| bersama Nova (yang ditengah) dan teteh DPM bagian Dagri. lupa namanya. hehe |
Hari ini ceritanya ada Training
Advokasi gitu deh. Nah, 2 malam sebelumnya, di smsin tuh sama Nova, anak Dagri.
“ teh, mau yah, bantuin di Travo jadi direktur keuangan??”. Ga ngerti sih,
sebenernya tugasnya ngapain. Aku okein aja. Saat hari H-nya, kan disuruh kumpul
tuh di UPI center, ya udah kesana pake motor, dan aku gak tau dimana harus
nyimpen si beat. Haha. Soalnya di sekitar UPI center atau kita singkat aja ya,
agar gak ribet, UC, nah di UC itu berjejer plang dilarang parkir. Karena kau
orangnya taat aturan, hehe, ya sudah, parkirlah di LPPM. Haha. Eh ternyata
banyak juga anak-anak panitia juga peserta Travo yang parkir di daerah UC. sial
-_-
Nah, breafing dulu tuh... jadi
ceritanya akan diadakan simulasi advokasi, yang sebelumnya udah dikasih materi.
Gak tanggung-tanggung acara Travo ini diadakan 2 hari, agar mantap mungkin. Aku
kebagian di pos 4 sebagai direktur keuangan UPI nih bersama Nova. Tepat direktur
keuangan itu di sofa bagian depan, sedangkan Pembantu Rektor 3 yang diperankan
Dudi yang ceritanya lebih tinggi dari pada Direktur Keuangan malah ditempatkan
di tangga. Proteslah dia. Haha. “masa saya di tangga??” kurang lebih seperti
itu lah protes yang Dudi lontarkan ke Yudi. Yudi yang merupakan staffnya Dudi
(ceritanya, eh, nyatanya denk, Dudi ini Menteri Dalam Negeri.hehe), menuruti
apa yang dimau Dudi. Haha carita apa sih aku ini??? -__-. Singkat cerita
akhirnya Dudi sang Pembantu rektor 3 ditempatkan di sofa depan yang satunya
lagi, jadi tempat kami bersebrangan. Pejabat-pejabat yang lainnya??? kurang tau
dimana mereka. Hehe.
Dimulai tuh simulasinya. Isunya tentang
beasiswa atau penangguhan ya? pokoknya untuk calon mahasiswa yang tidak mampu. Ada
sekitar 400 siswa yang terancam gak bisa masuk UPI. (sebenernya secara detailnya
aku lupa banget. Beneran deh. Lupa! Kalau ada yang mau bantu mengingatkan,
alhamdulillah deh.. hehe). Nah, peserta ini diberi waktu untuk menyelesaikan
masalah ini dengan cara mengunjungi ke barbagai pihak yang terkait. Dikarenakan
masalah ini berhubungan dengan uang, jadi pos 4 gak pernah sepi nih. Mereka beranggapan
jalurnya ke direktur keuangan dulu.
Untuk kelompok pertama yang berkunjung sih,
dikasih senyum palsu gitu deh, gak terlalu banyak debat, disuruh keluar ruangan
(ceritanya berada diruangan) nurut aja. Kelompok berikut-berikutnya agak
dijudesin. Kalau untuk perang lidah, itu mah pasti. Yang pasti tugasnya para
artis (para pemeran bapak ibu pejabat) itu membuat para peserta kebingungan,
harus lari ke mana? Harus ke pos mana? Pokoknya dipingpong kemana-mana. Tapi,
untuk kelompok yang sebelumnya merhatiin, terus ngerti, mungkin akan melewati
jalur yang sebenernya. Ga ujug-ujug protes ke direktur keuangan atau malah
langsung ke rektor. Hadeuh... dan ini terjadi pada 2 kelompok yang keukeuh sampai debat sama aku, mereka
merasa yakin kalau jalurnya salah satunya ya ke direktur keuangan. Sempet kalah
juga sih, tapi ya sepinter-pinternya kita untuk memutar balikkan omongan si
peserta. sampe ditonton dan didengar sama kang hamdan pula. Haduh...
Jadi jalur yang benar?? Tidak ada
kunjungan ke direktur keuangan pemirsa! Jadi yang pertama dilakukan itu ke DKM
Alfurqon terlebih dahulu. Kalau semua persyaratan udah diurusi disana, langsung
ke bagian Akademik di BAAK terus ke Kemahasiswaan terus ke Akademik lagi. Itu idealnya.
Gak tau ya, realnya bagaimana, apakah dipingpong atau gak. Yang pasti
pingpongnya simulasi ini gak seberapa jika dibandingkan dengan para pejabat
asli UPI. Semangat aja ya!
Sekitar dzuhur akhirnya beres
juga simulasi, tapi gak langsung minggat, download dulu. Hehe. Luar biasa, ngedownload
di youtube pakai IDM kecepatannya 2MB/sec lho!! Kalau di Jica mungkin nunggu
sampai menjelang magrib baru bisa cepet. Jadi pulangnya pun sampai anak-anak
dagri rapat evaluasi (kecanduan download. Hehe)



