Udah masuk ke minggu ke 9 lagi
nih. Minggu sekarang kebetulan anak kelas 3 lagi Ujian Sekolah. Jadi? Ya libur.
Howreeeeee!!!! Tapi libur buat siswa kelas 1 sama kelas 2 aja sih tepatnya. Nah,
sebagai “guru bantu”, kami tugasnya ikut ngebantu panitia Ujian Sekolah. Bantuannya
berupa apa? Apapun itu yang penting halal.
Berawal dari hari Senin. Hari ini
bukan jadwalnya piket anak kimia buat bantu ngawas, jadi ya gak ke sekolah
(seharusnya). Tapi dikarenakan nilai anak-anak yang kami ajar, harus masuk
nilainya sebelum tanggal 20, maka, datanglah kami hari ini untuk melaporkan
nilai-nilai mereka. Tapi ini tak sekedar lapor lho, untuk mendapatkan nilai
itu, ya kita harus meriksa jawaban UTS anak-anak, juga tugas-tugas lain (kalau
ada) kebetulan aku ngajar 5 kelas, kalau yang lain 4 kelas dengan 2 guru utama
(guru yang emang harusnya ngajar ni kelas) dan kelas XI-nya ada 2 kelas. Nah aku,
empat kelas X dan satu kelas XI. Kelas X ini dibagi 3, karena ada 3 guru utama,
untuk kelas XA dan XB guru utamanya Bu Sri, untuk XC guru utamanya Bu Mimin,
dan XG juga untuk kelas XI guru utamanya Bu Heru, berarti kami harus melapor
tuh ke 3 guru itu. Tapi untuk kelas Bu Mimin dah dilaporkan Kamis minggu
kemarin. Oke lanjut.
Tak sekedar nilai anak kelas X dan
XI saja, kami juga melaporkan hasil nilai dari laporan praktikum Ujian Praktek
anak kelas XII. Lumayan lah, satu orang meriksa kurang lebih 40 laporan. Dan ternyata
laporan inilah yang menyita waktu banyak. Hahaha. Oh, ini tho,, perihnya jadi Asma
(Asisten Mahasiswa), yang tugasnya ya bantuin dosen buat ngetest mahasiswa
(biasanya yang dites adik tingkat) terus meriksa jurnal praktikum juga
laporannya, terus masukin nilai juga pastinya. Tapi mereka mah kan digaji. Oke stop.
Lanjut.
Jadi? Weekend kemarin diisi dengan
nyontreng-nyontreng kertas pakai pulpen merah. Yaa.. harus meriksa jawaban UTS
4 kelas (yang 1 kelasnya mah udah ya), terus periksa laporan kelas XII, terus
periksa jawaban remedial 3 kelas (diremed semua, satu kelas, hehe). Jikalau satu
kelasnya 40 siswa, hem, emang 40 siswa sih, kebayang donk meriksa berapa rim
kertas jawaban? Oke. Gak satu rim sih.
Oke, berakhir penderitaan setelah
hari ini dilaporkan, inget lho, baru hari Senin. Beda lagi ceritanya kalau ada
yang salah nilai dan disuruh periksa ulang jawabannya. Widiiiiih, ngajak
aerobik itu mah!
Selasanya, aku sempatkan untuk
kontrol gigi nih. Nah, baru 2 kali kontrol di hari Selasa tapi nunggunya asa
lama banget. Banget banget. Biasanya semester kemarin kontrol setiap hari Kamis,
dan itu gak selama ini. Tapi untungnya dapat kursi, jadi nunggunya gak sambil
berdiri lah. untuk kontrol ini, amazing banget lah. Efeknya luar biasa linu,
karena udah mulai pakai karet di taring dan geraham, jadi tarikannya luar biasa
dari kebiasaannya. Super duper sakit! Akhirnya sampai sekarang aku nulis nih
cerita, masih sakit bro!
Rabu, akhirnya bagian anak kimia
yang piket untuk ngebantu panitia. Untuk hal ini, aku masuk ke salah satu kelas
XII IPA. Untuk pelajaran matematika, masuk ke IPA bagian 1, dan mata pelajaran ke 2, pelajaran
bahasa jepang, masuk ke IPA bagian 2.
(jadi satu kelas dibagi 2. Jadi tiap ruang cuma ada 20 siswa). Untuk tes yang Matematika,
gak masalah. Nah untuk tes yang bahasa Jepang, masalah banget. Kurang ajar
banget lah nih anak. Aku juga sih hehe. Masalahnya kalau mau nyontek, yang rapi
dunk, jangan biarkan aku mengeluarkan taring tuk negur kalian. Kalau yang
pertama, negur masih dituruti, ngehargai, meski aku bukan guru di sekolah ini. Tapi
untuk yang kedua, beuh... sampai ni anak bilang “bu, kalau lagi ulangan ga usah
jalan-jalan terus lah!” (kebetulan yang ngomong itu tersangka kecurangan) ya
aku jawab “ ya kalau lagi ulangan jangan tengok kanan kiri juga dunk” reflek
aku ngomong gitu saking udah keselnya. Karena awalnya aku hanya liatin anaknya
terus senyum yang berarti “jangan gitu” . tapi ini ga ngegubris sama sekali, ya
udah aku ngedeketin tu anak dan diem di sebelahnya. Keluarlah percakapan tadi. Dan
kebetulan,kan yang ngawas itu berdua, HARUSNYA 2-2nya guru tetap, bukan PPL
kaya kami, tapi karena satu ga hadir, jadi diganti sama PPL, dan kebetulan guru
tetapnya lagi kebelakang, dan berubahlah suasana kelas. Seakan-akan diawas ma
PPL mah, boleh nyontek. >.<
Oke, sekian cerita ngawasnya. Pulangnya
langsung ngeramen, hehehe.
Kamisnya, ga ada yang spesial.
Jumatnya, nah ini bisa dibilang
terlalu spesial. Ceritanya disuruh ngebimbing anak-anak biat persiapan
olimpiade. Harusnya kemarin sih, tapi aku ga bisa ikut. Jadinya sekarang. Dan karena
salah komunikasi, jadi anak-anak ga ada yang datang. Ya udah akhirnya aku
pulang lagi deh dan jadinya itu hari Sabtu. Dan hari ini, Sabtu maksudnya. Luar
biasa semua diluar rencana.
Jadi, rencananya. Jam 08.30-10.00
ngajar les. Lanjut jam 10.00-12.00 ngebimbing anak-anak olimpiade. Lanjut jam
13.00- selesai ke kampus buat kuliah tambahan. Sisanya bisa nengok sekre. Hehehe.
Tapi, semua berubah. Mendadak anak les aku ada acara paginya. Jadi lesnya sampai
jam 09.15. sampai sekolah jam 09.30 tuh, dan anak-anak belum datang, ya iyalah
da janjiannya jam 10.00. akhirnya nganggur dulu setengah jam. Trus ada sms
dadakan kalau kuliah tambahannya jadi jam 12.30. otomatis saat waktu menunjukan
pukul 11.30, bimbingan mau dihentikan, eh ternyata 15 menit kemudian ada sms
lagi, kalau hari ini kuliahnya ga jadi. Huaaaaa. Akhirnya jadi diskusi ma
anak-anak olimpiade tentang perkuliahan deh sampai setengah 1 kurang. Dan pulangnya,
belilah ramen, ceritanya mengobati kekecewaan aku. Apa? RAMEN lagi?? Entahlah. Ngidam
ramen. Hehe. Oke, sekian cerita minggu sekarang. Minggu depan, dah mulai ngajar
lagi nih, huaaaaaaaaaaaa males. :D



