Penentuan Zat
Aditif Kemasan Minuman dengan Spektrometer IR
Tanggal Percobaan : 20 Februari 2012
A. Tujuan
Menentukan zat aditif yang terdapat dalam sampel kemasan minuman
B. Prinsip Dasar
Setiap senyawa pada keadaan tertentu
telah mempunyai tiga macam gerak, yaitu :
1. Gerak
Translasi, yaitu perpindahan dari satu titik ke titik lain.
2. Gerak
Rotasi, yaitu berputar pada porosnya, dan
3. Gerak
Vibrasi, yaitu bergetar pada tempatnya.
Terdapat dua jenis vibrasi molekul yaitu stretching (ulur) dan bending (tekuk). Vibrasi stretching adalah pergerakan atom yang
teratur sepanjang sumbu ikatan antara dua atom sehingga jarak antara atom dapat
bertambah atau berkurang. Vibrasi stretching
meliputi stretching simetris dan stretching asimetris.
Vibrasi bending
adalah pergerakan atom yang menyebabkan perubahan sudut ikatan antara dua
ikatan atau pergerakan dari sekelompok atom terhadap atom lainnya. Vibrasi bending meliputi scissoring (deformation), wagging,
twisting, dan rocking. (Ahmad Mudzakir dkk. 2008:70-73)
Spektroskopi inframerah merupakan metode analisis yang
didasarkan pada penyerapan sinar inframerah (IR) oleh molekul senyawa. Karena
panjang gelombang IR lebih pendek daripada panjang gelombang sinar tampak
maupun sinar UV maka energi IR tak mampu mentansisikan elektron, melainkan
hanya mampu menyebabkan molekul bergetar. Metode ini berguna untuk menentukan
gugus fungsional senyawa organik. Cuplikan yang dianalisis dapat berupa zat
cair atau zat padat. Atom-atom di dalam suatu molekul bervibrasi (bergetar).
Bila radiasi inframerah dilewatkan melalui suatu cuplikan, maka
molekul-molekulnya dapat menyerap (mengabsorbsi) energi dan terjadilah transisi
di antara tingkat vibrasi dasar (ground state) dan tingkat vibrasi tereksitasi
(excited state).
(Sumar Hendayana. 1994: 189)
Dasar Spektroskopi
Infra Merah dikemukakan oleh Hooke dan didasarkan atas senyawa yang terdiri
atas dua atom atau diatom yang digambarkan dengan dua buah bola yang saling
terikat oleh pegas seperti tampak pada gambar disamping ini. Jika pegas
direntangkan atau ditekan pada jarak keseimbangan tersebut maka energi
potensial dari sistim tersebut akan naik. Hukum hooke dapat membantu
memperkirakan daerah dimana vibrasi terjadi.
V =

Keterangan : v
= jumlah gelombang (/cm)
C
= kecepatan cahaya (cm/dtk)
m1
= massa atom 1 (gram)
m2
= massa atom 2 (gram)
f =
tetapan gaya (dyne/cm = g/dtk2)
Instrumentasi IR
1. Sumber radiasi
Sumber
radiasi yang biasa digunakan berupa Nernst Glower, Globar, dan Kawat Nikhrom.
Nernst Glower merupakan campuran oksida dari zirkon (Zr), dan yitrium (Y) yaitu
ZrO2 dan Y2O3, atau campuran oksida thorium
(Th) dan serium (Ce). Nernst Glower ini berupa silinder dengan diameter 1
sampai 2 mm dan panjang 20 mm. pada ujung silinder dilapisi platina untuk
melewatkan arus listrik. Nernst Glower mempunyai radiasi maksimum pada panjang
gelombang 1,4 µm atau bilangan gelombang 7100 cm-1. Globar merupakan
sebatang silicon karbida (SiC) biasanya dengan diameter 5 mm dan panjang 50 mm.
radiasi maksimum Globar terjadi pada panjang gelombang 1,8-2,0 µm atau bilangan
7100 cm-1. Kawat Nikhrom merupakan campuran nikel (Ni) dan Krom
(Cr), mempunyai radiasi lebih rendah dari Nernst Glower dan Globar.
2. Wadah sampel
Wadah
sampel tergantung dari jenis sampel. Untuk sampel berbentuk gas digunakan sel
gas dengan lebar sel atau panjang berkas radiasi 40 m. hal ini dimungkinkan
untuk menaikkan sensitivitas karena adanya cermin yang dapat memantulkan berkas
radiasi berulang kali melalui sampel.
Wadah
sampel untuk sampel berbentuk cairan umumnya mempunyai panjang berkas radiasi
kurang dari 1 mm biasanya dibuat lapisan tipis (film) di antara dua keping
senyawa yang transparan terhadap radiasi inframerah. Dapat pula dibuat larutan
yang kemudian dimasukkan ke dalam sel larutan.
Wadah
sampel untuk padatan mempunyai panjang berkas radiasi kurang dari 1 mm (seperti
wadah sampel untuk cairan). Sampel berbentuk padatan ini dapat dibuat pellet,
pasta, atau lapis tipis. Pelet KBr dibuat dengan menggerus sampel dan Kristal
KBr (0,1 – 2,0 % berdasar berat) sehingga merata kemudian ditekan sampai
diperoleh pelet atau pil tipis. Pasta (mull) dibuat dengan mencampur sampel dan
setetes bahan pasta sehingga merata kemudian dilapiskan di antara dua keping
NaCl yang transparan terhadap radiasi inframerah. Bahan pasta yang biasa
digunakan adalah parafin cair. Lapis tipis dibuat dengan meneteskan larutan
dalam pelarut yang mudah menguap pada permukaan kepingan NaCl dan dibiarkan
sampai menguap.
3. Monokromator
Berfungsi membentuk sinar monokromatik
yaitu sinar yang hanya memiliki satu pita gelombang yang sempit.
4. Detektor
Setelah
radiasi inframerah melewati monokromator kemudian berkas radiasi ini dipantulkan
oleh cermin-cermin dan akhirnya ditangkap oleh detektor. Detektor pada
spektrofotometer inframerah merupakan alat yang biasa mengukur atau mendeteksi
energi radiasi akibat pengaruh panas.
Terdapat
dua macam detektor yaitu thermocouple dan bolometer. Detektor yang paling
banyak digunakan dalam spektrofotometer inframerah adalah thermocouple.
Thermocouple merupakan alat yang mempunyai impedans rendah dan sering kali
dihubungkan dengan preamplifier dengan impedans tinggi.
5. Amplifier
Berfungsi
untuk menguatkan signal bila signal yang dihasilkan sangat lemah.
6. Rekorder
Berfungsi
untuk merekam signal listrik. Signal yang dihasilkan dari detektor direkam
sebagai spektrum inframerah yang berbentuk puncak-puncak absorpsi. Spektrum
inframerah ini menunjukkan hubungan antara absorpsi dan frekuensi atau bilangan
gelombang atau panjang gelombang. Sebagai absis adalah frekuensi (Hertz, detik-1)
atau panjang gelombang (µm) atau bilangan gelombang (cm-1) dan
sebagai ordinat adalah transmitans (%) atau absorbans.
(Ahmad Mudzakir dkk. 2008: 69-77)
Tabel
1.
Daerah serapan gugus fungsi
frequency,
cm–1
|
Bond
|
functional
group
|
3640–3610
(s, sh)
|
O–H
stretch, free hydroxyl
|
alkohols,
phenols
|
3500–3200
(s,b)
|
O–H
stretch, H–bonded
|
alkohols,
phenols
|
3400–3250
(m)
|
N–H
stretch
|
primary,
secondary amines, amides
|
3300–2500
(m)
|
O–H
stretch
|
carboxylic
acids
|
3330–3270
(n, s)
|
–C(triple
bond)C–H: C–H stretch
|
alkynes
(terminal)
|
3100–3000
(s)
|
C–H
stretch
|
aromatics
|
3100–3000
(m)
|
=C–H
stretch
|
alkenes
|
3000–2850
(m)
|
C–H
stretch
|
alkanes
|
2830–2695
(m)
|
H–C=O:
C–H stretch
|
aldehydes
|
2260–2210
(v)
|
C(triple
bond)N stretch
|
nitriles
|
2260–2100
(w)
|
–C(triple
bond)C– stretch
|
alkynes
|
1760–1665
(s
|
C=O
stretch
|
carbonyls
(general)
|
1760–1690
(s)
|
C=O
stretch
|
carboxylic
acids
|
1750–1735
(s)
|
C=O
stretch
|
esters,
saturated aliphatic
|
1740–1720
(s)
|
C=O
stretch
|
aldehydes,
saturated aliphatic
|
1730–1715
(s)
|
C=O
stretch
|
alpha,beta–unsaturated
esters
|
1715
(s)
|
C=O
stretch
|
ketones,
saturated aliphatic
|
1710–1665
(s)
|
C=O
stretch
|
alpha,beta–unsaturated
aldehydes, ketones
|
1680–1640
(m)
|
–C=C–
stretch
|
alkenes
|
1650–1580
(m)
|
N–H
bend
|
primary
amines
|
1600–1585
(m)
|
C–C
stretch (in–ring)
|
aromatics
|
1550–1475
(s)
|
N–O
asymmetric stretch
|
nitro
compounds
|
1500–1400
(m)
|
C–C
stretch (in–ring)
|
aromatics
|
1470–1450
(m)
|
C–H
bend
|
alkanes
|
1370–1350
(m)
|
C–H
rock
|
alkanes
|
1360–1290
(m)
|
N–O
symmetric stretch
|
nitro
compounds
|
1335–1250
(s)
|
C–N
stretch
|
aromatic
amines
|
1320–1000
(s)
|
C–O
stretch
|
alkohols,
carboxylic acids, esters, ethers
|
1300–1150
(m)
|
C–H
wag (–CH2X)
|
alkyl
halides
|
1300–1150
(m)
|
C–H
wag (–CH2X)
|
alkyl
halides
|
1250–1020
(m)
|
C–N
stretch
|
aliphatic
amines
|
1000–650
(s)
|
=C–H
bend
|
alkenes
|
950–910
(m)
|
O–H
bend
|
carboxylic
acids
|
910–665
(s, b)
|
N–H
wag
|
primary,
secondary amines
|
900–675
(s)
|
C–H
"oop"
|
aromatics
|
850–550
(m)
|
C–Cl
stretch
|
alkyl
halides
|
725–720
(m)
|
C–H
rock
|
alkanes
|
700–610
(b, s)
|
–C(triple
bond)C–H: C–H bend
|
alkynes
|
690–515
(m)
|
C–Br
stretch
|
alkyl
halides
|
Sekilas
mengenai plastik, The society of plastic
industries telah mengeluarkan sistem kode untuk standar plastik. Kode ini
berbentuk segitiga dan biasanya terdapat di bagian bawah kemasan plastik. Ada 7
buah kelompok pengenal macam tipe plastik.
Plastik yang digunakan untuk percobaan kali ini
sendiri kemungkinan berada pada tipe
ke 3.
C. Alat
dan Bahan
Alat
|
Bahan
|
||
Guting
Interferometer FTIR shimadzu 8400
Labu Erlenmeyer 50mL
Gelas kimia
Magnetic stirrer n hotplate
Botol Semprot
Pipet tetes
|
1 buah
1 set
1 buah
1 buah
1 set
1 buah
3 buah
|
Sampel plastik pembungkus makanan
Etanol
|
Secukupnya
10ml
|
D.
Prosedur
Kerja
1.
Penyiapan sampel
plastik
Plastik
digunting menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk yang tidak diberi perlakuan
(pemanasan), dan bagian kedua yang diberi perlakuan (pemanasan). Masing msing
bagian dipotong dengan ukuran 3 X 3 cm.
2.
Analisis sampel plastik
bagian pertama
Sampel plastik bagian
pertama, dimasukkan
ke dalam gelas kimia yang berisi etanol sebagai pelarut. Setelah itu
dikeringkan. Plastik yang telah kering, diletakkan di alat FTIR untuk pengujian
terhadap sampel. Pengujian dilakukan beberapa
kali dengan menggunakan komputerisasi
yang menghasilkan grafik dikomputer. Kemudian
pengujian dilakukan lagi sehingga dihasilkan 2 hasil grafik. Hasil grafik
tersebut digabungkan menjadi satu. Grafik tersebut kemudian diprint.
3.
Analisis sampel plastik bagian kedua
Sampel plastik bagian
kedua dimasukkan kedalam labu Erlenmeyer
ukuran 50mL yang berisi etanol 10 mL
sebagai pelarut. Kemudian labu tersebut diletakkan
diatas magnetic stirrer yang dilengkapi hot plate. Kemudian labu tersebut
dipanaskan sambil diaduk secara rata selama 2 jam. Pada hotplate diatur suhu
hingga suhu 50°C. Setelah dipanaskan, sampel
dikeringkan dengan cara dikibas-kibas hingga plastic benar-benar kering. Setelah itu
dimasukkan sampel ke
alat FTIR. Dilakukan pengujian beberapa kali.
Dihasilkan hasil berupa grafik di komputer.
Kemudian pengujian dilakukan lagi sehingga dihasilkan 2 hasil grafik. Hasil
grafik tersebut digabungkan menjadi satu. Grafik tersebut kemudian diprint.
4.
Cara Menghidupkan Alat FTIR
Di
ON-kan sumber arus listrik. Lalu di ON-kan alat inferometer / infrared dan
ON-kan pula alat komputer dan tunggu.
5.
Cara Pengukuran Sampel
Pertama
klik menu Shortcut pada desktop. Kedua, klik OK. Ketiga, pada menu klik FTIR 8000.
Keempat, untuk pengukuran Background
isi dengan nama file. Kelima, klik BKG start untuk memulai. Keenam, ditempatkan
cuplikan, lakukan langkah ketiga dan keempat untuk pengukuran sampel data isi file. Lalu Klik sampel,
start untuk memulai. Untuk memunculkan harga bilangan gelombang, klik pada menu
kemudian klik peak table, lalu klik OK.
6. Cara
Mematikan Alat FTIR
Di OFF-kan alat komputer.
Lalu OFF-kan alat infrared / inferometer. Yang terakhir off-kan sumber
arus listrik.
E. Analisis Data
FTIR merupakan suatu
instrumen analisis untuk mengidentifikasi zat adiktif yang terdapat pada sampel
plastik kemasan melalui hasil spektranya yang menunjukan gugus fungsi dari zat
aditif tersebut. Dalam praktikum ini, sampel yang digunakan adalah plastik cap
tupai yang biasa unutk membungkus gorengan.
Untuk mengetahui zat aditif yang terkandung dalam plastik tersebut. Salah
satunya dengan melarutkan plastik tersebut menggunakan pelarut etanol. Kemudian
membandingkan hasil spektranya dengan spektra plastik tanpa perlakuan.
Berdasarkan data hasil
spektrum plastik cap tupai tanpa penambahan pelarut dan tanpa pemanasan, dapat
dibaca gugus-gugus fungsi sebagai berikut:
Bilangan Gelombang
|
Gugus Fungsi
|
2914,2 cm-1
|
C-H strech alkana
|
1460 cm-1
|
C-H bend alkana
|
1377,1-1359,7 cm-1
|
C-H rock alkana
|
1166,9 cm-1
|
C-H
|
997,1-974 cm-1
|
C-H bend alkena
|
840,9 cm-1
|
C-Cl strech alkil halida
|
Setelah diberi perlakuan
yaitu ditambah pelarut dan diberikan pemanasan, ternyata tidak ada perubahan
spektra gugus fungsi zat pada plastik tersebut. Tidak adanya perubahan spektra
bukan berarti tidak ada zat aditif pada sampel plastik tersebut. Faktor-faktor
yang menyebabkan tidak adanya perubahan spektra adalah:
1.
Kurang pemanasan
Titik didih etanol berada paa 780 C, sedangkan
pemanasan dilakukan pada suhu 700 C. Sehingga zat aditif tersebut
belum terlarut dalam pelarut etanol dan spektranya tidak ada perubahan.
2.
Zat aditif yang terkandung
pada plastik belum tentu larut dalam pelarut etanol
F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil
percobaan plastik cap tupai tidak memiliki perbedaan spektra sebelum dan
setelah perlakuan, namun bukan berarti tidak memiliki zat aditif
G. Daftar Pustaka
Hendayana, Sumar. (1994). Kimia Analitik Instrumen. Semarang: IKIP Semarang Press.
Mudzakir, Ahmad dkk. (2008). Praktikum Kimia Anorganik (KI 425). Bandung : Jurusan Pendidikan
Kimia, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Tim
kimia analitik instrumen.(2011).Penuntun Praktikum Kimia Analitik Instrumen
(K1-431).Bandung:Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI




cara membedakan puncak gugus C-Cl dengan CH pada daerah 600-1000 cm-1 gmana ya?
gk ada spektrumnya ?