“Jurusan apa?” tanya laki-laki berjas biru
muda itu. “Kimia” jawab aku, Rudina, Elsa. “KIMIAAAAAAA” teriak laki-laki tadi.
Wah, mau diapakan kami? Tiba-tiba ada yang berjas biru muda lagi menghampiri
dan kita disuruh untuk mengikutinya. Temannya yang lain berjaket biru dongker
dengan ada lambang biru kuning di saku kiri atasnya. “Tunggu ya” ucap laki-laki
yang sampai sekarang aku lupa wajahnya. Hhe. “Kesini sama orang tua? Kalau iya,
bilang dulu, mau ada pengenalan jurusan dulu” ucap laki-laki berjaket biru
dongker. Jujur, saat itu pikiran aneh-aneh bermain di otakku. Mau dibawa kemana
kita? Ditambah lagi, tadi ketika ada di BAAK bapak-bapak membagikan selembaran
tentang MOS yang akan kami jalani, yang intinya bebas dari OSPEK yang biasa
diadakan mahasiswa. Rasa takut menyelimuti. Ditambah isu-isu kekerasan yang
dilakukan terhadap mahasiswa baru beredar di TV manapun. Huaaaaa... takuuuuut.
Akhirnya datang perempuan berkerudung
berbadan kecil memakai jaket biru dongker juga. Ini seragam apaan sih?? Begitulah
kira-kira pertanyaan kesekian yang terlintas di kepala ketika melihat dua orang
memakai jaket yang sama. Ketika perjalanan menuju tempat yang aku belum tau kemana,
teteh tadi mengenalkan diri juga menanyakan nama kami, dia menjelaskan apa yang
akan dilakukan sesampainya disana. Dan akhirnya sampai juga di taman yang begitu
luas, dipenuhi tenda-tenda serta bendera-bendera yang dipajang, dan yang pasti
banyak orang yang lalu lalang.
Registrasi Anggota Muda, aku eja
bacaan yang tersusun dari karton yang ditempel di kain 1,5x1,5 meter. Dimulai dari
aku mengisi formulir, mengisi data diri, lalu satu persatu kami (aku, Rudina,
Elsa) terpisah untuk wawancara. Aku diwawancarai oleh perempuan berwajah putih
dan berkacamata, yang akhirnya aku tahu, ia bernama teh Karlina, disebelahnya
ada juga temannya, yang juga menanyakan namaku, teh Resti, dan dia adalah kakak tingkat pertama
yang inget wajah juga nama aku. Senang juga dikenal oleh kakak tingkat mesti
satu orang. Hhaha. Adegan selanjutnya aku diwawancarai dengan teman yang
lainnya tentang fungsi mahasiswa, prestasi ketika di SMA, dan lain-lain deh. Lupa.
Dan akhirnya sampai ke penugasan, harus menulis di buku 58 lembar bersampul
merah dan pakai plastiknya juga. Tulisan yang harus kita tulis terpajang di
pohon. Isinya tentang AD ART, lambang, nyanyian, sejarah, kolom-kolom
perkenalan. Banyak ternyata. Waduh. Posisinya tidak mengenakan, pegeeeel. T.T
Dan beberapa hari aku jalani
ritual seperti ini, datang, nulis tugas, cari kenalan, minta tanda tangan,
pulang. Untuk kakak tingkat, ada adegan diceramahin dahulu, maksudnya
kenalannya tidak sebatas “eh, minta tanda tangan donk, makasih ya”. Dan, sempat
terpikir, kalau kimia tidak ada mahasiswanya, jadi hanya mahasiswi semua,
karena semenjak diajak ke taman itu sampai 2 hari sebelum penutupan RAM, ga
lihat tuh, mahasiswa. Mungkin lihat, tapi waktu itu dikira mahasiswa jurusan
lain. Hehe. Saat perkenalan, kan dikenalkan DPM, BEM, Ketua BEM, dan
seperangkatnya, jujur, penting yah, mengetahui itu semua? Tidak akan muncul
soal itu diujian ini. Hehe. Tapiiiii... kesan baik muncul ketika penutupan
Registrasi Anggota Muda. Pokoknya, ada sesuatu yang membuat aku penasaran
dengan wadah anak-anak kimia ini.
Beberapa hari setelah dimulai
perkuliahan, baru kerasa, fungsi si buku merah ini, terutama dalam hal no
kontak. Hehe, memang sesuatu yang dibuat itu tidak ada yang sia-sia. Berlanjut ke
pembukaan masa bimbingan atau Mabim. Seeeeeeruuuuuuu!!
Pematerinya sesuatu banget. Hehe. Nah, ada adegan salah seorang dari kami
(angkatan 2009) menanyakan untuk apa kami cape-cape nulis buku merah (buku
informasi), dicorat-coret ketika ada yang salah. Huruf kapitalnya pun sampai
diperiksa. Detail deh. Memangnya beneran diperiksa? Dinilai? Kurang lebih
seperti itu pertanyaan temen satu angkatanku itu. Setelah mendengar pertanyaan
itu, panitia memunculkan hasil penilaian buku merah itu. Waaah.. disana hanya
ada sekitar 80an nama, diurutkan berdasarkan nilai tertinggi, dan aku? Sekilas namaku
diurutan ke 30an. Hehe kalau tidak salah lihat itu juga. Wah, saking tidak ada
kerjaannya ya? Sampai ada waktu untuk meriksa buku itu. Coba buka lagi buku merahnya, terutama yang tentang kolom kontak, banyak nama, dan data serta tanda-tangan temen-temen kamu kan? tapi apa masih inget, bagaimana bisa mendapat tanda-tangan itu?
Lanjut ke mabim, akhirnya kami
dikelompokan. Dan dapat lagilah teman baru yang sebelumnya belum kenal. Dan ternyata,
mentor kami, teh Karlina. Hoho. Kalau tidak salah, kelompokku terdiri dari
Yuyun, Farhan, Siska, Nur Esa, Eka, dan
lupa lagi. Hehe. Teringat ketika pembuatan hasil karya yang berasal dari
plastik, kami membuat wadah, yang sebenernya tidak begitu ‘wah’ fungsinya, tapi
terdengar ‘wah’ ketika Yuyun mempresentasikan tentang karya kami ditambah philosofi
yang menurut aku, terlalu lebay. Hehe
Banyak kegiatan yang diadakan
oleh himpunan ini. Dan pesertanya selalu banyak, meski didominasi oleh angkatan
2009. Kakak tingkat selalu datang ke kelas, memberi pengumuman tentang apapun
jika ada acara di himpunan. Dan aku selalu mengikutinya termasuk launcing
perdana keputrian yang waktu itu, hanya dihadiri 5 orang dari angkatan 2009. Naas.
Sempat terpikir, apapun acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi
pelaksananya (baca: panitia). Terus yang selalu tradisi, yang kadang membuat
teman-teman perempuan teriak melihatnya, adalah adegan salaman dilanjut sun
pipi kanan dan kiri antara pemateri (pematerinya laki-laki ya) dengan ketua
pelaksana (ketua pelaksananya juga laki-laki biasanya) kadang dengan Ketua
BEMnya itu. Adegan itu serasa menggelikan, menurutku. Dan jika ada acara
apapun, peran laki-laki lebih banyak terlihat, maksudnya, lebih sering ada
didepan, entah jadi ketua pelaksana, MC, moderator, pembaca tilawah, dan
lain-lain dan orangnya tidak itu itu saja.
Dilanjut ke tahap berikutnya,
LKM, Latihan Kepemimpian Mahasiswa. Deg-degan ketika diumumkan siapa yang lulus
untuk ke tahap LKM, dan yey! LULUS.(baca juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) )
PAB, hoho, Pelantikan Anggota
Biasa. Alhamdulillah, jadi anggota Biasa juga. Dari sana, aku penuhi rasa
penasaranku pada wadah ini dengan coba-coba jadi pengurus. Diulangi lagi,
coba-coba. Hanya coba-coba. Dan ternyata, coba-coba ini menuntut aku untuk
serius di kepengurusan ini. T.T (makanya, buat pengalaman ko, coba-coba------>
intinya harus punya niat yang baik dan benar)
Selesai sudah 6 bulan pertama
menjadi warga yang dilayani, bulan-bulan berikutnya menjadi ‘warga’ (baca:
pengurus) yang melayani warga lainya, ceritanya memenuhi janji kalimat “apapun
acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi pelaksananya (baca:
panitia)”. Spiritual Motivation Training (baca juga The First ), Chemistry Award, Gebyar HMK (baca juga Gebyar HMK terGebyar ),
Pengabdian Pada Masyarakat, Pekan Ramadhan Kimia, rangkaian pengaderan, Seminar
entreupreuner (tahun 2010), Training KSI, EXPO KIMIA, wisudaan berbagai
gelombang, keputrian, dan acara rutinan yang seabreg lainnya aku jalani sebagai
panitia, maupun hanya sebagai pengontrol selama 2 tahun terakhir ini.
18 Mei 1958, Himpunan ini muncul dengan tujuan menghimpun segala pikiran dan cita-cita mahasiswa dalam menyelesaikan program akademik sehingga terjalin pengertian kerjasama atara jurusan kimia dan para mahasiswanya. Gagasan untuk membentuk HMK ini tidak mempunyai modal apa-apa yang ada hanyalah cita-cita luhur serta semangat yang menggelora yang
menghendaki adanya keserasian antara aktivitas organisasi dan aktivitas
menyelesaikan studi (buka-buka lagi buku merah). Apalagi sekarang, udah ada modal dana, harusnya lebih menggelora lagi, betul? hehe
Kini, kembali menjadi warga yang dilayani. Hehe. Kangen dengan adegan orang-orang datang ke kelas memberi pengumuman tentang “ada acara lho di HMK”, kangen melihat adegan yang bikin teriak se RT –sekarang jarang melihat lagi, hanya sebatas salaman saja-, kangen melihat kader-kader pemberani, kangen melihat spanduk yang hanya terbuat dari karton dan kain -irit- ^o^ , kangen deh semua!!! Boleh berubah, dari yang tidak baik, menuju kearah yang baik. Tapi untuk hal yang baik, kenapa harus menghilang? Ayo pertahankan dan harusnya tingkatkan! Ada beberapa tulisan yang ditulis teman sekelas (minjem dulu ya, tulisannya), semoga menjadi katalis untuk HMK menjadi Himpunan yang lebih solid, dan baik ke depannya! Dan semoga, makin tua, makin mateng (lho?). Hehe... Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Allahhuakbar! (dan jarang lagi mendengar kalimat ini. Hehe)
Kini, kembali menjadi warga yang dilayani. Hehe. Kangen dengan adegan orang-orang datang ke kelas memberi pengumuman tentang “ada acara lho di HMK”, kangen melihat adegan yang bikin teriak se RT –sekarang jarang melihat lagi, hanya sebatas salaman saja-, kangen melihat kader-kader pemberani, kangen melihat spanduk yang hanya terbuat dari karton dan kain -irit- ^o^ , kangen deh semua!!! Boleh berubah, dari yang tidak baik, menuju kearah yang baik. Tapi untuk hal yang baik, kenapa harus menghilang? Ayo pertahankan dan harusnya tingkatkan! Ada beberapa tulisan yang ditulis teman sekelas (minjem dulu ya, tulisannya), semoga menjadi katalis untuk HMK menjadi Himpunan yang lebih solid, dan baik ke depannya! Dan semoga, makin tua, makin mateng (lho?). Hehe... Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Allahhuakbar! (dan jarang lagi mendengar kalimat ini. Hehe)












