelas 3 dah mulai 40 Kg-an, dan SMA kelas 1 sampai kelas 3 bermain-main di antara 42 Kg sampai 44 Kg. Saat kuliah, selama 4 tahun terakhir, semester 1-8 bermain-main 44-48 Kg. tapi jarang banget 48 Kg tuh. Seringnya 45,46,47 Kg. Dan di semester akhir, ketika aku bermain dengan skripsi, ternyata tanpa sadar, berat badan naik lagi dan itu cenderung tetap. Desember-Januari 49 Kg (tanpa jaket). Padahal aku jarang makan lho..hahaha. Yaaa... memasuki bukan mahasiswa lagi, mungkin memasuki status baru entah apa itu, berat badan pun menyesuaikan, mulai menginjak kepala 5. Hahai. :D . kenapa senang? Yaaaa selain dah ga was-was lagi ketika mau donor darah, dengan tinggi 157cm, harusnya aku punya berat badan 51,7 Kg. caranya tinggi badan-110 + 10%hasil pengurangan itu. Nah itu perhitungan berat badan normal. Jadi? Tinggal 2 Kg lagi nih mencapai berat badan yang aku targetkan. Hehe

(lanjut Hanya Sekantung Darah part 2)

1 komentar:

  • 4 Februari 2015 pukul 11.15
    Unknown says:

    Uda dua kali baca, tapi tetep seru.

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates