Senin, 07 Mei 2012

Penentuan Zat Aditif Kemasan Minuman dengan Spektrometer IR

,

Penentuan Zat Aditif Kemasan Minuman dengan Spektrometer IR
Tanggal Percobaan : 20 Februari 2012
A.  Tujuan
Menentukan zat aditif yang terdapat dalam sampel kemasan minuman
B.  Prinsip Dasar
Setiap senyawa pada keadaan tertentu telah mempunyai tiga macam gerak, yaitu :
1.  Gerak Translasi, yaitu perpindahan dari satu titik ke titik lain.
2.  Gerak Rotasi, yaitu berputar pada porosnya, dan
3.  Gerak Vibrasi, yaitu bergetar pada tempatnya.
Terdapat dua jenis vibrasi molekul yaitu stretching (ulur) dan bending (tekuk). Vibrasi stretching adalah pergerakan atom yang teratur sepanjang sumbu ikatan antara dua atom sehingga jarak antara atom dapat bertambah atau berkurang. Vibrasi stretching meliputi stretching simetris dan stretching asimetris.
Vibrasi bending adalah pergerakan atom yang menyebabkan perubahan sudut ikatan antara dua ikatan atau pergerakan dari sekelompok atom terhadap atom lainnya. Vibrasi bending meliputi scissoring (deformation), wagging, twisting, dan rocking.                                  (Ahmad Mudzakir dkk. 2008:70-73)
Spektroskopi inframerah merupakan metode analisis yang didasarkan pada penyerapan sinar inframerah (IR) oleh molekul senyawa. Karena panjang gelombang IR lebih pendek daripada panjang gelombang sinar tampak maupun sinar UV maka energi IR tak mampu mentansisikan elektron, melainkan hanya mampu menyebabkan molekul bergetar. Metode ini berguna untuk menentukan gugus fungsional senyawa organik. Cuplikan yang dianalisis dapat berupa zat cair atau zat padat. Atom-atom di dalam suatu molekul bervibrasi (bergetar). Bila radiasi inframerah dilewatkan melalui suatu cuplikan, maka molekul-molekulnya dapat menyerap (mengabsorbsi) energi dan terjadilah transisi di antara tingkat vibrasi dasar (ground state) dan tingkat vibrasi tereksitasi (excited state).
(Sumar Hendayana. 1994: 189)

Dasar Spektroskopi Infra Merah dikemukakan oleh Hooke dan didasarkan atas senyawa yang terdiri atas dua atom atau diatom yang digambarkan dengan dua buah bola yang saling terikat oleh pegas seperti tampak pada gambar disamping ini. Jika pegas direntangkan atau ditekan pada jarak keseimbangan tersebut maka energi potensial dari sistim tersebut akan naik. Hukum hooke dapat membantu memperkirakan daerah dimana vibrasi terjadi.
V =  
Keterangan :      v = jumlah gelombang (/cm)
                           C = kecepatan cahaya (cm/dtk)
                           m1 = massa atom 1 (gram)
                           m2 = massa atom 2 (gram)
                           f     =  tetapan gaya (dyne/cm = g/dtk2)


Instrumentasi IR



1.   Sumber radiasi
Sumber radiasi yang biasa digunakan berupa Nernst Glower, Globar, dan Kawat Nikhrom. Nernst Glower merupakan campuran oksida dari zirkon (Zr), dan yitrium (Y) yaitu ZrO2 dan Y2O3, atau campuran oksida thorium (Th) dan serium (Ce). Nernst Glower ini berupa silinder dengan diameter 1 sampai 2 mm dan panjang 20 mm. pada ujung silinder dilapisi platina untuk melewatkan arus listrik. Nernst Glower mempunyai radiasi maksimum pada panjang gelombang 1,4 µm atau bilangan gelombang 7100 cm-1. Globar merupakan sebatang silicon karbida (SiC) biasanya dengan diameter 5 mm dan panjang 50 mm. radiasi maksimum Globar terjadi pada panjang gelombang 1,8-2,0 µm atau bilangan 7100 cm-1. Kawat Nikhrom merupakan campuran nikel (Ni) dan Krom (Cr), mempunyai radiasi lebih rendah dari Nernst Glower dan Globar.
2.   Wadah sampel
Wadah sampel tergantung dari jenis sampel. Untuk sampel berbentuk gas digunakan sel gas dengan lebar sel atau panjang berkas radiasi 40 m. hal ini dimungkinkan untuk menaikkan sensitivitas karena adanya cermin yang dapat memantulkan berkas radiasi berulang kali melalui sampel.
Wadah sampel untuk sampel berbentuk cairan umumnya mempunyai panjang berkas radiasi kurang dari 1 mm biasanya dibuat lapisan tipis (film) di antara dua keping senyawa yang transparan terhadap radiasi inframerah. Dapat pula dibuat larutan yang kemudian dimasukkan ke dalam sel larutan.
Wadah sampel untuk padatan mempunyai panjang berkas radiasi kurang dari 1 mm (seperti wadah sampel untuk cairan). Sampel berbentuk padatan ini dapat dibuat pellet, pasta, atau lapis tipis. Pelet KBr dibuat dengan menggerus sampel dan Kristal KBr (0,1 – 2,0 % berdasar berat) sehingga merata kemudian ditekan sampai diperoleh pelet atau pil tipis. Pasta (mull) dibuat dengan mencampur sampel dan setetes bahan pasta sehingga merata kemudian dilapiskan di antara dua keping NaCl yang transparan terhadap radiasi inframerah. Bahan pasta yang biasa digunakan adalah parafin cair. Lapis tipis dibuat dengan meneteskan larutan dalam pelarut yang mudah menguap pada permukaan kepingan NaCl dan dibiarkan sampai menguap.
3.   Monokromator
Berfungsi membentuk sinar monokromatik yaitu sinar yang hanya memiliki satu pita gelombang yang sempit.
4.   Detektor
Setelah radiasi inframerah melewati monokromator kemudian berkas radiasi ini dipantulkan oleh cermin-cermin dan akhirnya ditangkap oleh detektor. Detektor pada spektrofotometer inframerah merupakan alat yang biasa mengukur atau mendeteksi energi radiasi akibat pengaruh panas.
Terdapat dua macam detektor yaitu thermocouple dan bolometer. Detektor yang paling banyak digunakan dalam spektrofotometer inframerah adalah thermocouple. Thermocouple merupakan alat yang mempunyai impedans rendah dan sering kali dihubungkan dengan preamplifier dengan impedans tinggi.
5.   Amplifier
Berfungsi untuk menguatkan signal bila signal yang dihasilkan sangat lemah.
6.   Rekorder
Berfungsi untuk merekam signal listrik. Signal yang dihasilkan dari detektor direkam sebagai spektrum inframerah yang berbentuk puncak-puncak absorpsi. Spektrum inframerah ini menunjukkan hubungan antara absorpsi dan frekuensi atau bilangan gelombang atau panjang gelombang. Sebagai absis adalah frekuensi (Hertz, detik-1) atau panjang gelombang (µm) atau bilangan gelombang (cm-1) dan sebagai ordinat adalah transmitans (%) atau absorbans.
(Ahmad Mudzakir dkk. 2008: 69-77) 
Tabel 1. Daerah serapan gugus fungsi
frequency, cm–1
Bond
functional group
3640–3610 (s, sh)
O–H stretch, free hydroxyl
alkohols, phenols
3500–3200 (s,b)
O–H stretch, H–bonded
alkohols, phenols
3400–3250 (m)
N–H stretch
primary, secondary amines, amides
3300–2500 (m)
O–H stretch
carboxylic acids
3330–3270 (n, s)
–C(triple bond)C–H: C–H stretch
alkynes (terminal)
3100–3000 (s)
C–H stretch
aromatics
3100–3000 (m)
=C–H stretch
alkenes
3000–2850 (m)
C–H stretch
alkanes
2830–2695 (m)
H–C=O: C–H stretch
aldehydes
2260–2210 (v)
C(triple bond)N stretch
nitriles
2260–2100 (w)
–C(triple bond)C– stretch
alkynes
1760–1665 (s
C=O stretch
carbonyls (general)
1760–1690 (s)
C=O stretch
carboxylic acids
1750–1735 (s)
C=O stretch
esters, saturated aliphatic
1740–1720 (s)
C=O stretch
aldehydes, saturated aliphatic
1730–1715 (s)
C=O stretch
alpha,beta–unsaturated esters
1715 (s)
C=O stretch
ketones, saturated aliphatic
1710–1665 (s)
C=O stretch
alpha,beta–unsaturated aldehydes, ketones
1680–1640 (m)
–C=C– stretch
alkenes
1650–1580 (m)
N–H bend
primary amines
1600–1585 (m)
C–C stretch (in–ring)
aromatics
1550–1475 (s)
N–O asymmetric stretch
nitro compounds
1500–1400 (m)
C–C stretch (in–ring)
aromatics
1470–1450 (m)
C–H bend
alkanes
1370–1350 (m)
C–H rock
alkanes
1360–1290 (m)
N–O symmetric stretch
nitro compounds
1335–1250 (s)
C–N stretch
aromatic amines
1320–1000 (s)
C–O stretch
alkohols, carboxylic acids, esters, ethers
1300–1150 (m)
C–H wag (–CH2X)
alkyl halides
1300–1150 (m)
C–H wag (–CH2X)
alkyl halides
1250–1020 (m)
C–N stretch
aliphatic amines
1000–650 (s)
=C–H bend
alkenes
950–910 (m)
O–H bend
carboxylic acids
910–665 (s, b)
N–H wag
primary, secondary amines
900–675 (s)
C–H "oop"
aromatics
850–550 (m)
C–Cl stretch
alkyl halides
725–720 (m)
C–H rock
alkanes
700–610 (b, s)
–C(triple bond)C–H: C–H bend
alkynes
690–515 (m)
C–Br stretch
alkyl halides
Sekilas mengenai plastik, The society of plastic industries telah mengeluarkan sistem kode untuk standar plastik. Kode ini berbentuk segitiga dan biasanya terdapat di bagian bawah kemasan plastik. Ada 7 buah kelompok pengenal macam tipe plastik.

Plastik yang digunakan untuk percobaan kali ini sendiri kemungkinan berada pada tipe ke 3.



C.  Alat dan Bahan
Alat
Bahan
Guting
Interferometer FTIR shimadzu 8400
Labu Erlenmeyer 50mL
Gelas kimia
Magnetic stirrer n hotplate
Botol Semprot
Pipet tetes
1 buah
1 set

1 buah
1 buah
1 set
1 buah
3 buah
Sampel plastik pembungkus  makanan
Etanol
Secukupnya

10ml





D.  Prosedur Kerja
1.       Penyiapan sampel plastik
Plastik digunting menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk yang tidak diberi perlakuan (pemanasan), dan bagian kedua yang diberi perlakuan (pemanasan). Masing msing bagian dipotong dengan ukuran 3 X 3 cm.
2.       Analisis sampel plastik bagian pertama
Sampel plastik bagian pertama, dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi etanol sebagai pelarut. Setelah itu dikeringkan. Plastik yang telah kering, diletakkan di alat FTIR untuk pengujian terhadap sampel. Pengujian dilakukan beberapa kali dengan menggunakan komputerisasi yang menghasilkan grafik dikomputer. Kemudian pengujian dilakukan lagi sehingga dihasilkan 2 hasil grafik. Hasil grafik tersebut digabungkan menjadi satu. Grafik tersebut kemudian diprint.
3.       Analisis sampel plastik bagian kedua
Sampel plastik bagian kedua dimasukkan kedalam labu Erlenmeyer ukuran 50mL yang berisi etanol 10 mL sebagai pelarut. Kemudian labu tersebut diletakkan diatas magnetic stirrer yang dilengkapi hot plate. Kemudian labu tersebut dipanaskan sambil diaduk secara rata selama 2 jam. Pada hotplate diatur suhu hingga suhu 50°C. Setelah dipanaskan, sampel dikeringkan dengan cara dikibas-kibas hingga plastic benar-benar kering. Setelah itu dimasukkan sampel ke alat FTIR. Dilakukan pengujian beberapa kali. Dihasilkan hasil berupa grafik di komputer. Kemudian pengujian dilakukan lagi sehingga dihasilkan 2 hasil grafik. Hasil grafik tersebut digabungkan menjadi satu. Grafik tersebut kemudian diprint.
4.       Cara Menghidupkan Alat FTIR
Di ON-kan sumber arus listrik. Lalu di ON-kan alat inferometer / infrared dan ON-kan pula alat komputer dan tunggu.
5.       Cara Pengukuran Sampel
Pertama klik menu Shortcut pada desktop. Kedua, klik OK. Ketiga, pada menu klik FTIR 8000. Keempat, untuk pengukuran Background isi dengan nama file. Kelima, klik BKG start untuk memulai. Keenam, ditempatkan cuplikan, lakukan langkah ketiga dan keempat untuk pengukuran sampel data isi file. Lalu Klik sampel, start untuk memulai. Untuk memunculkan harga bilangan gelombang, klik pada menu kemudian klik peak table, lalu klik OK.
6.       Cara Mematikan Alat FTIR
Di OFF-kan alat komputer. Lalu OFF-kan alat infrared / inferometer. Yang terakhir off-kan sumber arus listrik.
E.      Analisis Data
FTIR merupakan suatu instrumen analisis untuk mengidentifikasi zat adiktif yang terdapat pada sampel plastik kemasan melalui hasil spektranya yang menunjukan gugus fungsi dari zat aditif tersebut. Dalam praktikum ini, sampel yang digunakan adalah plastik cap tupai  yang biasa unutk membungkus gorengan. Untuk mengetahui zat aditif yang terkandung dalam plastik tersebut. Salah satunya dengan melarutkan plastik tersebut menggunakan pelarut etanol. Kemudian membandingkan hasil spektranya dengan spektra plastik tanpa perlakuan.
Berdasarkan data hasil spektrum plastik cap tupai tanpa penambahan pelarut dan tanpa pemanasan, dapat dibaca gugus-gugus fungsi sebagai berikut:
Bilangan Gelombang
Gugus Fungsi
2914,2 cm-1
C-H strech alkana
1460 cm-1
C-H bend alkana
1377,1-1359,7 cm-1
C-H rock alkana
1166,9 cm-1
C-H
997,1-974 cm-1
C-H bend alkena
840,9 cm-1
C-Cl strech alkil halida
Setelah diberi perlakuan yaitu ditambah pelarut dan diberikan pemanasan, ternyata tidak ada perubahan spektra gugus fungsi zat pada plastik tersebut. Tidak adanya perubahan spektra bukan berarti tidak ada zat aditif pada sampel plastik tersebut. Faktor-faktor yang menyebabkan tidak adanya perubahan spektra adalah:
1.     Kurang pemanasan
Titik didih etanol berada paa 780 C, sedangkan pemanasan dilakukan pada suhu 700 C. Sehingga zat aditif tersebut belum terlarut dalam pelarut etanol dan spektranya tidak ada perubahan.
2.     Zat aditif yang terkandung pada plastik belum tentu larut dalam pelarut etanol

F.       Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan plastik cap tupai tidak memiliki perbedaan spektra sebelum dan setelah perlakuan, namun bukan berarti tidak memiliki zat aditif

G.     Daftar Pustaka
Hendayana, Sumar. (1994). Kimia Analitik Instrumen. Semarang: IKIP Semarang Press.
Mudzakir,  Ahmad dkk. (2008). Praktikum Kimia Anorganik (KI 425). Bandung : Jurusan Pendidikan Kimia, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Tim kimia analitik instrumen.(2011).Penuntun Praktikum Kimia Analitik Instrumen (K1-431).Bandung:Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI




































Pengaderan yang Tercemar

,
Sekarang, aku akan tulis ulang nih.. eh, mengopi lebih tepatnya,, tulisan aku yang aku tulis untuk syarat ikut Pendidikan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa. hehe.. ini diaaaaaaaaa

“PUNYA MULUT GA??!!!!!” ,bentak kakak tingkat yang entah siapa karena mukanya terselimuti malam.
Acara tengah malam itu, tanpa jaket, selain membuat telinga kita sedikit sakit karena bentakan-bentakan, juga membuat tulang mati suri karena udara pegunungan  yang sangat dingin. Kejadian ini mengingatkan waktu awal masuk SMP .
Hari pertama masuk SMP kita dikenalkan dengan istilah MOS, yang sebelumnya tidak pernah diadakan saat masuk sekolah dasar. MOS merupakan singkatan dari Masa Orientasi Sekolah. Kita dikenalkan dengan lingkungan sekolah yang kita masuki. Hari yang paling menyenangkan adalah saat semua ekstra kulikurer menampilkan kegiatan mereka atau dikenal dengan demo. Untuk melatih kepemimpinan, sekolah mengadakan kemping juga. Isi kegiatannya sangat menyenangkan. Dilanjut pengkaderan anggota baru masuk PMR(organisasi yang dahulu diikuti) ternyata ada ritualnya, harus menginap dan malamnya ada acara bentakan, jurit malam dan sebagainya sebagai syarat sah jadi anggota.
Yeah! Lulus. Selamat datang dunia SMA. Hari pertama masuk sekolah disambut dengan namanya MOS juga. Berbeda jauh dengan MOS SMP. Ada bumbu-bumbu bentakan, senior yang jail, hukuman- hukuman yang sangat seru, namun tanpa ada kekerasan. Ternyata bentakan ini tidak diperuntukan untuk siswa baru, melainkan siswa lama yang nyamar menjadi siswa baru super nakal. Tapi MOS seperti ini lebih berkesan dibanding dengan MOS waktu SMP. Karena semasa SMA tidak mengikuti organisasi, jadi tidak mengalami ritual pengkaderan lagi.
Menuju dunia baru lagi. Awal masuk universitas, saat pendaftaran ulang, ternyata banyak kakak tingkat yang setia menunggu di luar. Mulai ada rasa takut ketika ada yang memanggil jurusan yang aku pilih, namun ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Bayang-bayang ospek yang ternilai ‘menyeramkan’ ternyata beberapa kali diadakan. Ada tingkat universitas, juga jurusan (lihat juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) ). Masih beruntung tidak ada tingkat fakultas, prodi ataupun kelas.
“JAWAB!!”, bentakan itu membangunkan dari lamunan.
Pengkaderan yang saya pikirkan merupakan syarat menjadi anggota saja. Setelah naik tingkatan, dan ada anak baru, membuat acara pengkaderan lagi dan isi kegiatannya tak jauh beda dengan yang saya alami, malahan ingin dibuat lebih parah agar lebih merasakan betapa dinginnya malam, kuat mentalnya akibat bentakan-bentakan, intinya memuaskan nafsu balas dendam, itu yang ada dipikiran saya semasa SMP, semasa menjadi siswa.
Seiring waktu, setelah berubah status, dari siswa menjadi mahasiswa, mempunyai pikiran semasa SMP itu tidak berlaku lagi. Organisasi semasa SMP dengan organisasi semasa kuliah sangatlah berbeda. Setelah masuk ke sistem (red: masuk kepengurusan) ternyata pengaderan itu sangatlah penting. Di dalam pengaderan kita diberi ilmu tentang kepemimpinan dan segala ilmu yang dibutuhkan selama menjadi mahasiswa serta bekal di saat lulus nanti. Setelah pengaderan kita mengaplikasikan ilmu yang telah didapat bisa berupa kerja dalam kepanitiaan maupun berlatih mengabdi pada masyarakat. Jadi, pengaderan yang diadakan ini lebih banyak manfaatnya dibanding madhorotnya.
Dengan dasar tri darma perguruan tinggi dan peran mahasiswa, mahasiswa diperlukan kepekaan dan kekritisannya dalam menanggapi sesuatu, menggunakan daya nalarnya dalam menjawab persoalan yang ada, yang nanti saat terjun ke masyarakat, ilmu yang didapat bisa digunakan.
Bagaimana dengan pengaderan penuh perpeloncoan? Penuh kekerasan?


Perpeloncoan ini bisa berbagai bentuk, bisa berupa fisik (seperti menendang, menampar, mencakar dan sebagainya) maupun verbal (seperti memaki, meremehkan, merendahkan, dan sebagainya).
Pengaderan di kampus dikenal dengan Ospek atau Marpala dan sebagainya yang berbau kekerasan sebenarnya sudah ada sejak jaman Belanda. Kekerasan ini dilakukan oleh senior (kolonial Belanda) kepada junior orang pribumi(bangsa Indonesia) dengan tujuan agar orang pribumi tidak betah sekolah dan mereka tidak menginginkan orang pribumi menjadi pintar. Ternyata tradisi yang ditinggalkan oleh kolonial ini berbekas sampai sekarang meski tujuannya berbeda.
Sebagai kaum intelektual, perpeloncoan semacam ini tidak dibutuhkan saat diperkuliahan maupun setelah lulus nanti. Perpeloncoan ini telah memakan banyak korban seperti Wisnu di STSN, Wahyu di STPDN, dan yang lainnya. Mereka diduga meninggal akibat pukulan dari seniornya. Ospek ala militer ini boleh berlaku untuk instansi yang mahasiswanya tidak hanya otaknya encer tapi butuh fisik yang kuat juga, dengan pengawasan yang ketat agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Namun untuk universitas yang pada dasarnya bukan mencetak mahasiswa berbadan kuat dan tagap, jenis kekerasan tidaklah perlu. Karena ini berefek pada kecemasan orang tua. Orang tua akan khawatir di saat masa-masa ospek itu dimulai. Pikirkanlah perasaan mereka yang ingin menyekolahkan anaknya dan berharap anaknya menjadi orang sukses.
Mengutip dari sambutan pembantu Direktur III PNUP(Politeknik Negeri Ujung Pandang) “ Kedepannya pengkaderan tidak lagi menyita waktu, tenaga apalagi uang, dan bukan lagi zamannya pengkaderan perpeloncoan dan pelecehan. Yang dibutuhkan adalah pengkaderan yang memberikan pelajaran”. Yup, setuju!`
Jadi, pengaderan yang bersifat mendidik sangat penting dan bermanfaat. Pengaderan ini mesti diadakan dengan konsepan yang baik dan dikaitkan dengan kebutuhan instansi itu sendiri. So, Perpeloncoan dalam pengaderan?? Gak level !!









Jujur, Hal Mudah Namun Sulit

,
Untuk kali ini, mungkin terasa berbeda dari segi bahasa maupun cerita yang  saya (hehe, kali ini pakai kata 'saya' saja yaa) tulis, tulisan ini saya tulis ketika mau menjadi pengurus BEM REMA UPI, salah satu syarat untuk ikut  kepengurusan ini yaitu harus mengumpulkan karya tulis dengan tema "persoalan ormawa pada saat ini" . Nah, dari pada tulisanku ini dikonsumsi hanya untuk panitia formatur kepanitiaan pengurus BEM REMA, dan selalu disimpan di laptop nanti basi, ya udah disimpan di sini saja. hehe ... berikut tulisankuuu.. hehe
Isu ormawa di kampus sebenarnya banyak sekali. Dari yang terhot bahkan sampai tercool sekalipun ada. Namun, bukan dari masalahnya saja yang patut kita bicarakan atau bahkan dikembangbiakan sampai tidak terhenti, akan tetapi solusi apa yang kita punya untuk meredam, mereduksi, mengeliminasi dan sejenisnya sebagai mahasiswa. Tidak dipungkiri jika ada sebagian mahasiswa yang tidak peduli akan ormawa yang beredar di kampus. Tergantung orang yang memandangnya, apakah ormawa tersebut sebagai wadah inspirasi mahasiswa atau hanya kumpulan yang dapat mengganggu akademik saja.
Saya bukan dari jurusan dari akutansi ataupun ekonomi dan sejenisnya, namun saya lebih tertarik untuk membicarakan masalah kesejahteraan mahasiswa dalam ber-ormawa khususnya dalam masalah uang atau agar lebih indah kita sebut dana. Untuk masalah dana memang sangat sensitif. Tidak jarang ada aksi mahasiswa terkait dana.
Saya kebetulan pernah mengikuti  beberapa ormawa di kampus ini. Jika disorot tentang keuangannya, tiap ormawa berbeda-beda dalam mendapatkannya, mengolahnya ataupun dalam menggunakannya. Ada yang bersusah payah mengadakan kegiatan untuk warganya sekalipun tidak ada dana. Ada yang adem ayem melaksanakan kegiatan karena dana memang selalu ada. Ada yang susah payah membuat kegiatan yang menurut saya itu tidak penting dengan tujuan untuk menghabiskan dana.
Sistem keuangan yang diberlakukan oleh petinggi ke ormawa kurang lebih dua tahun yang lalu, menurut saya sangat memberatkan mahasiswa, dan terlihat tidak ada-nya kepercayaan terhadap mahasiswa, yang diberlakukan sistem pengambilan uang IUK maru dengan bertahap. Takut dikorupsikah? Berapa rupiahkah yang mampu mahasiswa korupsi?
Untuk pelaporan pengeluaran keuangan tahun demi tahun ada perubahan, menuntut agar mahasiswa bertanggungjawab apa yang mereka lakukan terhadap uang yang bukan seluruhnya haknya, menuntut agar transparan dalam transaksi menggunakan dana tersebut. Namun, apakah para petinggi melakukan hal yang sama? Sedetail mahasiswa kah? Apakah kwitansi atau bon yang dilampirkan benar-benar asli?
Bicara tentang bon atau faktur belanja, saya pernah fotokopi sesuatu, untuk keperluan ormawa di tempat fotokopian yang tempatnya selalu ramai karena lokasinya dekat dengan salah satu gedung fakultas yang ada di UPI ini. Ketika itu saya menawar harga, dari Rp. 12.000  saya tawar menjadi Rp. 10.000 dengan usaha jungkir balik agar dapat potongan harga. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya berhasil saya tawar. Saya meminta untuk dituliskan di bon, sebagai bukti belanja. Namun apa yang terjadi? Tukang fotokopian tersebut menuliskan Rp. 12.000 , protes saya lakukan. “Bayarnya ya sepuluh ribu aja Teh” kata tukang fotokopian tersebut. Astagfirullah.. secara tidak langsung tukang fotokopian tersebut mengajarkan pembelinya berkorupsi, atau memang terbiasa ketika mendapati pembeli yang tawar-menawar lalu memakai bon, tujuannya kearah agar si pembeli dapat keuntungan lebih dari bon tersebut. Saat itu saya membuat malu tukang fotokopian terhadap apa yang ia lakukan, semoga jera.
Tidak hanya itu saja, saya pernah menjadi kepanitian kegiatan, kemudian menyewa tempat yang harganya ‘waw’. Transaksi terjadi dan kami mendapatkan kwitansi sebagai  bukti pembayaran. Kemudian ketua pelaksana kegiatan meminta saya untuk meminta lagi kwitansi kosong ke pemilik tempat yang disewa. Dengan polos saya menurutinya. Sungguh perbuatan tidak terpuji sang ketua menuliskan kembali harga sewa dua kali lipat ke kwitansi kosong tersebut. Alasannya, agar kami dapat uang kas lebih dari kegiatan ini, demi kepentingan kesejahteraan ormawa ini.
Apa yang salah? Kenapa mahasiswa yang harusnya sebagai agen perubahan namun merusak dengan kelakuan tidak terpuji tersebut? Apakah terpaksa, karena ada sistem dari pihak petinggi sehingga membuat mahasiswa melakukan hal tersebut demi kesejahteraan ormawanya?
Miris, dua contoh yang saya alami dengan pelakunya dari masyarakat dan mahasiswa. Tidak heran jika terjadi korupsi di luar sana, terjadi jika kedua belah pihak saling mendukung untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang salah. Bedanya, mahasiswa disini berkorupsi untuk mensejahterakan ormawa yang dimasukinya, sedangkan yang di luar sana untuk keluarganya. Namun apapun tujuannya, tetap saja salah metodanya.
Hal ini yang saya sayangkan, mahasiswa masuk ormawa yang ini ataupun yang itu untuk memperoleh pengalaman berorganisasi, memperoleh softkill yang tidak diperoleh dalam bangku kuliah, dan sejenisnya. Namun nyatanya, tidak hanya itu saja yang mereka peroleh, hal pahit pun harus mereka jalani, sampai harus melakukan yang seharusnya tidak dilakukan. Sehingga tidak banyak mahasiswa mau masuk ormawa karena tidak mensejahterakan mereka. Tapi tergantung pribadi masing-masing, karena tidak ada sesuatu pun yang dapat diperoleh secara instan, harus ada sedikitnya pengorbanan. Karena dalam berorganisasi, pasti ada sedikitnya pengorbanan waktu, tenaga, bahkan harta. Jangan kaget jika ada suatu organisasi mengadakan kegiatan sampai menggadaikan sesuatu barang pribadinya demi lancarnya acara tersebut, karena memang tidak dipungkiri, bahwa segalanya butuh dana. Jika organisasi dianalogikan negara, dan pengurus organisasi tersebut dianalogikan menteri-menteri negara, alangkah hebatnya, terpujinya negara tersebut yang mempunyai menteri yang rela mengeluarkan hartanya demi kesejahteraan masyarakatnya, bukan memakan kesejahteraan masyarakatnya.
Ingatlah, hal yang terjadi dalam ormawa terutama dalam kesejahteraan merupakan rintangan kecil. Jika dibandingkan saat terjun di masyarakat, lebih kompleks. Oleh karena itu jika dalam berormawa saja sudah melakukan korupsi atau kecurangan, bagaimana saat terjun di masyarakat nanti? Apa bedanya dengan orang-orang berkorupsi kelas kakap?
Jujur dalam hal apapun, untuk diri sendiri, ataupun menjadi contoh untuk orang lain itu sangat penting, sebagai modal dasar agen of change, sosial control, dan iron stock. Hidup Mahasiswa Jujur !

Minggu, 06 Mei 2012

Road To UPI....!!!!

,
Hehe...
Sekarang aku mau menceritakan perjalanan dari lulus SMA sampai nyangkut ke UPI ini. Ceritanya panjaaaaaaaaaaaaaaaaang. Hehe
Berawal dari semester 2 kelas 3. Aku dapat rengking 10 besar nih, dari hasil belajar di kelas 3 semester 1, alhamdulillah laaaaah... bisa tembus juga, karena waktu kelas 2 aku terpuruk gitu deeeeeh, ’syok’ mengetahui kenyataan kalau temen sekelas aku orang-orang pintar semua. Hadeuh...
Lanjut ke kelas 3. Karena aku dapet 10 besar, dapat tawaran ikutan PMDK ke IPB nih.. hoho... mau ikutaaaaan... tapi ga jadi.. hiks
Terus ada PMDK UPI. Aku  ikutan juga. Pilih  Pendidikan Kimia.
Nah, di formulirnya itu ada keterangan uang sumbangan tuh, paling atas 3 juta, paling bawah titik titik. Maksudnya  sih disuruh isi yang tidak ada pilihan di sana. Aku pilih yang paling kecil, 3 juta (dan ternyata, teman-teman aku yang ikut PMDK juga keterima, mereka hanya mengisi 0 rupiah!! Sial, kirain tidak boleh)
Dan ketika pengumuman keluar..... gagal. Haha
Putus  asa ...
Aku sih tidak mau ikutan SNMPTN. Jadi  bagaimana pun caranya aku daftar sana sini agar tidak merasakan tes SNMPTN, karena SNMPTN itu mengerikan dan peluang untuk masuk PTN sangat kecil.
Lanjut  ke cerita.
Bulan demi bulan akhirnya mulai mencari brosur PT..
Dan akhirnya aku tertarik ke Sekolah Tinggi Sandi Negara gara-gara ada kakak kelas yang masuk ke sana, dan sepertinya menarik mata kuliah yang nanti dipelajarinya. Tapi tidak diijinkan oleh ortu. Jadi sekolah itu sepertinya semi militer gitu deeeeh..huhu
Lanjut tertarik ke Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Nah, kalau ini direstui, malah bapak ingin aku masuk sana, sampai memimpikan nanti aku tinggal dimana.
Daaaaaaaaan daftar deh!!
Ujiannyaaaaaaaaaaaaa..... haha subhanallah sekali... soal IPA dan UMUM, dan rata- rata soalnya tentang olahraga. Hadeuh... positif gagal ini
Lanjut.. karena belum ada pengumumannya, ya sudahlaah yaaa.. ditunggu saja
Kemudian daftar ke Ujian Masuk UPI atau UM UPI. Dulu memilih jurusan PGSD, pilih yang sumbangannya murah aja.. hehe dan yang peluang mendapat kerjanya besar jika lulus nanti.
Tapi dari awal pendaftaran hingga tes, setengah-setengah menjalaninya.
Tapi berharap keterima, karena apa??? Yang STIS ragu keterima, dan tetap, aku tidak  mau ikutan SNMPTN. ( sebenarnya aku lupa, duluan mana tes UM sama STIS)
Lanjut ke cerita UM UPI.
Kenapa setengah-setengah?? Entahlah, yang pasti saat mau ujian, aku kesiangan. Hehe... Jadi, waktu untuk mengerjakan soalnya sedikit. Tapi yaaaa... soal-soal tesnya gampang banget, paling suka tes kaya psikologi gitu deh.
Waktu itu yang tidak bisa tidak diisi,, bayangannya kalau salah dikurangi poinnya, padahal tidak. Jadi, ada yang tidak diisi di bahasa inggris, karena kebanyakan soal ceritanya, males bacanya. Hehe.
Setelah itu ada tes wawancaranya. Ini yang seru. Aku melihat orang-orang dengan pakaiannya bagaikan orang kantoran, ada yang berdandan menor juga. Terus ada yang dites jalan kaki, sempet terpikir, sebenarnya ini wawancara untuk guru SD atau model sih?
Akhirnya aku dipanggil. Nah.. lucunya.. aku malah kebagian dites mata, "Coba buka kacamatanya, ini bisa terlihat tidak?" kata pewawancara sambil memperlihatkan kalender dengan jarak setengah meter dari mata aku.
"bisa"
Terus dijauhkan lagi sampai aku bilang tidak bisa lihat. Setelah itu, lanjut kepertanyaan berikutnya deh. deg-deg-an deh!! Tapi harus tetap senyum.. haha
Akhirnya setelah setengah jam, beres juga tuh wawancaranya, akhirnya, pulaaaaang!!!
Lupa lebih tepatnya kapan, yang pasti itu terjadi waktu tahun 2009 sekitar bulan Mei, Juni, atau Juli.
Akhirnya pengumuman UM pun tiba.. dan alhasil.. GAGAL.. Huaaaaaa... padahal kan ga sulit sulit amat pertanyaannya.. hiks..
Mulai deh galau..ikutan SNMPTN ga yaaaaa
Ya mau gimana lagi, sesuatu yang aku hindari, yaitu ikutan SNMPTN, akhirnya aku harus mengalaminya juga
-aku kan ikutan lembaga bimbingan belajar. Setiap  TO tidak pernah lulus ke universitas yang aku inginkan.. ( T-T) Nah karena dari sana.. aku tidak pede untuk ikutan SNMPTN. Karena peluangnya kecil, soalnya susah, kalau salah minus satu. masa tidak diisi semua biar aman?? hadeuh..- sejarah kenapa tidak mau ikutan SNMPTN
Akhirnya daftar, dan penuhi persyaratannya, dimulai dari cek mata dll.. karena yang aku daftar jurusan yang ga boleh buta warna mahasiswanya.
Cukup  waktu lama untuk menentukan jurusan dan universitas agar aku tidak terjebak dengan banyaknya persangingan. Karena ikutan SNMPTN ini, tidak harus pintar saja, namun juga cerdas dalam berstrategi menentukan pilhan satu dan dua. Untuk soal keberuntungan, jangan terlalu banyak berharap. Hehe
Awal  yang aku lakukan adalah
Ini untuk mengisi pilihan pertama ya...
Pilih  universitas, jurusan yang sangat diminati.. mimpi yang tinggi deh untuk masuk universitas impian.
Nah waktu itu aku milih teknik pangan UNPAD... haha.. ga tau kenapa,, ingin saja...
 Tapi aku juga mikirin soal keuangannya, oleh karena itu aku tanya, ke ortu, kira-kira sanggup tidak untuk membiayai aku di universitas ini?? (namanya orang tua, pastilah akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya, pasti akan bilang sanggup meski harus jual apapun -terinspirasiari kisah teman yang harus jual sawah dulu demi masuk universitas-   tapi untuk kalian kalian yang mandiri, meski tidak sanggup dalam biaya, yang penting masuk dulu saja, nanti pikirkan untuk cari beasiswa. hhehe)
Untuk  pilihan kedua (waktu itu aku memilih program IPA.. jadi pilihannya hanya 2) ini perlu teliti...
Kalau  kita mengincar satu jurusan tertentu :
Lihat  batas minimal nilai yang diterima di jurusan tersebut. Sesuaikan, sesuai dengan kemampuan kita tidak?
Cari  tau jurusan itu peminatnya berapa, lalu cari tau jurusan tersebut menampung berapa mahasiswa. Nah, dibuat perbandingan deh!
Dulu  aku mengincar pendidikan Kimia UPI (asalnya mau matematika, tapi tidak ada praktikumnya,, ga asyik. Hehe. Jadi milih kimia karena ada praktikumnya, terus kata teman yang sedang kuliah di kimia ITB juga menganjurkan pilih kimia saja -entah mau menjerumuskan agar aku juga sama sama stress seperti dia, atau emang kimia itu menyenangkan.haha-
Dulu Pendidikan kimia itu peminatnya sekitar 760 an dan menampungnya 40 mahasiswa. Artinya  untuk mendapatkan kursi masuk jurusan pendidikan kimia, aku bersaing dengan 18 orang. Oke.. tidak apa apa. Meski  peluang masuk 1: 19

Nah.. tidak sampai disini saja.. karena aku ingin masuk kuliah tahun ini.. melihat ujian- ujian sebelumnya gagal melulu.. nasib STIS ga ada kabarnya, jadi aku galau lagi.. -kalau tidak keterima, bagaimana ya???-
Akhirnya aku cari lagi jurusan yang terbawah.. maksudnya yang peluang masuknya besar..
nah,, kakak sepupu aku yang semasa SDnya berjaya,, SMP juga,, SMA ,, sedikit berjaya,, (berjaya dalam akademik) dia terperosok -haha bahasanya- ke jurusan peternakan UNPAD.. (mungkin karena nama jurusannya seperti itu.. jadi pemikirannya pasti ngurusin ternak.. ga banget deh!! tapi ternyata,, lulusannya dijamin lhooo..) nah aku sempat kepikiran untuk masuk sana juga.. (kalau emang jadi masuk peternakan, bisa nebeng naik motor seenggaknya. hehe. dan berarti, SD, SMA, dan Kuliah akan bersama -sama terus atuh??? hadeuuuh..)

aku lihat ternyata peternakan menampung banyak orang tapi peminatnya sedikit.. jadi peluangnya 1:1 artinya pasti akan keterima.. karena lebih banyak daya tampungnya daripada peminatnya.. tapi ini di tahun 2009 lhooo... untuk tahun 2012,, cari info lagii.. okayyy

nah,,, beberapa jam sebelum menyerahkan formulir SNMPTN ke panitia,, aku ubah tuh,,asalnya
pilihan 1 Teknik Pangan Unpad
pilhan 2 Pendidikan Kimia..UPI
menjadi
Pilihan 1 Pendidikan Kimia UPI
pilihan 2 Peternakan Unpad

hehe.. ga pede banget soalnya.. tapi untuk kamu yang pede mah..beda cerita lagi.. tapi jangan terlalu kepedean juga..maksudnya.. pede karena pintar tapi tidak cerdas dalam berstrategi.. misal, memilih ITB dua-duanya dengan jurusan yang sama-sama banyak peminat dan passinggradenya gede,,
-cari mati itu mah-

okaaay.. lanjut ke cerita
utnuk ujian SNMPTN ini.. ga ada kata-kata setengah.. sebelumnya sering latihan TO,,
saat mau ujian, tidak terlambat..
dan karena SNMPTN ini tempat ujiannya banyak,, jadi peluang seruangan atau setempat dengan teman SMA sangat kecil. tapi ternyata tidak..
ada teman seSMA yang bareng tempat SNMPTNnya.. aku lupa siapa aja.. yang aku ingat, Vivi.. dia memilih kalau ga salah. pilihan pertama kimia ITB, kedua Kimia UPI..

teng ujian dimulai. hehe.. gugup duong.. susah. 2 hari ujiannya.
ada beberapa jenis pertanyaan tentang yang dasar-dasar seperti matematika dasar, dan sejenisnya -lupa-
terus  tentang IPA nya.. pokonya bikin pegel kepala deh nunduk terus untuk mengerjakan soal. dan alhamdulilah.. selesai..

percaya diri.. hehe.. ga tau kenapa, asa dipermudahkan.. meski banyak juga yang ga diisi. tapi aku sistem asal-asalan. jadi yang yakin bisa saja yang diisi.

-sebenarnya ada cerita unik saat pulang dari ujian ini.. tapi ga usaah diceritain disini yaaa.. nanti kepanjangan.hehe-

sebulan kemudian,,
31 Juli 2009 malam..
ribut ribut tuh.. katanya udah diumumkan hasilnya..
karena belum punya internet di rumah, jadi lewat HP, dan gagal terus..
dan kata teman-teman yang lihat pengumumannya... taraaaaaaaaat
sebenarnya lupa kalimatnya seperti apa,, kurang lebih seperti ini
SELAMAT,
SANTI NUR AISYAH
dengan No Peserta (lupa lagi)
diterima di Pendidikan Kimia UPI

jingkrak jingkrak hahaha... ngasih tau ke ortu.. dan mereka juga senang... akhirnyaaaa..
perjuangan bapak nganter aku kesana kemari ga sia-sia.. doa mamah terkabulkan.. (keukeuh pengen aku di UPI. hedeeuuh..)

sujud syukur deeeh...
perjuangan selama ini.. diiringi doa ortu.. ternyata berbuah manis
 rencana Allah memang lebih indah..... ^.^


isola,, bagian dari bangunan UPI
sekian ... semoga tips- tips yang tersurat diatas,, bisa membantu kalian atau temannya atau sodaranya atau sodara jauhnya dalam menghadapi ujian ujian menempuh PTN.. tapi... PTN sekarang lagi mahal. :(
Klik ----> terimakasih :)






Rabu, 02 Mei 2012

Nyontek itu bikin Kecanduan!!

,
kecanduan??? wew..
cerita ini aku publish berhubung hari ini adalah hari pendidikan nasional...
lhho?? apa hubungannya hari pendidikan nasional dengan menyontek?
ow.. ada donk...
karena sekarang adalah hari pendidikan.. mari bangun pendidikan ini dengan penuh kejujuran,,
agar ilmu nya juga berkah sobaaaat...
jadi jadi, spesial for HARDIKNAS!!

kali ini aku mau cerita tentang pengalaman dalam menyontek nih... hahaha
aku bukan mau memberi tips menyontek lhoooo.. langsung saja ke cerita

berawal dari kelas 2 SMP..
saat itu ada ujian seperti ujian semester....kalau ga salah.. dulu tempat duduknya diatur saat ujian itu.. lupa-lupa ingat sih.. kenapa bisa diatur kaya gitu.. yang pasti waktu itu aku duduk dibelakang pokok kanan.
ujian dimulai
saking khusyu-nya aku tidak pernah melirik kanan atau kiri.. terlalu asyik untuk menjawab soal-soal. haha
tapi entah mengapa aku ingin melihat kedepan, melihat ke seluruh ruangan. dan tahukah kamu???
pemandangan yang pertama kali aku lihat selama aku belajar waktu SD, dan kelas 1 SMP.
yang lumayan menghela nafas sejenak. hehe. aku melihat aktifitas teman-teman aku yang sibuk nanya sana nanya sini.. ya ampun.. tercengang...
aku memang pertama kali melihat ini. suer deh.. karena waktu SD kalau ujian kalau tidak didepan duduknya, ya.. kedua.. pokoknya tidak pernah melihat hal gituan deh!!
terus, saat kelas 1 SMP, (sebenarnya males juga nyeritain ginian,, hal yang ter... dan sangat terpuruk deh kenangan ini) jadi.. saat ujian, kan kelas aku kebagian ujian di lab biologi.. nah di lab itu kan dipinggir-pinggirnya ada meja terbuat dari keramik gitu deh,, bayangkan kaya dapur aja deh,,teman- teman aku kan ujiannya di meja normal ya... aku??? huhuhu satu-satunya yang duduk dengan meja keramik (alasannya bukan karena aku ga bayar spp atau apalah... tapi karena tidak ada tempat lagi.. tapi ini teh jadi lelucon para pengawas,, dan selalu dilupakan, misal,, kelupaan dibagikan kertas ujiannya. pokonya naas deh! belum lagi bau yang tidak sedap dari bangkai binatang, bukan bangkai denk.. tapi darah atau daging yang tertinggal di hewan yang diawetkan) , jadi menghadapnya ke jendela,, berbeda dengan teman yang lain.. jadi apapun yang dilakukan teman- teman, aku ga pernah tau... dan ini terjadi selama 2 semester ditempat yang sama pula.
berlanjut ke kelas 2 yang tadi... dari sana aku baru mengenal proses kerjasama... tapi aku hanya sebagai saksi lhooo.. bukan pelaku..ujian semester 2 pun sama.. aku duduk di belakang pojok kiri, dan hal itu terjadi lagi.. hadeeeeh...dan aku tetap sebagai saksi. hehe
kelas 3 SMP..
langsung ke ujian nasional aja yaaa.... nah kebetula aku duduk di depan kedua dari pintu.. jadi seenggaknya aku tidak akan melihat kejahatan itu lagiii.. hahaha hadeuh... husnudzon husnudzon...-_-

ternyata saat aku SMA juga.. tenyata kebiasaan ini berlaku juga nih!! tapi tetep.. aku masih tetap sebagai saksi..
nah, saat kelas 2 SMA.. kan ada guru PPL.. guru fisika.. beliau subhanallah kreatif banget deh!! pokonya jadi inspirasi nanti kalau aku ngajar..
nah salah satu ke kreatifan dia, adalah memberi penghargaan ke siswa yang jujur dalam ujiannya..kereeeen kannn???
dan ternyataaaaaa.... haha.. dari 32 siswa dikelas,, hanya 2 orang yang mengaku jujur.. bukan sombong atau apalahh.. tapi cuma memberi contoh aja. hehe. aku termasuk 2 orang tersebut.. meski nilainyaaaaa... haha.. lebih kecil dari teman- teman aku.. berapa ya, nilainya?? pokonya diremed deh!! (mending jujur tapi diremed,, dari pada ga jujur, diremed pula.. hahaha udah dosa,, cape pula ujian ulang, hoho)
nah.. tiap ujian ma ibu PPL itu,, aku selalu dapat penghargaan itu ... dan nilainya selalu kecil.hehe.. tapi ketika diremed.. hoho.. nilai ku sempurna lhoo.. karena soal remedialnya soal yang sama dengan ujian. tapi jadi ngerti lhooo... nah nah.. jadi inspirasi nih.. buat kalian-kalian yang lagi PPL atau yang mau PPL.. mengajarkan siswanya untuk jujur... membuat mereka (siswa) mengaku kalau mereka(siswa) mengerjakan soal ujian dengan kerjasama/ mencontek, itu merupakan kejujuran juga lhooo..hhehe
lanjuuut..

sampai pada suatu saat.. kelas 3 semester 2.. sedikit roboh prinsip aku... huuuaaaa...
dimulai dari TO gitu deh... mungkin karena muak dengan latihan latihan dan berkencan dengan soal soal,, aku mulai mencoba yang namanya menyontek.. tapi disini jenisnya kerjasama.. menyamakan jawaban yang didapat. hehe.. dan itu berlangsung setiap ada TO aja.. tapi sepertinya... bagaikan ikatan kovalen koordinasi deh.. jadi hanya satu pihak saja yang memberi,, yang lainnya menerima, jadi bukan ikatan kovalen aja atau saling memberi.. sedih deh.. rugi!!

Kuliah semester 1
haha.. sudah dibilangkaaaaaan... nyontek itu bikin kecanduan...
kebetulan semester 1 ini ujiannya rata-rata pilihan ganda.. nah... sekarang mah nyonteknya jenis ikatan kovalen.. jadi saling memberi..
tapi ini berlaku untuk mata kuliah yang emang ga begituuu.. yaaa.. ga diprioritaskan.. hehe
tapi untuk mata kuliah yang emang benar-benar susah, alias susah bergerak sana sini, aku ga berani .. malah karena saking banyaknya mata kuliah yang begitu,, jadi kebiasaan itu hilang deh.. hoho..
meski hasilnya jadi jelek, tapi gapapa, karena itu benar murni hasil kita yang mungkin faktor ga mengerti atau persiapannya kurang, atau karena croboh, atau karena waktunya kurang, atau emang dosennya aja yang kurang asem ngasih soal yang susah beuddd.. -_-

nyontek? sebabnya apa sih?ini akibat kurang siapnya kita dalam menghadapi ujian tersebut.. akibatnya kita kurang percaya diri dalam menjawab pertanyaan. ujung-ujungnya nanya jawaban orang.. padahalkan belum tentu jawaban orang lain itu benar.

sebenarnya kebiasaan ini bisa dihentikan lhooo..
tipsnya...
1. coba deh, duduknya di depan, serasa main catur dengan pengawas. jangan coba-coba duduk di belakang.. di belakang itu banyak setannya lhooo... menggoda kita untuk berbuat curang apapun jenisnya. baik melihat pekerjaan teman tanpa diketahui, atau saling mengetahui alias kerjasama.
2. belajar yang serius!! yang mantap.. karena ini juga jadi faktor dilema gituuuu deh.. nilai ingin tinggi, tapi belajarnya kurang.. jadi aja mengambil jalan pintas dengan mencontek.
3. berdoa.. biar setan jauh -jauh..hahaha
4. munculkan rasa malu. MALU sebagai calon guru. MALU sebagai mahasiswa di universitas yang berpendidikan ini..., ko serasa ini buat anak UPI aja ya?? jangan salah sobaat.. pembaca yang diluar UPI juga.. dari universitas manapun, maupun ga masuk universitas,, tetap munculkan rasa MALU....karenaaaa Malu mengerjakan Kejelekan itu baik seluruhnya sobaaat..
jadiiii... Malu lah pada Sang Pencipta.. inget lhoo diakhir itu ada pertanggungjawabannya..

WASPADALAH WASPADALAH... KEJAHATAN MUNCUL BUKAN KARENA HANYA ADA NIAT, TAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN.. tapi jangan buka kesempatan itu juga duonk... hehe...

yuk ah!! SELAMAT MENCOBA ^^



Minggu, 29 April 2012

my Job !!!

,
hehoooooooooooo
my job?? emang apa sih kerjaan aku? haha.. sekarang mau bicarakan tentang pengalaman pertama dalam hobiku yang insya allah mau dijadikan kerjaan aku.. hha. yup! henna.. lukis tangan menggunakan tanaman pacar yang warnanya merah- merah gitu deh.. yang merupakan tradisi orang asia bagian barat disaat pernikahan. mungkin sering melihatnya di film-film india yang desainnya rumit banget deh.. atau saat nonton Ayat- Ayat Cinta..itu sih, desain yang simpel.. pokoke jadi trend masa kini.. cuma sebagian orang menganggap itu tato.. tapi bukan lhoo..ini tidak menyakiti kulit.. dan gambarnya pun bukan binatang atau apapun yang bisa disembah.. jadi henna TIDAK SAMA DENGAN tatto...  tapi kalo dihenna diniatkan untuk menarik lawan jenis.. itu benda lagi ceraitanya.. ga boleh lhooo sobat...

oke, langsung saja ke cerita.. pertama kali mencoba henna, pasti dicoba ditangan sendiri lhaaa... dimulai saat kelas 3 SMA.. pernah waktu itu ke sekolah memakai henna,, dan ternyataaaaa bikin heboh.. dikira aku mau nikah.. hadeuh...

awalnya sih susah...niru- niru gambar yang ada di kardus henna-nya.. ribet deh! waktu demi waktu.. mulai mencari korban .. yaitu tangan mamah ku.. hahaha.. terus tangan-tangan temen ngajiku... tapi waktu itu gambar aku udah agak mendingan.. jadi ga bikin tangan orang kaya yang ga sengaja keciprat cat.. haha..

 nah, puncaknya saat lulus SMA,, teteh aku.. tapi bukan teteh kandung,, tetehnya orang lain, hhe,, mau nikah dan dia minta dihenna ,, ya rabb... menghenna pengantin?? oleh orang awam pula.. haduh.. luar biasa takut.. pengantin gitu boooooo yang seharian pasti nunjukin tangannya saat salaman... bisa disangka orang tangannya dicelup cat (bukan kecipratan lagi ini mah, karena dia mintanya desain ala india gitu deh.. yang penuh tangannya dengan henna)

ya sudahlah.. bismillah.. dibantu denga temen aku.. mulai beraksi!!
mulai dihenna jam 11 malam.. keren kan?? jadi ceritanya nginep.hehe.. tapi ga tidur..huhu
nah.. .yang menjadi kesulitan adalah...
1. pertama kali menghenna pengantin
2. pertama kali desainnya full tangan
3. pertama kali menghenna tangan orang YANG TIDUR..
dasyat kan... bayangkan lhaaa orang tidur.. tidak mungkin tangannya diam (meski ngakunya bakalan diam, tidak akan gerak, namanya juga orang tidur,, tidak akan tau apa yang diperbuat di alam bawah sadarnya,,)




nah.. temen aku yang bantuin itu tugasnya menjaga agar tangan pengantin itu tidak gerak.. agar hennanya tidak rusak.. butuh perjuangan, gantian tidur.. menghenna lagi.. sedikit kesenggol.. dasyat deh.. akhirnya beres sekitar jam 3 lebih.. dan tugas belum berakhir disini.. mesti nunggu kering dan tetap menjaga tangan agar tidak nyenggol apapun...

alhamdulilah yaaaaa.. senang ketika kata teteh aku itu bilang, henna aku dipuji oleh orang yang biasa menghenna,, untuk ukuran pemula,, desain full pula,, udah bagus.. nah dari situlah aku semangat untuk belajar, belajar, belajar lagi membuat henna dengan desain yang sederhana namun indah.. dah rata- rata desainnya abstrak, tidak berbentuk binatang apapun..hobby aku itu.. berlaku sampai sekarang.. namun setelah kuliah semester 2.. haha.. hobby aku jadi kerjaan aku.. jadi dibisniskan gitu deh...untuk danus. haha (tuntutan kerjaan di organisasi sist.. :)) ----> lihat juga Bunga Mawar, dari Kimia untuk Kimia

haha.. promosi nihhhh.... buat yang suka.. hubungi aja via email aisyah.shann@yahoo.com  harganya??? murah koooo.... dibawah 100rb untuk desian rumit. hahaha




diperankan oleh tangan model (ko, kaya iklan jam tangan ya, ini mah? haha)








 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates