Jumat, 18 Mei 2012

3 Tahun Bersama HaeMKa

,
 “Jurusan apa?” tanya laki-laki berjas biru muda itu. “Kimia” jawab aku, Rudina, Elsa. “KIMIAAAAAAA” teriak laki-laki tadi. Wah, mau diapakan kami? Tiba-tiba ada yang berjas biru muda lagi menghampiri dan kita disuruh untuk mengikutinya. Temannya yang lain berjaket biru dongker dengan ada lambang biru kuning di saku kiri atasnya. “Tunggu ya” ucap laki-laki yang sampai sekarang aku lupa wajahnya. Hhe. “Kesini sama orang tua? Kalau iya, bilang dulu, mau ada pengenalan jurusan dulu” ucap laki-laki berjaket biru dongker. Jujur, saat itu pikiran aneh-aneh bermain di otakku. Mau dibawa kemana kita? Ditambah lagi, tadi ketika ada di BAAK bapak-bapak membagikan selembaran tentang MOS yang akan kami jalani, yang intinya bebas dari OSPEK yang biasa diadakan mahasiswa. Rasa takut menyelimuti. Ditambah isu-isu kekerasan yang dilakukan terhadap mahasiswa baru beredar di TV manapun. Huaaaaa... takuuuuut.
Akhirnya datang perempuan berkerudung berbadan kecil memakai jaket biru dongker juga. Ini seragam apaan sih?? Begitulah kira-kira pertanyaan kesekian yang terlintas di kepala ketika melihat dua orang memakai jaket yang sama. Ketika perjalanan menuju tempat yang aku belum tau kemana, teteh tadi mengenalkan diri juga menanyakan nama kami, dia menjelaskan apa yang akan dilakukan sesampainya disana. Dan akhirnya sampai juga di taman yang begitu luas, dipenuhi tenda-tenda serta bendera-bendera yang dipajang, dan yang pasti banyak orang yang lalu lalang.
Registrasi Anggota Muda, aku eja bacaan yang tersusun dari karton yang ditempel di kain 1,5x1,5 meter. Dimulai dari aku mengisi formulir, mengisi data diri, lalu satu persatu kami (aku, Rudina, Elsa) terpisah untuk wawancara. Aku diwawancarai oleh perempuan berwajah putih dan berkacamata, yang akhirnya aku tahu, ia bernama teh Karlina, disebelahnya ada juga temannya, yang juga menanyakan namaku, teh Resti, dan dia adalah kakak tingkat pertama yang inget wajah juga nama aku. Senang juga dikenal oleh kakak tingkat mesti satu orang. Hhaha. Adegan selanjutnya aku diwawancarai dengan teman yang lainnya tentang fungsi mahasiswa, prestasi ketika di SMA, dan lain-lain deh. Lupa. Dan akhirnya sampai ke penugasan, harus menulis di buku 58 lembar bersampul merah dan pakai plastiknya juga. Tulisan yang harus kita tulis terpajang di pohon. Isinya tentang AD ART, lambang, nyanyian, sejarah, kolom-kolom perkenalan. Banyak ternyata. Waduh. Posisinya tidak mengenakan, pegeeeel. T.T
Dan beberapa hari aku jalani ritual seperti ini, datang, nulis tugas, cari kenalan, minta tanda tangan, pulang. Untuk kakak tingkat, ada adegan diceramahin dahulu, maksudnya kenalannya tidak sebatas “eh, minta tanda tangan donk, makasih ya”. Dan, sempat terpikir, kalau kimia tidak ada mahasiswanya, jadi hanya mahasiswi semua, karena semenjak diajak ke taman itu sampai 2 hari sebelum penutupan RAM, ga lihat tuh, mahasiswa. Mungkin lihat, tapi waktu itu dikira mahasiswa jurusan lain. Hehe. Saat perkenalan, kan dikenalkan DPM, BEM, Ketua BEM, dan seperangkatnya, jujur, penting yah, mengetahui itu semua? Tidak akan muncul soal itu diujian ini. Hehe. Tapiiiii... kesan baik muncul ketika penutupan Registrasi Anggota Muda. Pokoknya, ada sesuatu yang membuat aku penasaran dengan wadah anak-anak kimia ini.
Beberapa hari setelah dimulai perkuliahan, baru kerasa, fungsi si buku merah ini, terutama dalam hal no kontak. Hehe, memang sesuatu yang dibuat itu tidak ada yang sia-sia. Berlanjut ke  pembukaan masa bimbingan atau Mabim. Seeeeeeruuuuuuu!! Pematerinya sesuatu banget. Hehe. Nah, ada adegan salah seorang dari kami (angkatan 2009) menanyakan untuk apa kami cape-cape nulis buku merah (buku informasi), dicorat-coret ketika ada yang salah. Huruf kapitalnya pun sampai diperiksa. Detail deh. Memangnya beneran diperiksa? Dinilai? Kurang lebih seperti itu pertanyaan temen satu angkatanku itu. Setelah mendengar pertanyaan itu, panitia memunculkan hasil penilaian buku merah itu. Waaah.. disana hanya ada sekitar 80an nama, diurutkan berdasarkan nilai tertinggi, dan aku? Sekilas namaku diurutan ke 30an. Hehe kalau tidak salah lihat itu juga. Wah, saking tidak ada kerjaannya ya? Sampai ada waktu untuk meriksa buku itu. Coba buka lagi buku merahnya, terutama yang tentang kolom kontak, banyak nama, dan data serta tanda-tangan temen-temen kamu kan? tapi apa masih inget, bagaimana bisa mendapat tanda-tangan itu?
Lanjut ke mabim, akhirnya kami dikelompokan. Dan dapat lagilah teman baru yang sebelumnya belum kenal. Dan ternyata, mentor kami, teh Karlina. Hoho. Kalau tidak salah, kelompokku terdiri dari Yuyun, Farhan, Siska, Nur Esa, Eka,  dan lupa lagi. Hehe. Teringat ketika pembuatan hasil karya yang berasal dari plastik, kami membuat wadah, yang sebenernya tidak begitu ‘wah’ fungsinya, tapi terdengar ‘wah’ ketika Yuyun mempresentasikan tentang karya kami ditambah philosofi yang menurut aku, terlalu lebay. Hehe
Banyak kegiatan yang diadakan oleh himpunan ini. Dan pesertanya selalu banyak, meski didominasi oleh angkatan 2009. Kakak tingkat selalu datang ke kelas, memberi pengumuman tentang apapun jika ada acara di himpunan. Dan aku selalu mengikutinya termasuk launcing perdana keputrian yang waktu itu, hanya dihadiri 5 orang dari angkatan 2009. Naas. Sempat terpikir, apapun acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi pelaksananya (baca: panitia). Terus yang selalu tradisi, yang kadang membuat teman-teman perempuan teriak melihatnya, adalah adegan salaman dilanjut sun pipi kanan dan kiri antara pemateri (pematerinya laki-laki ya) dengan ketua pelaksana (ketua pelaksananya juga laki-laki biasanya) kadang dengan Ketua BEMnya itu. Adegan itu serasa menggelikan, menurutku. Dan jika ada acara apapun, peran laki-laki lebih banyak terlihat, maksudnya, lebih sering ada didepan, entah jadi ketua pelaksana, MC, moderator, pembaca tilawah, dan lain-lain dan orangnya tidak itu itu saja.
Dilanjut ke tahap berikutnya, LKM, Latihan Kepemimpian Mahasiswa. Deg-degan ketika diumumkan siapa yang lulus untuk ke tahap LKM, dan yey! LULUS.(baca juga Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2 (2) )
PAB, hoho, Pelantikan Anggota Biasa. Alhamdulillah, jadi anggota Biasa juga. Dari sana, aku penuhi rasa penasaranku pada wadah ini dengan coba-coba jadi pengurus. Diulangi lagi, coba-coba. Hanya coba-coba. Dan ternyata, coba-coba ini menuntut aku untuk serius di kepengurusan ini. T.T (makanya, buat pengalaman ko, coba-coba------> intinya harus punya niat yang baik dan benar)
Selesai sudah 6 bulan pertama menjadi warga yang dilayani, bulan-bulan berikutnya menjadi ‘warga’ (baca: pengurus) yang melayani warga lainya, ceritanya memenuhi janji kalimat “apapun acara yang aku ikuti, suatu saat aku harus bisa jadi pelaksananya (baca: panitia)”. Spiritual Motivation Training (baca juga The First ), Chemistry Award, Gebyar HMK (baca juga Gebyar HMK terGebyar ), Pengabdian Pada Masyarakat, Pekan Ramadhan Kimia, rangkaian pengaderan, Seminar entreupreuner (tahun 2010), Training KSI, EXPO KIMIA, wisudaan berbagai gelombang, keputrian, dan acara rutinan yang seabreg lainnya aku jalani sebagai panitia, maupun hanya sebagai pengontrol selama 2 tahun terakhir ini.
18 Mei 1958, Himpunan ini muncul dengan tujuan menghimpun segala pikiran dan cita-cita mahasiswa dalam menyelesaikan program akademik sehingga terjalin pengertian kerjasama atara jurusan kimia dan para mahasiswanya. Gagasan untuk membentuk HMK ini tidak mempunyai modal apa-apa yang ada hanyalah cita-cita luhur serta semangat yang menggelora yang menghendaki adanya keserasian antara aktivitas organisasi dan aktivitas menyelesaikan studi (buka-buka lagi buku merah). Apalagi sekarang, udah ada modal dana, harusnya lebih menggelora lagi, betul? hehe
            Kini, kembali menjadi warga yang dilayani. Hehe. Kangen dengan adegan orang-orang datang ke kelas memberi pengumuman tentang “ada acara lho di HMK”, kangen melihat adegan yang bikin teriak se RT –sekarang jarang melihat lagi, hanya sebatas salaman saja-, kangen melihat kader-kader pemberani, kangen melihat spanduk yang hanya terbuat dari karton dan kain -irit- ^o^ , kangen deh semua!!! Boleh berubah, dari yang tidak baik, menuju kearah yang baik. Tapi untuk hal yang baik, kenapa harus menghilang? Ayo pertahankan dan harusnya tingkatkan! Ada beberapa tulisan yang ditulis teman sekelas (minjem dulu ya, tulisannya), semoga menjadi katalis untuk HMK menjadi Himpunan yang lebih solid, dan baik ke depannya! Dan semoga, makin tua, makin mateng (lho?). Hehe...  Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Kimia kuat-kuat! Allahhuakbar! (dan jarang lagi mendengar kalimat ini. Hehe)





















0 komentar to “3 Tahun Bersama HaeMKa”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates