(lanjutan 40 Hari Mencari Kesan)
Musim Semi...dimana daun-daun tumbuh cantik. Bunga
pun tak kalah cantik.
Akhir-akhir ini salah
satu media sosial ramai membicarakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Selalu ada notif
setiap buka media sosial ini. Apa kabar dengan pengurus BEM REMA yang akan
mengontrak KKN? Waaah.. entah apa yang harus aku katakan. Harus salut kah? Atau
geleng-geleng kepala melihat tingkah laku para pengurus itu. Ketika orang-orang
bergalau ria membicarakan KKN, dengan siapa, dimana tempatnya, mereka (baca:
pengurus) malah asyik dengan kerjaan mengurusi UPI ini. Haruskah seperti itu?
Akhirnya aku
mendapatkan kelompok yang anggotanya pengurus semua dengan tantangan lebih
besar tentunya. Bukan hanya mengabdi pada masyarakat, namun kami pun mengabdi
di kampus tercinta. MOKA-KU, Advokasi mahasiswa baru dan lama, Penarikan IUK,
dan banyak lagi yang harus kami kerjakan setelah usai mengerjakan tugas KKN
yang lumayan menyita waktu.
Tantangan ini pun
selesai kami lewati, mendekati MOKA-KU, menuntut kami untuk belajar mengatur
waktu serta emosional yang lebih baik lagi. Selesai MOKA-KU, berlanjut ke up
grading. Yeah, disini terlihat kepribadian yang beraneka macam, namun serasa
hangat ketika permainan menyatukan kami para pengurus. Luar biasa!! Ego yang
kami miliki berusaha diturunkan.
Musim
panas datang. Sinar matahari itu begitu
menyengat. Menyengat begitu menyakitkan lebih dari bisa ular.
Pengurus BEM REMA,
harusnya memang orang-orang yang luar biasa di himpunannya dan ikut berkontribusi
terhadap universitasnya. Mereka orang-orang terpilih. Dan memasuki sistem ini,
bukanlah orang-orang yang hanya bertujuan untuk memenuhi CV-nya. Kritik boleh,
cela boleh, namun masuklah ke dalamnya untuk ikut merubah itu semua menjadi
lebih baik.
Bulan-bulan terakhir
ternyata disambut dengan proker yang luar biasa menyita pikiran, waktu, tenaga,
dana, dan emosi. Tidak sedikit, orang-orang yang seharusnya pada saat ini
mengurusi konsepan atau mengawasi jalannya acara, malah menjadi teknisi acara.
Entahlah, pada kemana orang-orang ketika dibutuhkan? Mungkin saja mereka sibuk
dengan kerjaan di himpunannya, pengaderan mahasiswa baru. Mungkin. Ya, mungkin.
Ah, apapun kondisinya,
kini kutemukan kesan itu... sedih, senang, kecewa, marah, selalu mengiringi
perjalanan ini. Perjalanan mencari ilmu di wadah yang luar biasa ini. Bertemu
dengan pejuang-pejuang kampus yang luar biasa, meski mereka sering direndahkan
dan dicela oleh orang yang tutup mata. Terimakasih...
Dan satu persatu daun itu berguguran... hanya beberapa
daun yang berusaha kuat untuk menempel di ranting yang semakin lama semakin
rapuh, batangnya pun semakin menjulang tinggi tegar menyambut badai angin yang
siap melahap kapanpun. Musim gugur tiba lebih cepat. Namun ini belum musim
gugur! Jangan begitu mudah kau berjatuhan ke tanah dan tersapu angin halus...
bertahanlah!
Kini, musim gugur gelombang dua tiba...memang harus
gugur dan berganti dengan batang yang mempunyai akar lebih kuat, agar daun-daun
itu lebih kuat bergantung diranting-ranting mereka, dan siap ketika angin
menyapa mereka...
Akar kuat itu...akan segera ditemukan.




