Kamu orang Bandung Timur? Atau sering ke arah Bandung Timur?
Tahu perempatan Pahlawan dan Cikutra?
Yups, dua perempatan ini akan kamu lalui jika menuju atau
meninggalkan Bandung Timur. Ada apa dengan kedua perempatan itu?
Berawal semenjak aku duduk di bangku SMA, kebetulan SMA ku
berada di jalan Yudhawastu Pramuka yang pastinya selalu melewati kedua perempatan
itu (Dan sampai sekarang pun, aku selalu melewati perempatan kakak beradik itu).
Pak polisi selalu mejeng di kedua perempatan itu, sampai pernah waktu aku mau
les bersama teman, kena tilang karena kata Pak polisi kami nerobos lampu merah
(fakta: lampu merah baru nyala ketika kami ada ditengah2 lhooo). Tidak jarang aku terlambat karena kedua perempatan
itu. Lho? Ko bisa?
Jadi begini ceritanya... perempatan (yang aku tahu ya) yang
paling sering mati lampu merah kuning hijaunya, ya kedua perempatan itu. Efeknya
itu, jalanan jadi macet karena namanya perempatan, otomatis ada 4 jalan dengan
satu jalannya ada dua jalur, nah tidak tertib deh, kendaraan berseliweran
kemana-mana.
Untuk perempatan Cikutra, aku sebut adenya ya, kalau
penyakitnya kambuh lagi (baca: mati lampu merah kuning hijaunya) tidak begitu
parah sih efeknya. Karena orang-orang rata-rata tujuannya ke arah Pahlawan atau
Cicaheum, jarang ke arah Cicadas via Cikutra atau Cikutra atas, paling angkot
pink yang memang jalurnya. Tapi efeknya bisa ngetem atau pending sekitar 3-5
menitan laaaah dengan jurus nyelip sana sini (motor aku kan langsing. Haha)
Naaaaaaah. Kalau kakaknya, perempatan Pahlawan,
aduuuuuuuuuuuh... butuh kesabaran ekstra deh!! Apalagi kalau matinya pagi,
haha, semua orang pakai nafsu semua deh (udah telat mungkin) klakson sana-sini,
satu jalan didominan satu arah, gimana tidak tambah macet coba, jadi arah yang
berlawanan tidak bisa lewat. Tidak hanya pagi, mau siang, malam, hujan, panas,
semua cuaca pernah merasakan ketika lampu merah kuning hijau itu mati.
Tapiiiiii... untuk malam ini, lampu tidak mati, tapi hidup
terus. Jadi lampu hijau untuk ke arah Cicaheum dan Gasibu hijau terus,
sedangkan menuju ke tugu Pahlawan atau Sadang Serang dan Katamso, merah terus. Alhasil,
macet lagi- macet lagi. Ditambah faktor malam menuju weekend panjang juga kali
ya, jadi mendadak banyak kendaraan yang mengurangi ruang gerak untuk nyelip
sana sini. Yo’i. Perjalanan pulang malam ini dari kampus, laaaaaaaaama banget. Biasanya
paling lama 45 menit. Lha sekarang? Makan waktu sejam! Makan bensin pula. Hadeuuh...
Para pelayan masyarakat, hal kecil seperti ini juga,
diperhatikan donk...>.<



