Minggu, 24 Maret 2013

Minggu ke-9 : Di Luar Rencana

,


Udah masuk ke minggu ke 9 lagi nih. Minggu sekarang kebetulan anak kelas 3 lagi Ujian Sekolah. Jadi? Ya libur. Howreeeeee!!!! Tapi libur buat siswa kelas 1 sama kelas 2 aja sih tepatnya. Nah, sebagai “guru bantu”, kami tugasnya ikut ngebantu panitia Ujian Sekolah. Bantuannya berupa apa? Apapun itu yang penting halal. 

Berawal dari hari Senin. Hari ini bukan jadwalnya piket anak kimia buat bantu ngawas, jadi ya gak ke sekolah (seharusnya). Tapi dikarenakan nilai anak-anak yang kami ajar, harus masuk nilainya sebelum tanggal 20, maka, datanglah kami hari ini untuk melaporkan nilai-nilai mereka. Tapi ini tak sekedar lapor lho, untuk mendapatkan nilai itu, ya kita harus meriksa jawaban UTS anak-anak, juga tugas-tugas lain (kalau ada) kebetulan aku ngajar 5 kelas, kalau yang lain 4 kelas dengan 2 guru utama (guru yang emang harusnya ngajar ni kelas) dan kelas XI-nya ada 2 kelas. Nah aku, empat kelas X dan satu kelas XI. Kelas X ini dibagi 3, karena ada 3 guru utama, untuk kelas XA dan XB guru utamanya Bu Sri, untuk XC guru utamanya Bu Mimin, dan XG juga untuk kelas XI guru utamanya Bu Heru, berarti kami harus melapor tuh ke 3 guru itu. Tapi untuk kelas Bu Mimin dah dilaporkan Kamis minggu kemarin. Oke lanjut.

Tak sekedar nilai anak kelas X dan XI saja, kami juga melaporkan hasil nilai dari laporan praktikum Ujian Praktek anak kelas XII. Lumayan lah, satu orang meriksa kurang lebih 40 laporan. Dan ternyata laporan inilah yang menyita waktu banyak. Hahaha. Oh, ini tho,, perihnya jadi Asma (Asisten Mahasiswa), yang tugasnya ya bantuin dosen buat ngetest mahasiswa (biasanya yang dites adik tingkat) terus meriksa jurnal praktikum juga laporannya, terus masukin nilai juga pastinya. Tapi mereka mah kan digaji. Oke stop. Lanjut.

Jadi? Weekend kemarin diisi dengan nyontreng-nyontreng kertas pakai pulpen merah. Yaa.. harus meriksa jawaban UTS 4 kelas (yang 1 kelasnya mah udah ya), terus periksa laporan kelas XII, terus periksa jawaban remedial 3 kelas (diremed semua, satu kelas, hehe). Jikalau satu kelasnya 40 siswa, hem, emang 40 siswa sih, kebayang donk meriksa berapa rim kertas jawaban? Oke. Gak satu rim sih.

Oke, berakhir penderitaan setelah hari ini dilaporkan, inget lho, baru hari Senin. Beda lagi ceritanya kalau ada yang salah nilai dan disuruh periksa ulang jawabannya. Widiiiiih, ngajak aerobik itu mah!

Selasanya, aku sempatkan untuk kontrol gigi nih. Nah, baru 2 kali kontrol di hari Selasa tapi nunggunya asa lama banget. Banget banget. Biasanya semester kemarin kontrol setiap hari Kamis, dan itu gak selama ini. Tapi untungnya dapat kursi, jadi nunggunya gak sambil berdiri lah. untuk kontrol ini, amazing banget lah. Efeknya luar biasa linu, karena udah mulai pakai karet di taring dan geraham, jadi tarikannya luar biasa dari kebiasaannya. Super duper sakit! Akhirnya sampai sekarang aku nulis nih cerita, masih sakit bro!

Rabu, akhirnya bagian anak kimia yang piket untuk ngebantu panitia. Untuk hal ini, aku masuk ke salah satu kelas XII IPA. Untuk pelajaran matematika, masuk ke IPA  bagian 1, dan mata pelajaran ke 2, pelajaran bahasa jepang, masuk ke IPA  bagian 2. (jadi satu kelas dibagi 2. Jadi tiap ruang cuma ada 20 siswa). Untuk tes yang Matematika, gak masalah. Nah untuk tes yang bahasa Jepang, masalah banget. Kurang ajar banget lah nih anak. Aku juga sih hehe. Masalahnya kalau mau nyontek, yang rapi dunk, jangan biarkan aku mengeluarkan taring tuk negur kalian. Kalau yang pertama, negur masih dituruti, ngehargai, meski aku bukan guru di sekolah ini. Tapi untuk yang kedua, beuh... sampai ni anak bilang “bu, kalau lagi ulangan ga usah jalan-jalan terus lah!” (kebetulan yang ngomong itu tersangka kecurangan) ya aku jawab “ ya kalau lagi ulangan jangan tengok kanan kiri juga dunk” reflek aku ngomong gitu saking udah keselnya. Karena awalnya aku hanya liatin anaknya terus senyum yang berarti “jangan gitu” . tapi ini ga ngegubris sama sekali, ya udah aku ngedeketin tu anak dan diem di sebelahnya. Keluarlah percakapan tadi. Dan kebetulan,kan yang ngawas itu berdua, HARUSNYA 2-2nya guru tetap, bukan PPL kaya kami, tapi karena satu ga hadir, jadi diganti sama PPL, dan kebetulan guru tetapnya lagi kebelakang, dan berubahlah suasana kelas. Seakan-akan diawas ma PPL mah, boleh nyontek. >.<
Oke, sekian cerita ngawasnya. Pulangnya langsung ngeramen, hehehe.
Kamisnya, ga ada yang spesial.

Jumatnya, nah ini bisa dibilang terlalu spesial. Ceritanya disuruh ngebimbing anak-anak biat persiapan olimpiade. Harusnya kemarin sih, tapi aku ga bisa ikut. Jadinya sekarang. Dan karena salah komunikasi, jadi anak-anak ga ada yang datang. Ya udah akhirnya aku pulang lagi deh dan jadinya itu hari Sabtu. Dan hari ini, Sabtu maksudnya. Luar biasa semua diluar rencana.

Jadi, rencananya. Jam 08.30-10.00 ngajar les. Lanjut jam 10.00-12.00 ngebimbing anak-anak olimpiade. Lanjut jam 13.00- selesai ke kampus buat kuliah tambahan. Sisanya bisa nengok sekre. Hehehe. Tapi, semua berubah. Mendadak anak les aku ada acara paginya. Jadi lesnya sampai jam 09.15. sampai sekolah jam 09.30 tuh, dan anak-anak belum datang, ya iyalah da janjiannya jam 10.00. akhirnya nganggur dulu setengah jam. Trus ada sms dadakan kalau kuliah tambahannya jadi jam 12.30. otomatis saat waktu menunjukan pukul 11.30, bimbingan mau dihentikan, eh ternyata 15 menit kemudian ada sms lagi, kalau hari ini kuliahnya ga jadi. Huaaaaa. Akhirnya jadi diskusi ma anak-anak olimpiade tentang perkuliahan deh sampai setengah 1 kurang. Dan pulangnya, belilah ramen, ceritanya mengobati kekecewaan aku. Apa? RAMEN lagi?? Entahlah. Ngidam ramen. Hehe. Oke, sekian cerita minggu sekarang. Minggu depan, dah mulai ngajar lagi nih, huaaaaaaaaaaaa males. :D


0 komentar to “Minggu ke-9 : Di Luar Rencana”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates