Hehe...
Sekarang aku mau menceritakan
perjalanan dari lulus SMA sampai nyangkut ke UPI ini. Ceritanya
panjaaaaaaaaaaaaaaaaang. Hehe
Berawal dari semester 2 kelas 3. Aku
dapat rengking 10 besar nih, dari hasil belajar di kelas 3 semester 1, alhamdulillah
laaaaah... bisa tembus juga, karena waktu kelas 2 aku terpuruk gitu deeeeeh, ’syok’
mengetahui kenyataan kalau temen sekelas aku orang-orang pintar semua. Hadeuh...
Lanjut ke kelas 3. Karena aku dapet
10 besar, dapat tawaran ikutan PMDK ke IPB nih.. hoho... mau ikutaaaaan... tapi
ga jadi.. hiks
Terus ada PMDK UPI. Aku ikutan juga. Pilih Pendidikan Kimia.
Nah, di formulirnya itu ada keterangan
uang sumbangan tuh, paling atas 3 juta, paling bawah titik titik. Maksudnya sih disuruh isi yang tidak ada pilihan di sana.
Aku pilih yang paling kecil, 3 juta (dan ternyata, teman-teman aku yang ikut
PMDK juga keterima, mereka hanya mengisi 0 rupiah!! Sial, kirain tidak boleh)
Dan ketika pengumuman keluar.....
gagal. Haha
Putus asa ...
Aku sih tidak mau ikutan SNMPTN. Jadi
bagaimana pun caranya aku daftar sana
sini agar tidak merasakan tes SNMPTN, karena SNMPTN itu mengerikan dan peluang
untuk masuk PTN sangat kecil.
Lanjut ke cerita.
Bulan demi bulan akhirnya mulai mencari
brosur PT..
Dan akhirnya aku tertarik ke Sekolah
Tinggi Sandi Negara gara-gara ada kakak kelas yang masuk ke sana, dan sepertinya
menarik mata kuliah yang nanti dipelajarinya. Tapi tidak diijinkan oleh ortu. Jadi
sekolah itu sepertinya semi militer gitu deeeeh..huhu
Lanjut tertarik ke Sekolah Tinggi
Ilmu Statistik. Nah, kalau ini direstui, malah bapak ingin aku masuk sana,
sampai memimpikan nanti aku tinggal dimana.
Daaaaaaaaan daftar deh!!
Ujiannyaaaaaaaaaaaaa..... haha subhanallah
sekali... soal IPA dan UMUM, dan rata- rata soalnya tentang olahraga. Hadeuh...
positif gagal ini
Lanjut.. karena belum ada
pengumumannya, ya sudahlaah yaaa.. ditunggu saja
Kemudian daftar ke Ujian Masuk UPI
atau UM UPI. Dulu memilih jurusan PGSD, pilih yang sumbangannya murah aja..
hehe dan yang peluang mendapat kerjanya besar jika lulus nanti.
Tapi dari awal pendaftaran hingga
tes, setengah-setengah menjalaninya.
Tapi berharap keterima, karena
apa??? Yang STIS ragu keterima, dan tetap, aku tidak mau ikutan SNMPTN. ( sebenarnya aku lupa,
duluan mana tes UM sama STIS)
Lanjut ke cerita UM UPI.
Kenapa setengah-setengah?? Entahlah,
yang pasti saat mau ujian, aku kesiangan. Hehe... Jadi, waktu untuk mengerjakan
soalnya sedikit. Tapi yaaaa... soal-soal tesnya gampang banget, paling suka tes
kaya psikologi gitu deh.
Waktu itu yang tidak bisa tidak
diisi,, bayangannya kalau salah dikurangi poinnya, padahal tidak. Jadi, ada
yang tidak diisi di bahasa inggris, karena kebanyakan soal ceritanya, males
bacanya. Hehe.
Setelah itu ada tes wawancaranya. Ini
yang seru. Aku melihat orang-orang dengan pakaiannya bagaikan orang kantoran,
ada yang berdandan menor juga. Terus ada yang dites jalan kaki, sempet
terpikir, sebenarnya ini wawancara untuk guru SD atau model sih?
Akhirnya aku dipanggil. Nah..
lucunya.. aku malah kebagian dites mata, "Coba buka kacamatanya, ini bisa
terlihat tidak?" kata pewawancara sambil memperlihatkan kalender dengan
jarak setengah meter dari mata aku.
"bisa"
Terus dijauhkan lagi sampai aku
bilang tidak bisa lihat. Setelah itu, lanjut kepertanyaan berikutnya deh.
deg-deg-an deh!! Tapi harus tetap senyum.. haha
Akhirnya setelah setengah jam, beres
juga tuh wawancaranya, akhirnya, pulaaaaang!!!
Lupa lebih tepatnya kapan, yang
pasti itu terjadi waktu tahun 2009 sekitar bulan Mei, Juni, atau Juli.
Akhirnya pengumuman UM pun tiba..
dan alhasil.. GAGAL.. Huaaaaaa... padahal kan ga sulit sulit amat
pertanyaannya.. hiks..
Mulai deh galau..ikutan SNMPTN ga
yaaaaa
Ya mau gimana lagi, sesuatu yang aku
hindari, yaitu ikutan SNMPTN, akhirnya aku harus mengalaminya juga
-aku kan ikutan lembaga bimbingan
belajar. Setiap TO tidak pernah lulus ke
universitas yang aku inginkan.. ( T-T) Nah karena dari sana.. aku tidak pede
untuk ikutan SNMPTN. Karena peluangnya kecil, soalnya susah, kalau salah minus
satu. masa tidak diisi semua biar aman?? hadeuh..- sejarah kenapa tidak mau
ikutan SNMPTN
Akhirnya daftar, dan penuhi
persyaratannya, dimulai dari cek mata dll.. karena yang aku daftar jurusan yang
ga boleh buta warna mahasiswanya.
Cukup waktu lama untuk menentukan jurusan dan
universitas agar aku tidak terjebak dengan banyaknya persangingan. Karena ikutan
SNMPTN ini, tidak harus pintar saja, namun juga cerdas dalam berstrategi
menentukan pilhan satu dan dua. Untuk soal keberuntungan, jangan terlalu banyak
berharap. Hehe
Awal yang aku lakukan adalah
Ini untuk mengisi pilihan pertama
ya...
Pilih universitas, jurusan yang sangat diminati..
mimpi yang tinggi deh untuk masuk universitas impian.
Nah waktu itu aku milih teknik
pangan UNPAD... haha.. ga tau kenapa,, ingin saja...
Tapi aku juga mikirin soal
keuangannya, oleh karena itu aku tanya, ke ortu, kira-kira sanggup tidak untuk
membiayai aku di universitas ini?? (namanya orang tua, pastilah akan mengusahakan
yang terbaik untuk anaknya, pasti akan bilang sanggup meski harus jual apapun
-terinspirasiari kisah teman yang harus jual sawah dulu demi masuk
universitas- tapi untuk kalian kalian yang mandiri, meski tidak
sanggup dalam biaya, yang penting masuk dulu saja, nanti pikirkan untuk cari
beasiswa. hhehe)
Untuk pilihan kedua (waktu itu aku memilih program
IPA.. jadi pilihannya hanya 2) ini perlu teliti...
Kalau kita mengincar satu jurusan tertentu :
Lihat batas minimal nilai yang diterima di jurusan
tersebut. Sesuaikan, sesuai dengan kemampuan kita tidak?
Cari tau jurusan itu peminatnya berapa, lalu cari
tau jurusan tersebut menampung berapa mahasiswa. Nah, dibuat perbandingan deh!
Dulu aku mengincar pendidikan Kimia UPI (asalnya
mau matematika, tapi tidak ada praktikumnya,, ga asyik. Hehe. Jadi milih kimia
karena ada praktikumnya, terus kata teman yang sedang kuliah di kimia ITB juga
menganjurkan pilih kimia saja -entah mau menjerumuskan agar aku juga sama sama
stress seperti dia, atau emang kimia itu menyenangkan.haha-
Dulu Pendidikan kimia itu peminatnya
sekitar 760 an dan menampungnya 40 mahasiswa. Artinya untuk mendapatkan kursi masuk jurusan
pendidikan kimia, aku bersaing dengan 18 orang. Oke.. tidak apa apa. Meski peluang masuk 1: 19
Nah.. tidak sampai disini saja..
karena aku ingin masuk kuliah tahun ini.. melihat ujian- ujian sebelumnya gagal
melulu.. nasib STIS ga ada kabarnya, jadi aku galau lagi.. -kalau tidak
keterima, bagaimana ya???-
Akhirnya aku cari lagi jurusan yang
terbawah.. maksudnya yang peluang masuknya besar..
nah,, kakak sepupu aku yang semasa
SDnya berjaya,, SMP juga,, SMA ,, sedikit berjaya,, (berjaya dalam akademik)
dia terperosok -haha bahasanya- ke jurusan peternakan UNPAD.. (mungkin karena nama
jurusannya seperti itu.. jadi pemikirannya pasti ngurusin ternak.. ga banget
deh!! tapi ternyata,, lulusannya dijamin lhooo..) nah aku sempat kepikiran
untuk masuk sana juga.. (kalau emang jadi masuk peternakan, bisa nebeng naik
motor seenggaknya. hehe. dan berarti, SD, SMA, dan Kuliah akan bersama -sama
terus atuh??? hadeuuuh..)
aku lihat ternyata peternakan
menampung banyak orang tapi peminatnya sedikit.. jadi peluangnya 1:1 artinya
pasti akan keterima.. karena lebih banyak daya tampungnya daripada peminatnya..
tapi ini di tahun 2009 lhooo... untuk tahun 2012,, cari info lagii.. okayyy
nah,,, beberapa jam sebelum
menyerahkan formulir SNMPTN ke panitia,, aku ubah tuh,,asalnya
pilihan 1 Teknik Pangan Unpad
pilhan 2 Pendidikan Kimia..UPI
menjadi
Pilihan 1 Pendidikan Kimia UPI
pilihan 2 Peternakan Unpad
hehe.. ga pede banget soalnya.. tapi
untuk kamu yang pede mah..beda cerita lagi.. tapi jangan terlalu kepedean
juga..maksudnya.. pede karena pintar tapi tidak cerdas dalam berstrategi..
misal, memilih ITB dua-duanya dengan jurusan yang sama-sama banyak peminat dan
passinggradenya gede,,
-cari mati itu mah-
okaaay.. lanjut ke cerita
utnuk ujian SNMPTN ini.. ga ada
kata-kata setengah.. sebelumnya sering latihan TO,,
saat mau ujian, tidak terlambat..
dan karena SNMPTN ini tempat
ujiannya banyak,, jadi peluang seruangan atau setempat dengan teman SMA sangat
kecil. tapi ternyata tidak..
ada teman seSMA yang bareng tempat
SNMPTNnya.. aku lupa siapa aja.. yang aku ingat, Vivi.. dia memilih kalau ga
salah. pilihan pertama kimia ITB, kedua Kimia UPI..
teng ujian dimulai. hehe.. gugup
duong.. susah. 2 hari ujiannya.
ada beberapa jenis pertanyaan
tentang yang dasar-dasar seperti matematika dasar, dan sejenisnya -lupa-
terus tentang IPA nya..
pokonya bikin pegel kepala deh nunduk terus untuk mengerjakan soal. dan
alhamdulilah.. selesai..
percaya diri.. hehe.. ga tau kenapa,
asa dipermudahkan.. meski banyak juga yang ga diisi. tapi aku sistem
asal-asalan. jadi yang yakin bisa saja yang diisi.
-sebenarnya ada cerita unik saat
pulang dari ujian ini.. tapi ga usaah diceritain disini yaaa.. nanti
kepanjangan.hehe-
sebulan kemudian,,
31 Juli 2009 malam..
ribut ribut tuh.. katanya udah
diumumkan hasilnya..
karena belum punya internet di
rumah, jadi lewat HP, dan gagal terus..
dan kata teman-teman yang lihat
pengumumannya... taraaaaaaaaat
sebenarnya lupa kalimatnya seperti
apa,, kurang lebih seperti ini
SELAMAT,
SANTI NUR AISYAH
dengan No Peserta (lupa lagi)
diterima di Pendidikan Kimia UPI
jingkrak jingkrak hahaha... ngasih
tau ke ortu.. dan mereka juga senang... akhirnyaaaa..
perjuangan bapak nganter aku kesana
kemari ga sia-sia.. doa mamah terkabulkan.. (keukeuh pengen aku di UPI.
hedeeuuh..)
sujud syukur deeeh...
perjuangan selama ini.. diiringi doa
ortu.. ternyata berbuah manis
rencana Allah memang lebih
indah..... ^.^
isola,,
bagian dari bangunan UPI
|
sekian ... semoga tips- tips yang
tersurat diatas,, bisa membantu kalian atau temannya atau sodaranya atau sodara
jauhnya dalam menghadapi ujian ujian menempuh PTN.. tapi... PTN sekarang lagi
mahal. :(
Klik ----> terimakasih :)
Klik ----> terimakasih :)





Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Assalamualaikum kak, maaf banget tapi apa ortu kaka ga ngerasa kecewa sedih atau putus asa gitu ngeliat anaknya yang ga lulus ujian masuk terus? maaf ya kak saya nanya gini soalnya kondisi kaka ditulisan ini mirip sama kondisi saya saat ini
makasih kak wassalam :)
assalamualaikum
ka mau nanya soal yang diujikan ketika ujian mandiri upi apa saja?
lalu soal wawancaranya seputar apa ya ka?
terimakasih :)
Anonim 1:
Sedih pasti iya
Tp mgkn bkan jalannya
Slain usaha..harus diiringi doa juga
Allah dah nyiapin yg terbai untuk kita ko.
Jangan ptus asa. Semangat! :)
Anonim 2:
Bwt Pgsd
Lupa..
Sdikt yg diingat mah ada b.indo, b. Inggris, TPA, pengetahuan umum kalau ga salah.
Wawancara tergantung pengujinya.
Yang pasti ada ditanya alasan knpa milih pgsd. Udah itu cma nanya tentang mata minus sya,krna sya pake kacamata. Orang lain ada yang disuruh jalan
Ka, terus sekarang kaka jadi apa setelah lulus?hehe maaf
Jadi apa? Tetep manusia, ga berubah. Hhahaha.
Hem... masih bergelut dengan dunia pendidikan...dan perbisnisan..whahaha
Jadi apa? Tetep manusia, ga berubah. Hhahaha.
Hem... masih bergelut dengan dunia pendidikan...dan perbisnisan..whahaha
Kak aku juga minat banget masuk upi dengang jurusan pend. Kimia:')
Kak aku juga minat banget masuk upi dengang jurusan pend. Kimia:')
Yo! Semangat ya... Masuknya susah, jadi maksimalin saat jadi mahasiswa, perluas keahlian di ukm2, perbanyak pergaulan, tp yg positif dan bermanfaat. Jangan jadi kupu kupu. Kuliah pulang kuliah pulang. Hehe.
Yo! Semangat ya... Masuknya susah, jadi maksimalin saat jadi mahasiswa, perluas keahlian di ukm2, perbanyak pergaulan, tp yg positif dan bermanfaat. Jangan jadi kupu kupu. Kuliah pulang kuliah pulang. Hehe.
Ka di Tahun 2017 insya Allah aku akan jadi ade kelas kaka di Jurusan Ilmu Komputer, minta do'a nya ya aamiin :)
Ka tahun ini UM UPI ga pake tes yaa ka tapi pake nilai sbm?
kak, kalo asramanya itu di upi baiagmana ya kak? makannya cari makan sedniri atau memang sudah disediakan untuk penghuni asrama jdi gausah beli lg?