Jumat, 18 Mei 2012

3 Tahun Bersama HaeMKa

,
 “Jurusan apa?” tanya laki-laki berjas biru muda itu. “Kimia” jawab aku, Rudina, Elsa. “KIMIAAAAAAA” teriak laki-laki tadi. Wah, mau diapakan kami? Tiba-tiba ada yang berjas biru muda lagi menghampiri dan kita disuruh untuk mengikutinya. Temannya yang lain berjaket biru dongker dengan ada lambang biru kuning di saku kiri atasnya. “Tunggu ya” ucap laki-laki yang sampai sekarang aku lupa wajahnya. Hhe. “Kesini sama orang tua? Kalau iya, bilang dulu, mau ada pengenalan jurusan dulu” ucap laki-laki berjaket biru dongker. Jujur, saat itu pikiran aneh-aneh bermain di otakku. Mau dibawa kemana kita? Ditambah lagi, tadi ketika ada di BAAK bapak-bapak membagikan selembaran tentang MOS yang akan kami jalani, yang intinya bebas dari OSPEK yang biasa diadakan mahasiswa. Rasa takut menyelimuti. Ditambah isu-isu kekerasan yang dilakukan terhadap mahasiswa baru beredar di TV manapun. Huaaaaa... takuuuuut.
Akhirnya datang perempuan berkerudung berbadan kecil memakai jaket biru dongker juga. Ini seragam apaan sih?? Begitulah kira-kira pertanyaan kesekian yang terlintas di kepala ketika melihat dua orang memakai jaket yang sama. Ketika perjalanan menuju tempat yang aku belum tau kemana, teteh tadi mengenalkan diri juga menanyakan nama kami, dia menjelaskan apa yang akan dilakukan sesampainya disana. Dan akhirnya sampai juga di taman yang begitu luas, dipenuhi tenda-tenda serta bendera-bendera yang dipajang, dan yang pasti banyak orang yang lalu lalang.
Registrasi Anggota Muda, aku eja bacaan yang tersusun dari karton yang ditempel di kain 1,5x1,5 meter. Dimulai dari aku mengisi formulir, mengisi data diri, lalu satu persatu kami (aku, Rudina, Elsa) terpisah untuk wawancara. Aku diwawancarai oleh perempuan berwajah putih dan berkacamata, yang akhirnya aku tahu, ia bernama teh Karlina, disebelahnya ada juga temannya, yang juga menanyakan namaku, teh Resti, dan dia adalah kakak tingkat pertama yang inget wajah juga nama aku. Senang juga dikenal oleh kakak tingkat mesti satu orang. Hhaha. Adegan selanjutnya aku diwawancarai dengan teman yang lainnya tentang fungsi mahasiswa, prestasi ketika di SMA, dan lain-lain deh. Lupa. Dan akhirnya sampai ke penugasan, harus menulis di buku 58 lembar bersampul merah dan pakai plastiknya juga. Tulisan yang harus kita tulis terpajang di pohon. Isinya tentang AD ART, lambang, nyanyian, sejarah, kolom-kolom perkenalan. Banyak ternyata. Waduh. Posisinya tidak mengenakan, pegeeeel. T.T
Dan beberapa hari aku jalani ritual seperti ini, datang, nulis tugas, cari kenalan, minta tanda tangan, pulang. Untuk kakak tingkat, ada adegan diceramahin dahulu, maksudnya kenalannya tidak sebatas “eh, minta tanda tangan donk, makasih ya”. Dan, sempat terpikir, kalau kimia tidak ada mahasiswanya, jadi hanya mahasiswi semua, karena semenjak diajak ke taman itu sampai 2 hari sebelum penutupan RAM, ga lihat tuh, mahasiswa. Mungkin lihat, tapi waktu itu dikira mahasiswa jurusan lain. Hehe. Saat perkenalan, kan dikenalkan DPM, BEM, Ketua BEM, dan seperangkatnya, jujur, penting yah, mengetahui itu semua? Tidak akan muncul soal itu diujian ini. Hehe. Tapiiiii... kesan baik muncul ketika penutupan Registrasi Anggota Muda. Pokoknya, ada sesuatu yang membuat aku penasaran dengan wadah anak-anak kimia ini.
Beberapa hari setelah dimulai perkuliahan, baru kerasa, fungsi si buku merah ini, terutama dalam hal no kontak. Hehe, memang sesuatu yang dibuat itu tidak ada yang sia-sia. Berlanjut ke  pembukaan masa bimbingan atau Mabim. Seeeeeeruuuuuuu!! Pematerinya sesuatu banget. Hehe. Nah, ada adegan salah seorang dari kami (angkatan 2009) menanyakan untuk apa kami cape-cape nulis buku merah (buku informasi), dicorat-coret ketika ada yang salah. Huruf kapitalnya pun sampai diperiksa. Detail deh. Memangnya beneran diperiksa? Dinilai? Kurang lebih seperti itu pertanyaan temen satu angkatanku itu. Setelah mendengar pertanyaan itu, panitia memunculkan hasil penilaian buku merah itu. Waaah.. disana hanya ada sekitar 80an nama, diurutkan berdasarkan nilai tertinggi, dan aku? Sekilas namaku diurutan ke 30an. Hehe kalau tidak salah lihat itu juga. Wah, saking tidak ada kerjaannya ya? Sampai ada waktu untuk meriksa buku itu. Coba buka lagi buku merahnya, terutama yang tentang kolom kontak, banyak nama, dan data serta tanda-tangan temen-temen kamu kan? tapi apa masih inget, bagaimana bisa mendapat tanda-tangan itu?
Lanjut ke mabim, akhirnya kami dikelompokan. Dan dapat lagilah teman baru yang sebelumnya belum kenal. Dan ternyata, mentor kami, teh Karlina. Hoho. Kalau tidak salah, kelompokku terdiri dari Yuyun, Farhan, Siska, Nur Esa, Eka,  dan lupa lagi. Hehe. Teringat ketika pembuatan hasil karya yang berasal dari plastik, kami membuat wadah, yang sebenernya tidak begitu ‘wah’ fungsinya, tapi terdengar ‘wah’ ketika Yuyun mempresentasikan tentang karya kami ditambah philosofi yang menurut aku, terlalu lebay. Hehe
Banyak kegiatan yang diadakan oleh himpunan ini. Dan pesertanya selalu banyak, meski didominasi oleh angkatan 2009. Kakak tingkat selalu datang ke kelas, memberi pengumuman tentang apapun jika ada acara di himpunan. Dan aku selalu mengikutinya termasuk launcing perdana keputrian yang waktu itu, hanya dihadiri 5 orang dari angkatan 2009. Naas. Sempat terpikir, apapun acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi pelaksananya (baca: panitia). Terus yang selalu tradisi, yang kadang membuat teman-teman perempuan teriak melihatnya, adalah adegan salaman dilanjut sun pipi kanan dan kiri antara pemateri (pematerinya laki-laki ya) dengan ketua pelaksana (ketua pelaksananya juga laki-laki biasanya) kadang dengan Ketua BEMnya itu. Adegan itu serasa menggelikan, menurutku. Dan jika ada acara apapun, peran laki-laki lebih banyak terlihat, maksudnya, lebih sering ada didepan, entah jadi ketua pelaksana, MC, moderator, pembaca tilawah, dan lain-lain dan orangnya tidak itu itu saja.
Dilanjut ke tahap berikutnya, LKM, Latihan Kepemimpian Mahasiswa. Deg-degan ketika diumumkan siapa yang lulus untuk ke tahap LKM, dan yey! LULUS.(baca juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) )
PAB, hoho, Pelantikan Anggota Biasa. Alhamdulillah, jadi anggota Biasa juga. Dari sana, aku penuhi rasa penasaranku pada wadah ini dengan coba-coba jadi pengurus. Diulangi lagi, coba-coba. Hanya coba-coba. Dan ternyata, coba-coba ini menuntut aku untuk serius di kepengurusan ini. T.T (makanya, buat pengalaman ko, coba-coba------> intinya harus punya niat yang baik dan benar)
Selesai sudah 6 bulan pertama menjadi warga yang dilayani, bulan-bulan berikutnya menjadi ‘warga’ (baca: pengurus) yang melayani warga lainya, ceritanya memenuhi janji kalimat “apapun acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi pelaksananya (baca: panitia)”. Spiritual Motivation Training (baca juga The First ), Chemistry Award, Gebyar HMK (baca juga Gebyar HMK terGebyar ), Pengabdian Pada Masyarakat, Pekan Ramadhan Kimia, rangkaian pengaderan, Seminar entreupreuner (tahun 2010), Training KSI, EXPO KIMIA, wisudaan berbagai gelombang, keputrian, dan acara rutinan yang seabreg lainnya aku jalani sebagai panitia, maupun hanya sebagai pengontrol selama 2 tahun terakhir ini.
18 Mei 1958, Himpunan ini muncul dengan tujuan menghimpun segala pikiran dan cita-cita mahasiswa dalam menyelesaikan program akademik sehingga terjalin pengertian kerjasama atara jurusan kimia dan para mahasiswanya. Gagasan untuk membentuk HMK ini tidak mempunyai modal apa-apa yang ada hanyalah cita-cita luhur serta semangat yang menggelora yang menghendaki adanya keserasian antara aktivitas organisasi dan aktivitas menyelesaikan studi (buka-buka lagi buku merah). Apalagi sekarang, udah ada modal dana, harusnya lebih menggelora lagi, betul? hehe
            Kini, kembali menjadi warga yang dilayani. Hehe. Kangen dengan adegan orang-orang datang ke kelas memberi pengumuman tentang “ada acara lho di HMK”, kangen melihat adegan yang bikin teriak se RT –sekarang jarang melihat lagi, hanya sebatas salaman saja-, kangen melihat kader-kader pemberani, kangen melihat spanduk yang hanya terbuat dari karton dan kain -irit- ^o^ , kangen deh semua!!! Boleh berubah, dari yang tidak baik, menuju kearah yang baik. Tapi untuk hal yang baik, kenapa harus menghilang? Ayo pertahankan dan harusnya tingkatkan! Ada beberapa tulisan yang ditulis teman sekelas (minjem dulu ya, tulisannya), semoga menjadi katalis untuk HMK menjadi Himpunan yang lebih solid, dan baik ke depannya! Dan semoga, makin tua, makin mateng (lho?). Hehe...  Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Allahhuakbar! (dan jarang lagi mendengar kalimat ini. Hehe)





















Kamis, 17 Mei 2012

si Putri Multitalenta

,
“Boleh minjem pulpennya?” tanya perempuan disebelahku. Dia berwajah kecil juga berbadan kurus (lebih kurus dari aku), berambut pendek dan sedikit ikal. Penampilannya yang sederhana juga sopan.  “Oh, ini” kataku, sambil memberikan pulpen kepadanya.
Owh, ternyata dia juga mahasiswa baru jurusan kimia juga. Baguslah, setidaknya ada temen bicara. “Kenalkan, Elsa Diana Putri”, “Oh, Santi”. Kurang lebih seperti itulah perkenalan pertama dengan perempuan itu.
Yups. Elsa Diana Putri, teman pertama yang aku temui semenjak syah menjadi mahasiswa baru jurusan kimia. Ada teman satu lagi, Rudina. Kami (aku dan Elsa) bertemu dengan Dina ketika mengumpulkan berkas formulir Mahasiswa dan sejenisnya ke pihak yang mengurusi di BAAK. Akhirnya semenjak itu sampai beberapa jam kemudian, kami selalu bertiga. Dimulai dari pemotretan KTM, keluar BAAK, sampai kaget ketika kakak tingkat teriak “KIMIAA!!!” pun bersamaan. Ya, saat itu kami dibawa ke taman setelah keluar dari BAAK (meskipun ada adegan nunggu yang nganter datang, karena yang nganter harus perempuan lagi). Meskipun di taman itu aku bertemu dengan temen-temen yang lain yang sudah terlebih dahulu daftar ulang dan ke taman itu, tetap saja, jika ada apa-apa, menggantungkan ke Elsa atau Rudina. Dari sana lah, muncul panggilan ***** (buat anak Kimia dan sekitarnya, pasti tahulah, panggilannya apa) yang dibuat khusus oleh Elsa. Alasannya, agar tidak panjang, jadi digabung saja. -__________-
Yeah, pembuat nama panggilanku itu yang asalnya berlaku untuk dia seorang, menyebar menjadi teman kelompok belajar, kelas, pengurus himpunan, angkatan, sampai kakak tingkat yang beda angkatan. Luar biazaaaaaaaa!! Membayangkan, ketika aku nikah dan di surat undangannya menikah Santi Nur Aisyah S.Pd (*****)---> ditambah nama panggilan, dengan tujuan agar temen kampus ‘ngeh’ Santi yang mana. Hadeuuuuh. Parah parah merusak keindahan kartu undangan!! >___<
Lanjut. Elsa dan aku selain sekelas bersama, juga ikut kepengurusan yang sama di departemen yang sama pula, departemen Keuangan. Selain itu, kami juga sering ikut kepanitian di acara departemen yang lain. Makin seringlah intensitas kami untuk bertemu. Beda pendapat? Sering. Sehati? Bisa dihitung jari lah. Hehe. Mungkin karena waktu itu aku lebih cuek, jadi aku jarang kena semprot (dibanding dengan temen yang lain) kalau Elsa lagi marah. Hehe
Elsa, perempuan yang begitu lincah. Lincah dalam hal apapun. Dalam hal mengerjakan tugas, aku salut deh. Dia sifatnya selalu dadakan kalau membuat tugas, tapi selalu selesai tepat waktunya. Entah pakai jurus apa. Dia lincah dalam bertindak, tipe pemimpin yang keren menurut aku, apalagi ketika menjadi ketua pelaksana Seminar Entreupreuner, keren banget deh. Dia begitu ahli dalam mengelola, baik mengelola benda mati, atau hidup. Salah satunya mengelola uang, yang dari SMA ini menjadi bendahara, tidak diragukan lagi deh dalam hal keuangan, malah sekarang dia bisa bangun bisnis bimbingan belajar privat yang keuntunganya, bisa membuat dia sebagai mahasiswi mandiri.(segala bayar pakai uang sendiri. Hehe) saluuuuuuuut.
 Menteri Pariwisata, gelar yang pas untuk dia sandang, karena untuk hal jalan-jalan atau apapun yang sifatnya butuh pengelola, dia selalu mengelola dengan baik. Aku sempat terpikir, mungkinkah faktor dari SMA, dia bisa vokal seperti ini? Ternyata, menurut teman SMAnya, dia memang pada dasarnya periang, pandai bicara, pintar meloby lebih tepatnya, tidak heran kalau dia sangat komunikatif jika jadi MC atau Moderator dalam presentasi. Cara penyampaian info ke orang, menurutku sudah baik, jelas, dan sekali lagi, komunikatif.
Sifat anak kecilnya, mungkin disebabkan dia anak bungsu. Namun, tahun demi tahun aku lewati bersama dengannya, sifatnya itu sedikit demi sedikit berkurang, mungkin saja dalam masa jadi mahasiswa, dia menemukan pembelajaran secara tidak langsung yang menuntut dia dewasa. Perubahan yang bagus. Lanjutkan!
Banyak cerita-cerita seru dalam tiga tahun ini aku lewat dengannya, ada sedih, senang, marah, gelisah, iri, pokonya semua adaaa dan yang pasti tidak cukup waktu untuk menuliskan semua (ngetiknya cape nih -___-). Yang pasti kenangan itu selalu disimpan dalam hati, tidak hanya hal buruknya saja yang selalu disimpan sampai keluar dendam kesumat (beuh,, nulis apaaa aku ini...) namun, hal baik yang pernah Elsa dan aku lakukan, pasti akan kusimpan, kapan lagi punya teman macam  Elsa, selain di kampus ini, sosok makhluk yang disamping kekurangannya menyimpan kelebihan yang sangat luar biasa sekali (hoho menggunakan kata yang tidak efektif). Bener-bener temanku yang multitalenta deh!
Terakhir, aku paling senang ketika dia pakai jilbab, meski memakainya saat musim PAI atau SPAI. Terlihat lebih berisi dan cantik, dan emang pada dasarnya dia cantik, foto genik juga. Terharu ketika suatu hari dia berbicara tentang keinginan yang terbesit untuk memakai kerudung, disana aku bagaikan kakak yang memberi nasihat pada adiknya, meski kenyataannya dia lahir duluan. 17 Mei, Allah telah memunculkan temanku ini. Harapanku, semakin umurnya bertambah, juga menambah kedewasaan dia, sedikit- demi sedikit ia penuhi sebagai muslimah untuk menutupi auratnya. Semangat cha p(^o^)q



Rabu, 16 Mei 2012

Kakak Beradik Pemakan Bensin

,
Kamu orang Bandung Timur? Atau sering ke arah Bandung Timur? Tahu perempatan Pahlawan dan Cikutra?
Yups, dua perempatan ini akan kamu lalui jika menuju atau meninggalkan Bandung Timur. Ada apa dengan kedua perempatan itu?
Berawal semenjak aku duduk di bangku SMA, kebetulan SMA ku berada di jalan Yudhawastu Pramuka yang pastinya selalu melewati kedua perempatan itu (Dan sampai sekarang pun, aku selalu melewati perempatan kakak beradik itu). Pak polisi selalu mejeng di kedua perempatan itu, sampai pernah waktu aku mau les bersama teman, kena tilang karena kata Pak polisi kami nerobos lampu merah (fakta: lampu merah baru nyala ketika kami ada ditengah2 lhooo). Tidak  jarang aku terlambat karena kedua perempatan itu. Lho? Ko bisa?
Jadi begini ceritanya... perempatan (yang aku tahu ya) yang paling sering mati lampu merah kuning hijaunya, ya kedua perempatan itu. Efeknya itu, jalanan jadi macet karena namanya perempatan, otomatis ada 4 jalan dengan satu jalannya ada dua jalur, nah tidak tertib deh, kendaraan berseliweran kemana-mana.
Untuk perempatan Cikutra, aku sebut adenya ya, kalau penyakitnya kambuh lagi (baca: mati lampu merah kuning hijaunya) tidak begitu parah sih efeknya. Karena orang-orang rata-rata tujuannya ke arah Pahlawan atau Cicaheum, jarang ke arah Cicadas via Cikutra atau Cikutra atas, paling angkot pink yang memang jalurnya. Tapi efeknya bisa ngetem atau pending sekitar 3-5 menitan laaaah dengan jurus nyelip sana sini (motor aku kan langsing. Haha)
Naaaaaaah. Kalau kakaknya, perempatan Pahlawan, aduuuuuuuuuuuh... butuh kesabaran ekstra deh!! Apalagi kalau matinya pagi, haha, semua orang pakai nafsu semua deh (udah telat mungkin) klakson sana-sini, satu jalan didominan satu arah, gimana tidak tambah macet coba, jadi arah yang berlawanan tidak bisa lewat. Tidak hanya pagi, mau siang, malam, hujan, panas, semua cuaca pernah merasakan ketika lampu merah kuning hijau itu mati.
Tapiiiiii... untuk malam ini, lampu tidak mati, tapi hidup terus. Jadi lampu hijau untuk ke arah Cicaheum dan Gasibu hijau terus, sedangkan menuju ke tugu Pahlawan atau Sadang Serang dan Katamso, merah terus. Alhasil, macet lagi- macet lagi. Ditambah faktor malam menuju weekend panjang juga kali ya, jadi mendadak banyak kendaraan yang mengurangi ruang gerak untuk nyelip sana sini. Yo’i. Perjalanan pulang malam ini dari kampus, laaaaaaaaama banget. Biasanya paling lama 45 menit. Lha sekarang? Makan waktu sejam! Makan bensin pula. Hadeuuh...
Para pelayan masyarakat, hal kecil seperti ini juga, diperhatikan donk...>.<

Senin, 14 Mei 2012

Buku Tahunan !!! ^o^

,



cover depan nih

Kali ini, aku mau bedah buku tahunan nih. hehe. sepertinya seru untuk dibedah, karenaaaaa... pembuatan buku tahunan ini penuh dengan cerita. Hehe
Berawal dari kocokan pemilihan film. film apa yang akan dijadikan tema masing- masing kelas. dan ternyata.... AAAAPAA??? Pertualangan Sherina?? film anak-anak?? haduh... ga banget aaahhh....
Begitulah  kira-kira kalimat yang diucapkan ketika tahu kelas kami, kelas IPA 2 mendapat tema Pertualangan Sherina, Film laris pada masanya.
Mau ga mau harus mau. hehe. akhirnya sampai permusyawaratan tentang pembagian peran masing-masing anak. Karena ini pemotretan untuk buku tahunan, otomatis, semua harus ikut serta difoto ,32 orang. Dan harus dapat peran, meski jadi tukang kebun sekalipun. yups. itu peranku.. sebagai figuran. haha. Tapi figuran yang lucu pastinya :D, selain itu jadi temennya sherina juga, waktu adegan di sekolah. Itu lhoo saat ada adegan nyanyi "dia pikiiiiiir, dia paling hebat..."
Nah, kami diskusi deh.. tentang kostumnya juga. Kami berusaha memakai kostum semirip mungkin dengan film aslinya.  Contohnya yang adegan nari- nari sama temen di Jakarta, kan pakai warna biru tuh, batik gitu deh. Nyari tuh.. kesana kemari yang batiknya mirip. Sampai yang ga punya roknya, harus beli dulu. Terus, kostum sekolah setelah di Bandung, akhirnya diputuskan yang peranin itu genk onta, maksudnya yang berkerudung semua, biar seragam. Nah, seragamnya sampai minjem ke seragam sekolah kristen, SD ga tau SMP ya? Pokoknya saat kami pakai, masih cukup. Haha. Begitu mungilkah kami? Atau mereka yang terlalu besar badannya? Hehe. Tapi yang kami pinjam hanya rompinya, karena kebetulan warna seragamnya seperti seragam abu-abu SMA, jadi kebawahannya pakai rok SMA deh. Begitu seterusnya, termasuk kostum penjahat, orang tua shadam, ortu sherina, sherina, shadam, dan Natasya, itu lhoo temennya Kertarajasa. Hehe.
Selain itu, kami juga berusaha cari tempat yang semirip-miripnya. Kebetulan film Sherina ini syutingnya di Bandung, jadi mudah bagi kami, seperti SD, kami pemotretan asli di SD yang dulunya tempat syuting lhoo.. terus, Bosca, kami benar-benar kesana, tapi ga bisa masuk, jadi maennya diluar saja, terus kebun tehnya, saat adegan Sherina dan Shadam berpetualang mau ke Bosha dari rumahnya Shadam. Widih, hapal banget nih. Hehe ya iyalah, filmnya selalu diputar di TV.. haha yang tidak ditempat aslinya saat adegan perpisahan sama teman-teman Jakarta, kami ga mungkin lah, pergi kesana.  Dan pemotretan ini berlangsung hanya sehari saja, untuk 3 tempat. Hoho. Wajah udah kucel dan kumel, tetep aja bersemangat foto.
Mulai pemotretan bulan April atau Mei, atau Juni ya? tahun 2009 pastinya. Berangkat dari SMA 14 sekitar jam 9 atau 10an nunggu fotographernya,, ngaret!. Rombongan 2 atau 3 mobil ya? Lupa. Tapi kalau ga salah ada yang pakai motor juga. Dan perjalanan lumayan macet. Tujuan pertama, ke bosca dulu kawan...disini aku ga kebagian foto.. nah, disini samapi dzuhur, terus cari masjid deh buat sholat. Lanjut ke lembang, kebun teh. Sejuuuuuk.. sambil makan siang gitu deh.. disini sesi pemotretan aku, sebagai petani teh, pakai kebaya gituuu deh tapi atasnya aja. Asalnya mau pake topi-topian atau tas keranjang, tapi ga nemu. Disini agak lama. Foto-fotoan. Pada narsis semua deh. Saatnya pulang ke Bandung!! Tujuan selanjutnya ke jalan sekitar stadion siliwangi disini adegan yang temen dari jarta itu lhoo.. tapi settingannya bener-bener ga kelihatan kalau ini di Bandung! Hebat, hehe. Terus, ke SD deh. Depan Stadion Siliwangi. Ternyata anak-anak udah survey tempat, jadi saat kesini, ga usah minta izin lagi, da udah diizinin. Ganti kostum anak SD deh.. muka dah kuceeeeeeeel. Nah pemotretan ada dikelas, ada juga di lapang.
Ternyata jadi model itu cape ya.. padahal cuma modal bergaya doank. Hehe. Dan para fotographernya (kurang lebih ada 3 orang. Lupa), dari tadi, baik saat di Bosca, kebun teh, bahkan di SD, mereka ikut foto juga, hadeh narsis juga ternyata. Dan denger-denger sih, kata temen, fotographer bilang, selama motret anak-anak dari kelas IPA 1 samapai IPS 4, pemotretan yang seru itu itu ya saat pemotretan IPA 2. Hehe. Banyak jalan-jalannya sih.. hehe. Akhirnya sampai rumah jam 8an, dianter Jul (kasian Jul, kaya sopir aja dia, nganter anak-anak kesana kemari, tapi fotonya Cuma satu adegan, ga jelas lagi, mukanya. Heehe). Tengkyuuuu :D

halaman 2. keren nih yang ngedit :D




halaman 3. daftar adegan ceritanya


halaman 4. adegan di sekolah gituuu deh.. yang sebelah kiri, ceritanya temen-temen dari Jakarta, kalau kanan, udah di Bandung

adegan ngelihat sherina yang debat ama shadam . haha. aduuuuh mukanya disetting so imut gituuu deh.. muka anak SD yang polos gimanaaa gitu.. :D . -----> reality: tenaga sisa,dan  muka kecel.hehe

halaman 5. adegan nari dan nyanyi. mendadak jadi girlband gitu deh. haha

pegeeel. karna, ini difotonya bukan kita gerak-gerak turus difoto, tapi emang disetting "ayo tangannya keatas, tahan ya.." cekrek cekrek. dan itu lama pemirsa

halaman 6. ini adagan maen-maen di kebun teh, terus ditambah penculikan dan kedatangan Natasya gitu deh..

hoho, petani gaul nih, kebayanya aja bagus. haha.bisa jadi juragan teh kalao gini caranya. hehe

halaman 7. endingnya ceritanya. hehe. keren keren yaaaa actingnyaa

halaman 8. spesial behind the scenes

masih di sekolah, depan SMAN 14



SD. duuuh disuruh foto tegap gitu deh..gabung ama genk temen-temen Jakarta





at, kebun teh Lembaaaaang!!

depan Bosca



halaman 9, penutup. sherina ama shadamnya ganti-ganti haha








Jumat, 11 Mei 2012

Belajar/Mengajar Ala Dragon Zakura dan God Of Study

,
Masih ngomongin film Dragon Zakura ama God of Study nih.. (lihat juga Dragon Zakura Vs God Of Study )

Tapi sekarang ngebahas tips dan trik belajar maupun mengajar dari film ini yang Insya Allah membantu.

pingpong, gayanya juga kaya yang mau pingpong




1.      PingPong.
Di film ini, teknik pingpong ini dikhususkan untuk mata pelajaran matematika atau hitungan. Caranya, sama seperti main pingpong juga gayanya (jadi ada gerakannya), ada yang memukul bola ada yang menerima. Nah bolanya adalah pertanyaan. Setelah belajar mata kuliah PPK nih, ternyata teknik pingpong memang ada. Ini salah satu teknik bertanya. Teknik ini tidak hanya untuk hitungan saja lhoo.. untuk mata pelajaran yang sifatnya jawabannya relatif juga bisa. Jadi guru bertanya ke siswa A, kan dijawab tuh, terus tanya balik lagi ke siswa A tapi masih berhubungan dengan jawaban yang diberikan siswa A tadi. Begitu seterusnya.


answer method




2.      Metode jawaban
Nah ini cocok untuk soal-soal yang memakai rumus, seperti Matematika, Kimia, Fisika. Jadi ada dua lembar kertas, kertas pertama berisi soal-soal, kertas kedua, berisi jawabannya (cara pengerjaannya juga). Caranya, tutup dulu lembar jawaban. Kemudian baca soalnya kira-kira 3 menit, pahami soalnya, beri jawaban sementara dalam hati aja. Setelah itu, lihat lembar jawaban, dan pahami dalam-dalam cara penyelesaiannya. Lalu buka lagi lembar soal-soal, coba jawab deh sendiri dikertas terpisah. Sebenernya jadi menuntut untuk hafal sih, hafal cara pekerjaannya. Tapi saat tadi melihat lembar jawaban, bisa dimaksimalin untuk berfikir bagaimana ini bisa begini.





3.      Kartu
Di film ini menggunakan kartu remi yang masing-masing kartu punya nilai dan kalau dijumlahkan semua bernilai 364.
Untuk A= 1, J= 11 , Q= 12, K=13 . nah ini berguna untuk melatih cara berhitung kamu dengan waktu cepat juga bagus untuk membuat otak berfikir. Bagusnya ada rivalnya. Jadi terdiri dari 2 orang, masing-masing diberi kartu remi deh. Terus, masing-masing mengeluarkan kartu, misal keluarnya J keriting, berarti itu dihitung 11, terus keluarkan lagi kartu dan yang keluar A tempe, itu nilainya 1 dan ditambah yang sebelumnya menjadi 12, begitu seterusnya. Siapa yang duluan menghitung kartu, pemenangnya deh.





4.      Sing and Dance
Di film ini dikhususkan untuk mempelajari dan menghafal gramer b. Inggris melalui nyanyian, tidak lupa juga diiringi gerakan. Karena gerakan itu bisa membuat lebih cepat hafal. Sebenernya bisa saja, mata pelajaran dicoba-coba pakai teknik ini, mungkin saja ampuh. Contoh cara menghafal alquran juga bisa dengan cara ini.





5.      Keraskan Suara
Nah, ini juga bisa dicoba dalam menghafalkan sesuatu tapi tidak pakai musik, cukup dikeraskan suaranya dan dibantu dengan gerakan badan. Jadi yang terdengar itu bacaan yang mau kamu hapalkan. Sambil jalan, sambil loncat, pokoknya bergerak deh. nah difilm ini, jadi tulisan yang mau dihafal ditempel di punggung temannya.





6.      Gunakan Gambar
Nah, ini khusus buat konsep-konsep yang abstrak. Di film ini mencontohkan tentang Fisika tentang gaya gesek gitu.. dan siswa hanya dikasih buku yang bergambarnya saja, penjelasannya dari guru. Untuk kimia juga cocok. Apalagi kalau yang pintar gambar, cocok tuh.





7.      Pohon Memori
Ini cocok untuk materi yang sifatnya beranak cucu, saling berhubungan. Dari umum ke khusus, yang punya kategorinya. Mau hitungan maupun non hitungan, bisa pakai cara ini.
Caranya, buat pohon yang terdiri dari batang dan akar. Untuk batang, analoginya dengan materi yang akan dibahas. Akar, yang monyokong materi itu. Tapi untuk akar bisa diisi atau tidak. Nah, jika materi ini ada jenis-jenisnya,,, cabang dari pohon ini diisi dengan jenis. Dan ranting adalah contohnya. Kalau anak cucunya banyak, bisa sampai daun atau buah. Pokonya ini cocok untuk yang ada hubungan satu sama lain. Contoh yang aku buat di mata kuliah Biokimia 2 tentang Bioteknologi:
Akar= ilmu-ilmu yang menyokong bioteknologi
Batang= bioteknologi
Cabang / ranting pohon= bidang-bidang bioteknologi
daun/buah= contoh dari bidang bidang itu






8.      Ada yang punya trik lagi?? hehe




saran kata God Of Study...:

  1.        review lagi bacaan kamu sampai kamu tidur.
  2.        istirahat dimalam ujian. tapi untuk SKS sih, ga berlaku, iya ga? hehe
  3.        kalau menghafal, jangan sambil mendengarkan musik, malah yang harus didengarkan itu suara kamu yang berisi bacaan kamu.
  4.        putus dulu deh, sama komputer, apalagi yang ada internet-nya. cukup gunakan internet buat cari bahan belajar kamu.
  5.        jangan belajar sambil tidur, ato nempel di bahan yang empuk-empuk seperti bantal, kasur, dll. karena rangsangan untuk tidur lebih kuat, so, belajar di kursi dan ada meja (untuk tipe latihan soal), atau sambil jalan-jalan untuk tipe hafalan.

Kamis, 10 Mei 2012

Dragon Zakura Vs God Of Study

,

Dragon Zakura
God Of Study

Ini dia film inspirasi buat kamu calon guruuuu...
Disini aku ga akan bicarain  sinopsis kedua film ini.. panjang woooy. Dan kalau kamu nanya ke mbah google, pasti berjejer link yang nyuguhin cerita tentang film ini. Bagaimana enggak, film ini memang film lamaaaa. Yang versi jepang sekitar tahun 2003, sedangkan yang korea tahun 2010. Jadul kaaaaan?? Tapi film ini spesial buat kamu yang baru terjun di dunia perfilman atau drama-dramaan korea maupun jepang.

Disini, aku cuma ingin ngasih rujukan dan opini aku tentang kedua film ini. Kedua film ini sih pada dasarnya sama. merujuk ke komik jepang yang berjudul Dragon Zakura. Nah, orang- orang Jepang bikin versi dramanya, dengan judul yang sama.(rata- rata kalau adopsi dari komik, suka pakai judul yang sama) sedangkan orang korea, diganti judulnya jadi God of Study, atau Master of Study.
 

di dalamnya ada trik- trik gimana cara mudah dan menyenangkan dalam belajar maupun mengajar. seruuuukan??? (lihat juga Belajar/Mengajar Ala Dragon Zakura dan God Of Study ) sama sih. tapi menurut aku mah, caranya lebih seru yang di God of Study, meski sebenernya sama aja sih, cuma dikemasnya ituuu lhooo.. dan sepertinya Korea banyak uang jadi tempatnya seger deh. hehe
ceritanya ini buat kelas 3 SMA yang mau lulus dan ngelanjutin ke perguruan tinggi yang favorit gitu deh.. kalau di Indonesia mungkin ITB, atau UI.
Nah perbedaannya terletak di..

1. Pemainnya berbeda.
di Dragon Zakura (DZ), artisnya itu ada 6 pelajar, sedangkan God of Study (GoS) ada 5 Pelajar.
Kepala Sekolah di DZ, ga begitu sering muncul, kalau di GoS sering muncul.
Guru-guru super di DZ sedikit, sedangkan di GoS banyak.
Pemain di GoS masih imut-imut. huaaaaa
aku suka beud deh ama Baek Hyun ama Chan Do.. sayangnya mereka brondong. hehe
kalau di DZ, yamasitaaaaaa!! huaaa.. eh maksudnya suka ama Yuusuke. hehe


2. Latar Keluarga Pelajar.
sebenernya ada yang sama, tapi ada yang beda juga. yang terlihat beda itu, kalau di DZ, Yajima Yuusuke (pemeran pertama siswa laki-laki) tinggalnya bersama ibunya,panggiannya nama aslinya aja we ya,ga usah bwa nama keluarga, Yuusuke. Kalau di GoS, Baek Hyun (pemeran pertama siswa laki-laki) tinggal bersama neneknya.
di DZ ada Ichiro, anak yang dibuang, ga dianggap, dan dihinakan karena adik kembarannya lebih pintar,-naas banget-
kalau di GoS, Bong Goo. Tapi ga punya adik, jadi dia anak kesayangan, orang tuanya taunya Bong Goo itu bodoh, tapi ga memasalahkan kebodohannya yang penting Bong Goo bisa bantu di restoran orang tuanya

dan masih banyak yang lain. haaha.. nonton aja kalau pengen puas

3. Percintaan
buat kamu kamu yang ga begitu suka adegan romantis, tapi ingin ngambil ilmunya, mending nonton Dragon Zakura aja.....soalnya di GoS ini terlalu banyak bumbu-bumbu cinta. Bahkan adegan kepala sekolah yang suka ama guru pengacara ini ada, kalau di DZ sih ga ada adegan gituan.
tapi persahabatan di GoS ini meski dibumbui cinta, terlihat lebih erat dibanding DZ.


4. Ending
sebenernya sama. tapi ada yang beda sih. hehe. Di DZ, Naomi ga lulus masuk universitas Todai, gara- gara ga ikut ujian, ibunya sakit. nah kalau di GoS, yang sakit itu malah neneknya Baek Hyun, dan Pulip yang ceritanya sama karakternya ama Naomi, lulus di Universitas Chun Ha. teruuus..kalau di DZ, yang jadinya kuliah di Universita Todai itu Yuusuke dan yang punya kembaran jenius, Ichiro. Kalau di GoS, yang masuk Chun Ha cuma Pulip Ama Bong Goo dan Baek Hyun sendiri ga jadi daftar ke Chun Ha, jadi daftar ke jurusan kedokteran gituuu deh.

5. soundtrack atau musik-musik yang mengiri dalam filmnyaaaa..
korea nomor satu deh, musiknya! CUCOK deh. lagunya lebih banyak yang Gos daripada DZ. dan karena pemain GoS ada yang penyanyi juga, jadi ada 1 lagu yang nyanyi dia, dan ini lagu yang aku suuuka.Tto-Leu-leu . Jiyeon 

juga lagu Because i'm Weary 
biasanya dua lagu itu muncul ketika adegan romantis, atau yang sedih-sedih. hehe

untuk foto-foto pemain DZ dan GoS, berhubung yang DZ susah dicari yang foto formalnya,, mungkin pemainnya ga narsis kali ya..haha jadi yang ada foto pemain GoS aja.. tapi ga rame kalau cuma ada satu pihak, jadi mending ga usah dipajang aja. hhehe

untuk latar, pasti bedaaaa... keadaan di Jepang dan Korea. Pokoknya ilmunya deh yang manfaat banget mah. hehe. wajib nonton ya, bagi yang belum nonton.
ini cuplikan film episode 1. dan aku foto yang samanya aja.. haha
untuk cuplikan episode-episode lain,, lain kali aja yaa... susah cari adegan yang  sama. banyak episodenyaaa.. DZ 11 episode, dan GoS 16 episode (GoS ini banyak cerita tambahan, jadi lebih lama. tapi lebih seru. hehe )
(foto atas, Dragon Zakura, foto bawah God Of Study)



adegan si Naomi (DZ) dan Pulip (GoS) nyobek-nyobek kertas ujian


coba baca teksnyaaa.. hehe. kurang lebih sama kan artinya ? nah ceritanya mereka itu dibayar buat ngebantuin si pengacara buat tampil didepan, dan ngomong gitu deh. gimana ga kaget cobaaa.. :D


keren banget lah. adegan setelah pelemparan bola basket ke pengacara, terus bolanya kembali ke yang pelempar. datang deh rombongan Yuusuke (DZ) dan rombongan Baek Hyun (GoS)


nah ini.. adegan si pengacara ngelempar bola basket ke ring dengan satu lemparan. :D perhatikan, bolanyaaa.. bisa terlihat?


Nah, buat kamu yang penasaran tentang perbedaan film ini lebih lanjut, bisa download aja di uyut youtobe okeee...hehe
 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates