Kamis, 17 Mei 2012

si Putri Multitalenta

,
“Boleh minjem pulpennya?” tanya perempuan disebelahku. Dia berwajah kecil juga berbadan kurus (lebih kurus dari aku), berambut pendek dan sedikit ikal. Penampilannya yang sederhana juga sopan.  “Oh, ini” kataku, sambil memberikan pulpen kepadanya.
Owh, ternyata dia juga mahasiswa baru jurusan kimia juga. Baguslah, setidaknya ada temen bicara. “Kenalkan, Elsa Diana Putri”, “Oh, Santi”. Kurang lebih seperti itulah perkenalan pertama dengan perempuan itu.
Yups. Elsa Diana Putri, teman pertama yang aku temui semenjak syah menjadi mahasiswa baru jurusan kimia. Ada teman satu lagi, Rudina. Kami (aku dan Elsa) bertemu dengan Dina ketika mengumpulkan berkas formulir Mahasiswa dan sejenisnya ke pihak yang mengurusi di BAAK. Akhirnya semenjak itu sampai beberapa jam kemudian, kami selalu bertiga. Dimulai dari pemotretan KTM, keluar BAAK, sampai kaget ketika kakak tingkat teriak “KIMIAA!!!” pun bersamaan. Ya, saat itu kami dibawa ke taman setelah keluar dari BAAK (meskipun ada adegan nunggu yang nganter datang, karena yang nganter harus perempuan lagi). Meskipun di taman itu aku bertemu dengan temen-temen yang lain yang sudah terlebih dahulu daftar ulang dan ke taman itu, tetap saja, jika ada apa-apa, menggantungkan ke Elsa atau Rudina. Dari sana lah, muncul panggilan ***** (buat anak Kimia dan sekitarnya, pasti tahulah, panggilannya apa) yang dibuat khusus oleh Elsa. Alasannya, agar tidak panjang, jadi digabung saja. -__________-
Yeah, pembuat nama panggilanku itu yang asalnya berlaku untuk dia seorang, menyebar menjadi teman kelompok belajar, kelas, pengurus himpunan, angkatan, sampai kakak tingkat yang beda angkatan. Luar biazaaaaaaaa!! Membayangkan, ketika aku nikah dan di surat undangannya menikah Santi Nur Aisyah S.Pd (*****)---> ditambah nama panggilan, dengan tujuan agar temen kampus ‘ngeh’ Santi yang mana. Hadeuuuuh. Parah parah merusak keindahan kartu undangan!! >___<
Lanjut. Elsa dan aku selain sekelas bersama, juga ikut kepengurusan yang sama di departemen yang sama pula, departemen Keuangan. Selain itu, kami juga sering ikut kepanitian di acara departemen yang lain. Makin seringlah intensitas kami untuk bertemu. Beda pendapat? Sering. Sehati? Bisa dihitung jari lah. Hehe. Mungkin karena waktu itu aku lebih cuek, jadi aku jarang kena semprot (dibanding dengan temen yang lain) kalau Elsa lagi marah. Hehe
Elsa, perempuan yang begitu lincah. Lincah dalam hal apapun. Dalam hal mengerjakan tugas, aku salut deh. Dia sifatnya selalu dadakan kalau membuat tugas, tapi selalu selesai tepat waktunya. Entah pakai jurus apa. Dia lincah dalam bertindak, tipe pemimpin yang keren menurut aku, apalagi ketika menjadi ketua pelaksana Seminar Entreupreuner, keren banget deh. Dia begitu ahli dalam mengelola, baik mengelola benda mati, atau hidup. Salah satunya mengelola uang, yang dari SMA ini menjadi bendahara, tidak diragukan lagi deh dalam hal keuangan, malah sekarang dia bisa bangun bisnis bimbingan belajar privat yang keuntunganya, bisa membuat dia sebagai mahasiswi mandiri.(segala bayar pakai uang sendiri. Hehe) saluuuuuuuut.
 Menteri Pariwisata, gelar yang pas untuk dia sandang, karena untuk hal jalan-jalan atau apapun yang sifatnya butuh pengelola, dia selalu mengelola dengan baik. Aku sempat terpikir, mungkinkah faktor dari SMA, dia bisa vokal seperti ini? Ternyata, menurut teman SMAnya, dia memang pada dasarnya periang, pandai bicara, pintar meloby lebih tepatnya, tidak heran kalau dia sangat komunikatif jika jadi MC atau Moderator dalam presentasi. Cara penyampaian info ke orang, menurutku sudah baik, jelas, dan sekali lagi, komunikatif.
Sifat anak kecilnya, mungkin disebabkan dia anak bungsu. Namun, tahun demi tahun aku lewati bersama dengannya, sifatnya itu sedikit demi sedikit berkurang, mungkin saja dalam masa jadi mahasiswa, dia menemukan pembelajaran secara tidak langsung yang menuntut dia dewasa. Perubahan yang bagus. Lanjutkan!
Banyak cerita-cerita seru dalam tiga tahun ini aku lewat dengannya, ada sedih, senang, marah, gelisah, iri, pokonya semua adaaa dan yang pasti tidak cukup waktu untuk menuliskan semua (ngetiknya cape nih -___-). Yang pasti kenangan itu selalu disimpan dalam hati, tidak hanya hal buruknya saja yang selalu disimpan sampai keluar dendam kesumat (beuh,, nulis apaaa aku ini...) namun, hal baik yang pernah Elsa dan aku lakukan, pasti akan kusimpan, kapan lagi punya teman macam  Elsa, selain di kampus ini, sosok makhluk yang disamping kekurangannya menyimpan kelebihan yang sangat luar biasa sekali (hoho menggunakan kata yang tidak efektif). Bener-bener temanku yang multitalenta deh!
Terakhir, aku paling senang ketika dia pakai jilbab, meski memakainya saat musim PAI atau SPAI. Terlihat lebih berisi dan cantik, dan emang pada dasarnya dia cantik, foto genik juga. Terharu ketika suatu hari dia berbicara tentang keinginan yang terbesit untuk memakai kerudung, disana aku bagaikan kakak yang memberi nasihat pada adiknya, meski kenyataannya dia lahir duluan. 17 Mei, Allah telah memunculkan temanku ini. Harapanku, semakin umurnya bertambah, juga menambah kedewasaan dia, sedikit- demi sedikit ia penuhi sebagai muslimah untuk menutupi auratnya. Semangat cha p(^o^)q



0 komentar to “si Putri Multitalenta”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates