Rabu, 09 Mei 2012

Tangannya Tangan Kanan KABEM

,
“Santi ya?” ucapnya ketika tidak sengaja bertemu di gang menuju gerlong sepulang dari kuliah. Ini terjadi ketika awal saya masuk kuliah tingkat satu. Dia adalah teman laki-laki sekelas pertama yang tahu nama saya, maksud saya, yang menyapa saya. Cahya Maula Shidiq, itulah nama lengkapnya. Saya tidak terlalu dekat dengannya. Sehingga saya tidak tahu, dibalik muka polosnya itu, menyimpan hal yang takjub.


Watak dia terlihat sedikit ketika ada satu acara yang diadakan himpunan kimia, yaitu RADIOAKTIF. Acara tersebut sangat meriah dan saya senang mengikutinya. Sampai suatu ketika, diakhir acara kakak tingkat yang menjadi MC pada waktu itu, kang Enggah, memberikan pertanyaan kepada kami sebagai peserta. Sebenarnya lupa bagaimana pertanyaannya, namun kurang lebih seperti ini “kamu melihat pacar selingkuh, kamu mau menumpahkan sesuatu ke selingkuhan pacar kamu, disana ada air panas dan air kuah sayur. Pilih, lebih panas mana, air panas atau kuah sayur, jika kamu mau menumpahkan ke selingkuhan pacarmu itu?” -mohon dikoreksi-. Ketika itu yang menjawab Cahya. Dengan polos ia menjawab “lebih panas hati saya”. Serentak semua panitia, peserta, juga kang Enggah tertawa. Jawaban cerdas yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Berlanjut beberapa bulan kemudian, saya dan Cahya ternyata ikut kepengurusan BEM HMK juga. Dia di departemen organisasi bidang litbang. Mungkin dia ditempatkan disana karena dia tempat yang asyik jika diajak curhat. Begitu pun saya, sempat saya curhat padanya diakhir- akhir kepengurusan.

Tidak disangka, dia begitu dewasa, padahal umurnya jauh lebih muda daripada saya. Saya mulai tahu keahlian dia. Salah satunya pintar memasak. Seorang sulung yang berperan sebagai asisten ibunya, membuat dia terlatih untuk mengerjakan perkerjaan yang seharusnya dilakukan perempuan. Langka. Keahliannya ternyata menghasilkan uang. Dia tidak malu untuk berjualan. Dagangannya malah selalu diburu dan memberi manfaat untuk semua orang. Sampai mengantarkan dia lolos seleksi 2 beasiswa entrepreuneur.

Akhirnya Cahya ikut kembali di kepengurusan Indra sebagai Sekertaris Umum dan aku menjadi Bendahara Umum. Kondisi ini membuat hubungan kami dekat dalam hal pekerjaan. Memang pada dasarnya Cahya enak diajak diskusi dalam hal apapun.

Tangannya yang luar biasa, membuat dia punya keahlian yang saya sebutkan tadi, juga dalam hal menulis, dia termasuk memiliki tulisan yang rapi untuk ukuran laki-laki. Selain itu, dia pintar menggambar. Jika melihat buku catatannya, selain tulisan yang dia catat saat kuliah, ada juga gambar-gambar baik yang berhubungan dengan kuliah maupun tidak. Saya juga suka menggambar, bedanya gambaran saya lebih ke abstrak, sedangkan dia yang kongkrit, meskipun jika dalam penglihatan dia bisa melihat yang ‘abstrak’.
salah satu hasil karyanya yang saya sukaaaa!!

Tidak hanya itu, saya juga banyak mengetahui tentang musik korea dari dia. Luar biasa. Ada alasan untuk membenci dia? Ooooh.. untuk apa cari alasan untuk membenci seseorang. Sebagai teman, saya kagum padanya. Kagum akan prestasinya. Karakter yang tidak neko-neko. Semua pembicaraan dengannya sangat mengasyikkan, kecuali ketika dia mulai membicarakan yang ‘abstrak’, kadang bikin parno.

kimB ala cahya
Fisik dia yang terlihat kuat, namun sebenarnya membawa beban berat dia jalani sampai akhir kepengurusan bahkan sampai sekarang. Dia tidak sesehat saya, Indra, pengurus inti atau teman-teman yang lainnya. Namun dia memiliki semangat kuat dalam hidupnya. 9 Mei Allah memunculkan makhluk yang luar biasa ini. Dalam doa saya, saya hanya berharap, semoga sisa umurnya selalu diberkahi oleh Allah, dan bermanfaat untuk orang banyak. SEMANGAT!!!   

0 komentar to “Tangannya Tangan Kanan KABEM”

Posting Komentar

 

MaMah (Mahasiswa musliMah) punya cerita Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates