![]() |
| para (sebagian) atlit kimia 2009 B :D |
Jadi begini ceritanya, gebyar
pertama saat tingkat satu, aku kan jadi panitia, jadi berkeringat karena aku
untang anting, maksudnya pergi kesana pergi kesini gitu deh, tapi kalau tim
atlit kelas kimia B 2009 lagi beraksi ya loncat-loncat kegirangan untuk
menyemangati, hehe, jadi cape karena teriak-teriak gitu. Untuk tahun kedua, aku
jadi pengawas, kerjaannya ya jadi penonton aja, dan tetep kalau tim atlit kelas
kimia B 2009 lagi beraksi, aku melakukan hal yang sama seperti tahun kemarin.
Naaaaaah, untuk tahun sekarang,
aku kan tidak ikut gebyar dari awal banget, hanya tengah-tengah sampai akhir
saja, jadi dengan nyantai aku datang agak siang. Hehe. Dan kondisi udah rame
gitu deh, sedikit kaget sih, hehehe. Terus waktu itu anak kimia B yang dateng
hanya sedikit (heeeeeeeey, pada kemana kaliaaaaaaaaan >.< ) , jadi yang
mengikuti lomba yang dateng aja. Tenk... giliran tim voli kelas 2009 B lawan
kelas 2009 A, saat asyik-asyiknya nonton, “tim bakiak kelas 2009 B!!!” teriak
panitia. Wah? Sekarang waktunya lomba bakiak? Gimana nih, orang-orangnya pada
dinas semua (baca: main voli ). Yang tersisa, atau yang jadi penonton hanya ada
aku, Anin, Nabil, Uwi, Elsa, dan.. tidak ada lagi.
Akhirnya kami kecuali Elsa jadi
tim bakiak dadakan. Waw haha. Sebelum lomba kami latihan gitu deh. “kanan!
Kiri! Kanan! Kiri! Kompak dalam berbicara, tapi tidak kompak dalam melangkah.
Mungkin hati kita belum bersatu, lemnya habis sih, hehe. Awal-awal lama untuk
menyesuaikan diri dengan si bakiak.
Setelah beberapa menit kami latihan menyatukan hati, beuuuuuh.. akhirnya
kami putuskan untuk diangkat saja, tidak digesek. Pertandingan dimulai. Lawan
2010. Satu dua tiga (bacanya seperti orang yang menghitung dalam perlombaan ya,
biar menghayati. Hehe ). Mulailah beraksi, tanpa dukungan siapapun karena
orang-orang pada dinas semua. Heu, sedih. Baru beberapa langkah, tepatnya saat
belokan pertama, jatuhlah kami. Karena udah pasrah pasti kalah, jadi kami
melanjutkan main bakiak bukan karena ingin menang, tapi karena ingin main
bakiak sampai melewati tali rapia. Hehehe. Jadi yaaaa.. sepanjang main bakiak
dan ketika jatuh, kami malah ketawa-ketawa. Haha. Seru lah. Dan keluarlah
pemenangnya anak 2010. Jarang-jarang mengalah pada anak muda. Hahaa.
Lanjut ke nonton voli, ye,
menang!! Masuk semi final ceritanya. Sambil nunggu semifinal tiba, kami (baca:
Aku, Anin, Nabil, Uwi) main bulu tangkis. Hwaaaaaaaa olah raga yang punya
sejarahnya bagi aku, kenangan indah dan buruk nih bersama bulutangkis ini
ketika SD. Haha. Awalnya satu lawan satu, akhirnya dua lawan dua deh, dan
ternyata, bermain dua orang itu lebih susah ya, terutama dalam hal membagi
jobdesk. Juga di sini dilatih unutk meredam keegoisan, jangan rebutan mainnya,
pokoknya aturannya ribet deh, dan sepertinya aku bukan tipe pemain ganda deh.
Hehe.
Saat semifinal tiba, kebetulan
2009 B lawan anak 2011. Awal-awal sih kita kedodoran, curiga bakal kalah.
Ternyata... hoho 2-1. Kimia B 2009 menang! Aye! Masuk final! Juara 2 di tangan
deh! Begitulah kata pemain-pemain voli kami. Udah langsung pesimis aja ya? Heu.
Karena tim B, yang masuk semifinal kelas 2010 B dan 2010 C, yang tahun lalu
saat semifinal sempet jadi lawan kelas kami dan kami kalah, jadi mungkin aja di
final nanti dikalahkan lagi.
Ternyata tim 2010 B dan 2010 C
seru! Sama- sama kuat. Calon lawan kelas kami nih! Akhirnya setelah 3 babak,
2010 B lah yang akan melawan kami di final nanti. Sebelum masuk final, lomba
diseling dulu dengan perlombaan voli putra. Tapi, voli putra ini mainnya
angkatan, bukan kelas. Lho? Ya iyalah. Main futsal saja, yang 5 orang, kadang
kurang pemain. Apalagi voli?? Karena tidak semua orang bisa main voli, dan yang
pasti, laki-laki di kimia ini sedikit. Satu banding tujuh. Hho
Pertandingan dipending dzuhur
dan dilanjut angkatan 2008 dengan 2010. Nah kebetulan saat sesi ini, aku masih
sholat. Jadi aku tidak tau segimana hebohnya pertandingan mereka. Saat sampai
parkir utara, udah pada bubar, tinggal lomba antara angkatan 2009 dengan 2011.
Tapi kata orang-orang sih rame banget. Hiks. Sedih tidak nonton. Nah, ternyata
meski lombanya angkatan, tetep aja kurang orang. Kebetulan waktu itu angkatan
2009 laki-lakinya hanya berempat, Ana, Opik, Arif, satu lagi lupa. Hehe.
Dibantu anak 2010, Herdi, jadi berlima deh. Pada kemana atuh 2009 teh... kalah
ama 2008 nih T_T . Pertandingan lumayan alot. Tapi ga terlalu menghiraukan sih.
Haha. Ga tega lihatnya juga, kalau ujung-ujungan kalah. Hehe
Akhirnya disaat angkatan 2009
main dengan 2011, aku dan Nabil nyoba main voli deh. Bukan maksud untuk
pemanasan buat main di final nanti, hanya coba-coba saja. Voli ini mengingatkan
aku semasa SD (lagi), waktu itu ada pertandingan persahabatan voli putri dengan
SD Cikutra. Nah, aku berasal dari SD Cicabe 2. Guru aku, Pak Ape, ngajak anak
Cicabe 1 dan Jatihandap 1 untuk gabung jadi satu tim voli putri. Kebetulan SD
kami satu gedung . Jadi satu gedung (punya 3 lantai) ada 3 SD, ada 3 kepala
sekolah, dan ada 3 karakter serta keahlian yang berbeda dari murid-muridnya
(Cicabe 2 dalam akademik, Cicabe 1 dalam olahraga, Jatihandap 1 dalam
pelaksanaan upacara ). Mau tau, kenapa beliau ngajak anak SD lain? Telah
disebutkan tadi, SD aku juara dalam bidang akademik, untuk olahraga sekedar
bisa, bukan ahli, dan mungkin Pak Ape meragukan tenaga kami karena anak-anaknya
berbadan kecil semua jika dibandingkan dengan SD lain, tapi ada sih yang
berbadan bongsor. Sebelumnya ada tes dulu, tes serven (tulisannya bener atau
ga?). Nah, kebetulan kami latihannya di lapangan voli yang biasa orang dewasa
main, jadi menurut anak SD, jarak antara tempat serven dengan net itu,
jauuuuuuuuuuuuuh banget, jadi hanya anak-anak bertenaga kuatlah yang selalu
sampai. Dan aku bukan termasuk kedalamnya. Alhasil aku tidak dipilih jadi tim
voli. Dan ternyataaaa, ketika pertandingan dimulai (pertandingannya di lapang
SD Cikutra), tim voli kami ketika serven selalu keluar lapang. Tahu kenapa???
Ternyata lapang yang dipakai untuk pertandingan, jarak antara tempat serven ke
net tidak sejauh seperti lapangan voli kami. Coba kalau aku yang main, hhaha,
sempet terpikir seperti itu.
Cukup nostalgianya, lanjut ke
pertandingan voli 2012. Akhirnya untuk voli putra, dimenangkan oleh angkatan
2011 yang nanti akan tanding dengan angkatan 2008. Tiba final voli putri. Dan
tanganku tiba-tiba, huaaaaaaaaaa sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiit. Bengkak, terus
seperti salah urat atau semacamnya lah, pokoknya sakit, tidak bisa digerakkan.
Huhu. Padahal tadi kan hanya coba-coba, tidak bener-bener main voli. Hiks.
Sambil mengurut tanganku yang
cidera, aku nonton pertandingan voli antara kimia B 2009 dengan 2010. Suporter
dari 2009 B sedikit, jadi tidak bersuara deh, percuma, tidak akan terdengar.
Hehe. Nah suporter dari 2010 B banyakan, otomatis teriakan yang dominan dari
mereka. Lucunya mereka teriak “ki-mi-a B
!! ki-mi-a B!! “dan mereka baru sadar, kalau lawannya dari kimia B juga,
akhirnya ganti deh jadi “ se-pu-luh B!! Se-pu-luh B!!” haha. Kocak. Melihat
2009 tidak ada yang bersuara, akhirnya gerombolan anak-anak 2009 C yang masih
ada di parkir utara, ikut gabung ke sekumpulan anak-anak 2009 B, meski beda
kelas, tapi mereka bantu menyemangati 2009 B, ceritanya ini teriakan semangat
dari sesama angkatan 2009. So sweet ^o^
Masih mengurut tangan,
pertandingan begitu sengit. Dan terjadi 3 babak, untuk babak terakhir ini,
menentukan mana yang akan juara 1. Yang awalnya pesimis untuk jadi juara 1,
akhirnya di saat detik detik terakhir entah mengapa tim voli kami seperti ada
“sesuatu”. Haha. Mungkin karena tekanan dari KM kami, “pokoknya uang kas kelas
harus kembali” hoho, kebetulan lomba-lomba seperti ini biaya pendaftarannya
dari uang kelas. Detik detik akhir (lagi) aku tidak berani untuk melihat apa
yang terjadi di lapangan, hanya bisa memejamkan mata dan berdoa, semoga kimia B
2009 jadi juara 1. Dan... yeeeeeeeeeee!!!! Menang!!! Alhamdulillah.. akhirnya
jadi juara lagi, tahun depan harus ikut lagi nih, sebagai terakhir kalinya, dan
harus juara lagi!! Aamiin.
Lanjut ke voli putra final.
Antara angkatan 2008 dengan angktan 2011. Kalau mau ngejagoin, aku sih pilih
2008. Alasannya agar tiap angkatan dapat hadiah. Hehe. Karena 2011 terlalu
banyak dapat juara. Alasan lain, karena angkatan 2008 memang pada jago dalam
bermain voli. Katanya sih itu juga. Pertandingan dimulai. Ternyata lebih seru
nonton voli putra dibanding voli putri. Lho? Yo’i. Karena kalau voli putri bola
melayang diudara maksimal satu menitan. Sedangkan putra, bisa lama, berbagai
cara dikeluarkan agar bolanya tetap di udara. Keren deh. Yang paling keren
menurut aku sih ketika aksi blocking, smash dan aksi tendang-tendangan. Hehe.
Boli voli bagi laki-laki mungkin seringan bola bekel kali ya? Haha. Dan ini
main volinya ko lama banget sih? Ternyata main 5 set. Ya ampun... dan akhirnya
pemenangnya dari angkatan 2008. Selamat yaaa... haha
Akhirnya penutupan juga. Ko asa
cepet ya? Dulu mah sampai berhari-hari gebyar itu. Nah kami disuruh baris gitu
deh iap angkatan. Dan angkatan dengan orang terbanyak dari angkatan 2011. Apa
kabar 2009?? Ternyata 2009 yang datang kurang dari 10 orang, lebih tepatnya 6
orang yang terlihat. Angkatan lain? Wuih, lebih dari 10 deh. Diumumkan tuh
juara-juranya sama MC setelah sepatah dua patah kata ia lontarkan untuk mengawali
penutupan ini.
Dari berbagai perlombaan yang
diikuti, hanya voli saja yang mampu bertahan. Padahal dulu-dulu hampir semua
permainan jadi juara. Faktor usia mungkin ya.. hehe. Jadi saatnya mengalah pada
yang muda, tapi tidak untuk voli. Hehe. Seru banget deh!!! Apalagi angkatan
2008 datang, seenggaknya kami (angkatan 2009) tidak yang paling tua berada
disini. Hhe, dan mungkin terakhir kalinya kami dan angkatan 2008 bermain
seperti ini sebelum akhirnya melihat mereka memakai jubah hitam bertopi segi lima.
Semangat semua!!! Ternyata dalam tampangnya yang penuh kekimiaan (baca:
membosankan, sulit, susah dimengerti. Haha) ternyata tersimpan talenta-talenta
untuk jadi atlit maupun seniman ya?? Haha.
(foto-fotonya menyusul yaaaaa :D)




